Skip to main content

Kekurangan dan Kelebihan Teori Consumer Information Theory dan Multi Atribut Utility Theory Serta Aplikasinya Dalam Kasus


Teori CIP
Kelebihan

 Cukup diberikan informasi yang benar masyarakat akan berperilaku kesehatan
 Dalam proses penyerapan informasi terdapat proses belajar. Proses belajar tersebut merupakan pengalaman kumulatif yang mempengaruhi pencarian informasi masa depan, tambahan, dan penggunaanya.
 Dilingkungan sudah banyak tersedianya informasi seperti iklan, label produk, kata-dari mulut ke mulut, laporan berita, dan hiburan. Hal tersebut sedkit-banyak dapat menambah kuantitas dan kualitas informasi ketika informan memberikan intervensi masalah kesehatan melalui pemberian informasi kepada komunikan.
 Adanya bentuk evaluasi dalam mengevaluasi hasil pilihan yaitu mengevaluasi hasil nya berupa positif, negatif, atau netral.

Contoh kasus :
Dalam pemberian informasi tentang KB masyarakat cukup diberi tahukan tentang keuntungan jika ber-KB. Informasi dapat diberikan secara berulang-ulang sehingga menambah pengetahuannya. Pengetahuan tersebut akan masuk kealam bawah sadar sehingga menuntun perilakunya. Informasi juga sudah banyak disebarluaskan melalui iklan sehingga masyarakat semakin mudah untuk menerima dan menyerap informasi tentang efek yang akan didapatkan jika ber-KB.

Kekurangan
 Tidak adanya intervensi untuk mempermanenkan perilaku hanya diserahkan pada penilaian oleh diri-sendiri.
 Dalam proses Perolehan Informasi dan Evaluasi khususnya internal tidak adanya intervensi dari informan untuk mempengaruhi kualitas dan proses penilaian terhadap sebuah informasi. Hal ini menyebabkan penilaian bergantung pada masalalu komunikan dan pengalamannya.
 Dalam proses penyampaian sampai proses penyerapan informasi kadang ditemui gangguan dan hambatan sehingga bisa terjadi kesalahan komunikasi.
 Manusia berperilaku tidak hanya sebuah informasi saja tetapi juga didukung oleh keadaan psikologis serta dukungan dari atribut-atribut lain baik secara materi, biaya, waktu, dan sumber daya lainnya.
 Pengolahan informasi terjadi dalam memori jangka pendek yang memiliki kapasitas terbatas.
 Diperlukan beberapa inovasi khusus Untuk memperoleh ingatan/memori jangka panjang tentang informasi.
 Adanya perbedaan individu seperti kemampuan pengolahan informasi (sering merupakan fungsi dari tingkat pendidikan) yang menyebabkan tidak optimalnya maksud atau pencapaian dari sebuah informasi.

Contoh kasus:
Informan hanya memberikan informasi KB saja, selanjutnya pada tahap internal komunikan menilai sendiri atas baik buruk konsekuensi bila ber-KB. Biasanya apabila komunikan menerima informasi kita dan melakukan perubahan dalam perilaku hanya sementara, sedangkan untuk mendapatkan perilaku ber-KB permanent dan masuk dalam memori panjang dibutuhkan pengulangan informasi berkali-kali yang membutuhkan dana lebih banyak, serta pengemasan informasi seunik mungkin dan mendapat perhatian misalnya dibuat iklan dengan menggunakan aktor favorit masyarakat.

Teori MAUT
Kelebihan
 Intervensi bisa dilakukan dengan tepat sasaran karena model intervensi yang digunakan berupa wancara secara mendalam.
 Adanya perhitungan scoring dalam pengambilan alternatif atribut sehingga ketidakpastian dan risiko yang dipertimbangkan dapat diambil .
 Dapat memprediksi perilaku langsung dari evaluasi individu terhadap konsekuensi atau dampak
 Mampu mengidentifikasikan sifat mana yang sangat berpengaruh dalam pilihan pembuat keputusan sehingga mempermudahkan intervensi dalam pemberian penyuluhan
 Bisa membantu sesorang berpikir melalui pertimbangan penting dalam sebuah keputusan.


Contoh kasus:
Dalam pilihan ber-KB tim kesehatan melakukan wawancara yang mendalam kepada masyarakat tentang pertimbangannya terhadap atribut-atribut pilihannya ber-KB. Atribut tersebut dapat diskoring sehingga masayrakat dapat menentukan perilakunya untuk ber-KB atau menolok KB. Hal ini mempermudahkan tim untuk memprediksikan perilaku masyarakat dan memberikan intervensi kedalam pertimbangan mereka terhadap pertimbangan tersebut.


Kekurangan
 Dibutuhkan grouping/pengelompokkan dalam pemberian intervensi agar efektif dan efisien mencapai tujuan perubahan perilaku
 Teori ini memiliki kesulitan untuk diterapkan karena dibutuhkan banyak waktu dan cost dalam melakukan wawancara secara mendalam

Contoh kasus:
Tim kesehatan memerlukan banyak waktu dan dana dalam melakukan wawancara pandangan masyarakat tentang KB yang kemudian hasil wawancara tersebut baru bisa diberikan intervensi untuk mendapatkan perubahan perilaku masyarakat. Namun, pemberian intervensi tentang KB diperlukan perlakuan berbeda kepada masyarakat yang berbeda-beda sudut pandang terhadap KB. Misalnya, masyarakat yang memandang KB dalam sudut agama dipisahkan dengan masyarakat yang memandangnya dalam sudut kesehatan. hal ini mengakibatkan pembentukkan kelompok dan groupping dalam proses intervensi.

Comments

Popular posts from this blog

Nine Month s

Medan sebuah kota yang tak pernah terbesit sebelumnya Sebuah kota maju kota metropolitan seperti Jakarta namun seperti ditinggalkan Bertemu dengan delapan mahasiswa  yang menjadi sahabat bagiku Membangun FKM bersama-sama Lalu datanglah Bahagia dan rintangan datang bergantian Hati dan pikiran semuanya termuara pada mereka Sampai segala puncak cobaan yang tak terbendung Perlakukan manusia zalim yg tak bisa tercena olah akal sehat Fitnah lalu lalang menghantam tak kunjung usai  Terkadang berbuat baik, tak mesti disambut gayung Malah lebih banyak ditiupkan ombak yg menerjang sampan kecil hingga terbalik Menoleh kembali perjuangan Rasulullah, Kehinaan ini tak seberapa dibandingkan dgn kisah sirah nabawiyah. Mencoba membingkai skenario Tuhan Hendak derajat mana yang akan dinaikkan Apakah harus melawan atau diamkan Bulir airmata menitik deras namun hanya sajadah dan AlQuran saksi kesendirian Hanya bertumpu pada keyakinan, akhir kisah ini, Allah pasti akan memb...

Kualitas Pendidikan Di Indonesia

Ada 3 artikel bagus yg ditulis oleh Elizabeth Pisani tentang kualitas pendidikan di Indonesia. Pisani adalah jurnalis Reuters yg banyak menulis tentang Indonesia. Salah satu bukunya, 'Indonesia Etc', adalah buku bagus yg mendapat banyak pengakuan internasional Dalam tulisannya, Pisani menyoroti prestasi anak2 Indonesia dalam tes PISA. PISA adalah tes yg diadakan OECD untuk menguji kemampuan anak2 usia 15 tahun di puluhan negara dalam bidang sains (science), matematika (math) dan membaca (reading). Tes ini diadakan 3 tahun sekali. Di 2 tes terakhir pada tahun 2012 dan 2015, Indonesia mendapat peringkat 60-an dari 70 negara di ketiga bidang yg diujikan. Jauh di bawah negara2 tetangga di ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, apalagi Singapura. Contohnya: hasil tes 2015 menunjukkan, 55% anak Indonesia punya kemampuan sangat buruk di tes membaca. Semua soal tes PISA sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia loh padahal.. 😅 Reading comprehension mereka ternyata sangat rendah....

Research Article vs. Review Article

RESEARCH ARTICLE A research article describes a study that was performed by the article’s author(s). It explains the methodology of the study, such as how data was collected and analyzed, and clarifies what the results mean. Each step of the study is reported in detail so that other researchers can repeat the experiment. The research article will be based on the analysis and interpretation of this data.  To determine if a paper is a research article, examine its wording. Research articles describe actions taken by the researcher(s) during the experimental process. Look for statements like “we tested,” “I measured,” or “we investigated.” Research articles also describe the outcomes of studies. Check for phrases like “the study found” or “the results indicate.” Next, look closely at the formatting of the article. Research papers are divided into sections that occur in a particular order: abstract, introduction, methods, results, discussion, and references. REVIEW ARTIC...