siaapp..lanjut dari cerita semalam, perjalanan ke lubuk puding .
lanjut dari jembatan gantung___
okeh, setelah puas main di jembatan gantung kami ketemu uwak lina (bahasa indonesianya bibi lina) yang sedang mengangkut perabotan makan dan baju kotor untuk dicuci di sungai, langsung deh kami befoto sama uwak.
puas berfoto ria dengan uwak, kami kemudian bergegas mandi di sungai, takutnya semakin siang sungai semakin ramai dan saya bakal malu diliatin orang mandi disungai pakai gayung. hahaha..
selepas mandi di sungai, kami mengelilingi desa.
kami mampir diperkarangan rumah salah satu rumah penduduk dan berfoto lagi
ini biji kopi dan pala yang sedang dijemur penduduk. kalau biji kopi sudah kering siap digiling menjadi bubuk kopi
ternak sapi yang dibiarkan mencari makan di tanah lapang
adat cara memasak untuk setiap acara besar seperti pesta
akhirnya sampai juga dirumah abi, siap-siap untuk resepsi ayuk lina
semua sudah siap, tinggal menjemput pengantin
kalau yang ini saya lupa namanya budaya apa, yang jelas ini arak-arakan pengantin oleh bapak-bapak sambil ditabuh rebana. pokoknya meriah sekali sampe semua warga gak ada yang dirumah, pada keluar...
Rumah utama, ni rumah abi waktu masih kecil. setiap tamu yang datang pertama kali harus datang dan mencicipi jamuan makanan ringan di rumah utama sambil beramah-tamah dengan yang punya hajatan.
saatnya makan.... ini namanya ngidang. budaya makan disini begini ni kalau menjamu tamu.. kekeluargaannya terasa banget. makanannya asli enak banget...
sama adek-adekku nonton repsepsi pernikahan

Comments
Post a Comment
Silahkan isi komentarnya ^^!