Skip to main content

Tips and Trik cara mendapatkan Beasiswa Santri Jadi Dokter Sumatera Selatan - Fak Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Jakarta

asslamu'alaikum wr.wb

hai blogger!
kali ini saya akan membagikan tips dan trik bagaimana cara mendapatkan beassiswa di bangku kuliah. Hemm.. Mungkin ini bukan tips dan trik mengenai soal-soal ujiannya, tapi lebih ke motivasi supaya sukses mendapatkan beasiswa ini.

Khusus pada kali ini saya akan membagikan cara mendapatkan beasiswa penuh kemitraan mahasiswa fakultas kedokteran uin jkt sampai tamat kuliah yaitu program santri jadi dokter sumatera selatan disingkat beasiswa SJD-SS saja ya.
























#step one bangun tekat 
Ada kasus seseorang yang sebelumnya pemalas, tidak ada niat, cuma ikut-ikutan, tidak berprestasi di sekolah tapi lulus di universitas bergengsi bahkan mendapatkan beasiswa. kejadian seperti ini membuat iri banyak orang terutama siswa yang pintar. 
eiitss.... tapi ingat, kejadian ini mungkin hanya 0,05% kebetulan dan keberuntungan daripada kejadian terencana. maksudnya???
Untuk memetik buah yang lezat dan manis, petani harus menanam, memelihara, memupuk, dengan sabar sebuah benih. bedakan dengan seorang petani yang memiliki benih, ditanam, tapi tidak dipelihara, tidak dipupuk. hasilnya akan beda dari dua petani tersebut. tentu saja benih yang hanya ditanam hasilnya akan lebih kecil dan kurang lezat daripada benih yang dirawat.
Begitupun dengan niat untuk kuliah mendapatkan beasiswa kita harus bangun tekat. Tekat ini harus sudah dibangun sejak kita dibangku SMA bahkan pada saat duduk dikelas X. kenapa demikian? apakah kelas X itu terlalu dini....? toh baru masuk SMA, baru tamat dari SMP, masih labil, belum tahu minat dan bakat.

Harus diingat, persyaratan administrasi di Univesitas yang memberikan beasiswa, tidak pernah - tidak meminta mencantumkan nilai rapor dari kelas X minimal untuk nilai mata pelajaran tertentu. Biasanya syarat beasiswa SJD-SS  nilai untuk mata pelajaran IPA dan Agama minimal 7,00 itupun setiap tahun syarat nilai selalu naik, nah loh kalau dari administrasi saja kita sudah kalah, bagaimana mau ketahap selanjutnya???

Dulu waktu saya dibangku kelas X, tidak pernah berharap peringkat 1, yang saya harapkan hanya mengerti secara total setiap yang diajarkan guru dan mendapatkan nilai terbaik.
Tekat yang sudah kuat, walaupun belum tahu persyaratan administrasi mendapatkan beasiswa SJD-SS ataupun di univeristas lain, setidaknya kita sudah bisa mempersiapkan sedini mungkin. tekat yang kuat akan menghasilkan semangat belajar sehingga nilai akan menjadi baik bahkan berdampak pada hasil peringkat disekolah. jarang sekali kejadian orang yang semangat sekolah mendapatkan peringkat keluar dari 10 besar.


#step two buat perencanaan
Perencanaan menuntun kita mendapatkan keinginan sesuai dengan rencana. Dalam sebuah perencanaan tahap yang harus kita lakukan adalah identifikasi, analisis masalah, analisis pemecahan masalah, dan tindak lanjut. 
Identifikasi maksudnya kita harus kenali minat dan bakat. orang yang tidak memiliki rencana ibarat kertas yang ditiup angin. kemanapun angin berhembus ia akan mengikuti. Banyak sekali orang yang sudah tua menyesal karena hidunya terlalu mencontoh gaya dan alur hidup  orang lain.
Dari kasus itu misalnya, tidak bisa dipungkiri mungkin sekitar 1 dari 10 teman kita memiliki cita-cita menjadi dokter. Memang tidak salah memiliki cita-cita dokter, tapi yang salah itu kita tidak tahu sebenarnya minat dan bakat kita bukan menjadi dokter.
Beasiswa SJD-SS sendiri menyediakan 4 program studi yaitu pendidikan dokter, kesehatan masyarakat, farmasi, dan perawat. Setiap tahun peminat pendidikan dokter selalu terfavorit, padahal yang diterima hanya berkisar 3 sampai 4 orang saja. Bayangkan saja perbandingan peminat pendidikan dokter dengan peminatan lain bisa sekitar 1:3.
Pada saat itu, ketika teman-teman saya berbondong-bondong mendaftar di prodi kedokteran dan hanya saya sendiri yang memilih kesehatan masyarakat. Mereka menyayangkan pilihan saya, mengapa saya pintar biologi bla bla bla mengambil kesmas? kesmas itu perkejaannya tidak jelas, mau jadi apa? enak dokter gajinya besar, tingkat gengsinya juga tinggi. Yahh... semua itu kembali pada yang menilai. Saya memang tertarik didunia kesehatan, tetapi saya tidak suka berhadapan dengan orang-orang sakit, darah, dan sebagainya. Saya lebih suka pada bidang manajemen kesehatan, bidang riset, membuat orang mencintai sehat, menyatu dengan masyarakat, bukan sibuk menghabiskan waktu mengurusi orang-orang sakit.
Tidak ada profesi yang tidak berguna, untuk apa universitas membuka jurusan tertentu jika tidak dibutuhkan oleh negara.

Tapi alhamdullilah, tahun-tahun terakhir ini, berkat penyuluhan dari para mahasiswa yang sudah diterima SJD-SS ke sekolah-sekolah mengenai ke empat program studi itu sekarang keempat prodi peminatnya sudah hampir menyamai pendidikan dokter.

Nah, balik ke minat bakat, setelah mengetahui minat dan bakat langkah selanjutnya adalah analisis masalah. Maksud dari analisis masalah disini kita harus tahu apa saja peluang dan hambatan dalam mencapai minat. misalnya untuk lulus beasiswa SJD-SS harus punya nilai IPA dan Agama minimal 8,00 dan harus hafal juz 30. Kemudian harus menguasai pelajaran Agama dan bahasa arab tidak serta merta pelajaran umum saja.
Nah dari analisis masalah ini kita harus mencari pemecahan masalah dan ditindak lanjut. Jika nilai harus minimal 8 kita harus mencapai nilai tersebut setiap semesternya. Hafalan juz amma juga harus dicici,  tidak ada yang tidak mungkin.
saya dulu mengetahui syarat SJD-SS ini pada saat di bangku kelas XI akhir. Dari kelas XII sampai tamat saya bisa menghafidzkan juz 30 dan alhamdullilah pada saat tes tertulis yang berisikan ayat tersebut saya bisa mengenali.
Kemudian bahasa arab, banyak sekali teman-teman MA saya dulu yang membenci dan mencemooh guru serta pelajaran Bahasa Arab. yaa... pada akhirnya mereka mungkin menyadari bahwa bahasa arab itu penting. Contohnya saja disoal seleksi banyak ayat yang meminta terjemahannya.


#step three berprasangka baik
Berprasangka baik dan berfikir positif bahwa kita akan berhasil dalam mengalahkan pesaing adalah kunci terbesar. kenapa? menurut saya, selama ini rasa yang sangat PD bahwa saya lulus di SJD-SS adalah energi positif yang membawa saya bisa lulus, walaupun pada saat itu saya bukan juara umum disekolah.
Saya yakin Allah pasti meluluskan, bahkan keyakinan ini 100% sudah saya rasakan di kelas XII semster 2.
Percaya dan yakin membawa saya terus belajar, mengenali kelemahan lawan. Jika lawan pintar matematika maka saya harus bisa matematika. jika lawan lemah di kimia, maka saya harus terpintar kimia.
Nilai-nilai positif dalam diri kita membawa semangat, tidak merasa rendah diri dan putus asa sebelum berperang.

Setiap malam rendahkan bahumu bersyujud dan mengemislah kepada Allah bahwa kita benar-benar ingin kuliah dan mendapatkan beasiswa. Dengan ritual seperti itu, saya mendapatkan bisikan bahwa saya pasti lulus. Kemudian perasaan-perasaan seperti ini membuat saya tidak mau mencontek ketika ujian. Saya berfikir bahwa ujian adalah sebagai ajang berlatih dan mengukur sejauh mana pengetahuan dan prestasi saya. Jika saya tidak belajar, maka saya menolak untuk kuliah. Jika saya mencontek, maka saya mau tidak lulus beasiswa.
Terlihat egois dimata teman-teman ketika tidak mau mencontek-ataupun dicontek, saya rasa tidak masalah. Berfikirlah, jika kalian sulit masuk universitas apakah teman kalian membantu? apakah jika kalian tidak mencotek-i kalian tidak punya teman? nyatanya tidak!
memang kita akan merasakan aura negatif dari mereka, tapi percayalah itu hanya sementara. lama-kelamaan mereka akan memaklumi sifat kita dan jera untuk mencontek kepada kita.

Ketika teman-teman saya bisa menjadi juara umum, yang saya pikirkan adalah mereka hanya kebetulan dan saya tetaplah terbaik, saya bisa mengalahkan mereka walaupun belum sekarang di bangku SMA. saya akan buktikan saya terbaik!

eiits.... optimis dan ambisius itu beda. jika optimis adalah mencari jalan yang baik untuk menjadi yang terbaik, jika ambisius menempuh segala cara untuk menjadi yang terbaik. berjuanglah dengan sehat, bukan penjilat, bukan pengemis dihadapan manusia. Menjadi pengemislah depan Allah.

#step four kekuatan restu dan doa
Siapa yang setuju jika tes di universitas ataupun tes seleksi, jangan dulu memberitahukan sana-sini bahkan orangtua? jika lulus saja baru dikabarkan sebagai bentuk surprise?
Atau siapa yang setuju dari awal pengumuman, pendaftaran sampai saat-saat tes selalu mengabarkan orangtua, walaupun tahu peluang lulus kecil?

kalau saya pribadi lebih memilih yang kedua.
Ingat teman... Jangan abaikan mereka, orang tua dan keluarga.
Merekalah orang terdekat yang paling tulus. Tidak ada lagi yang peduli dengan kalian kecuali mereka. Jika kalian mengikutkan orangtua dan saudara dalam menentukan dan meminta pendapat, kalian akan merasakan dukungan yang penuh dari mereka. Libatkan mereka dalam melewati masa-masa perjuangan. Ketika kalian lulus, mereka juga akan merasakan sangat bahagia selayaknya mereka yang lulus, karena mereka merasakan perjuangan kalian dari awal.
Ingatlah doa orangtua dan saudara-saudara kita sangat tulus, dan insyaAllah didengar oleh Allah. Beda kan ketika kalian minta didoakan dengan teman, yah.. saya rasa mereka hanya basa-basi mengatakan akan mendoakan kenyataanya sejam kemudian mereka lupa.

Ketika mendapatkan penguman pembukaan pendaftaran SJD-SS saya ribut sekali dirumah, minta pendapat umi, abi, kakak, ayuk dan adek. mereka semua bersemangat dan sangat mendorong saya untuk mendaftar. Pada saat tes saya didoakan mereka.
Hal yang paling berkesan ketika mendapatkan pengumuman bahwa saya lulus.
Ketika itu, akan merasakan begitu bahagianya wajah-wajah mereka. Saya bisa melihat mereka ikut meneteskan air mata bahagia seolah mereka yang lulus. Jangan remehkan hal-hal keil seperti ini karena secara tidak langsung kita memberikan contoh kepada adik kita dirumah. Melibatkan mereka dan mengajari mereka bagaimana menggapai cita-cita mereka sehingga kita menjadi sosok yang patut untuk ditiru dan dibanggakan sebagai seorang kakak.

#Tambahan
Kalau masalah syarat-syaratnya, kalian bisa lihat langsung di website pemerintah provinsi sumatera-selatan. Menurut saya, syarat yang paling menentukan untuk lulus adalah pada tes tertulis. Nah keistimewaan tes SJD ini bukan saja MIPA tapi juga agama seperti Sejarah Kebudayaan Islam, Aqidah Akhlak, Bahasa Arab, Fiqih...
Untuk tes wawancarapun setiap tahun biasanya berbeda. Persiapkan saja hafalan surat-surat pilihan. Jangan lupa juga pahami terjemahan Juz 30. Ceritakan dan yakinkan bahwa kalian semangat kedaerahan, semangat menimba ilmu.

Hmmm mungkin.... itu saja step-step yang harus kalian lewati, jika kalian mempunyai cara lain yang lebih jitu dan kreatif bisa kalian kembangkan. Pengalaman saya, ketika dibangku kelas 2 SMA saya sudah membuat mapping. Disana saya gambarkan langkah-langkah dan cita-cita saya 10 tahun kedepan. Setelah tamat SMA lanjut ke universitas apa, kemudian bekerja dimana, menikah dengan siapa, punya anak berapa, lalu menghabiskan masa tua dengan cara apa.
Tidak terasa langkah pertama dan cita-cita pertama tercapai, saya tersenyum sendiri ketika pulang liburan kuliah melihat mapping ini  yang saya buat di 3 tahun yang silam. Tinggal mencapai cita-cita selanjutnya dengan jalan yang sudah saya pilih.

#Pesan
Ketika kalian berhasil mendapatkan beasiswa ini, kembangkanlah diri kalian semaksimal mungkin di Jakarta. Jakarta ibarat gula yang banyak semutnya. Tapi jangan sampai kalian mati karena hanyut dalam gula itu sendiri. Masuklah organisasi taraf nasional bahkan internasional.
Jika kalian telah menyelesaikan studi sesuai dengan kesepakatan, Jangan lupa daratan... Pulanglah kedaerah kalian, bangunlah Sumatera-Selatan. Disini, daerah kita ini membutuhkan kita... putra putri daerah.

Ayoo bercita-cita yang tinggi jangan takut jatuh! kalau jatuh bisa bangkit lagi! 

Comments

  1. kak aku sekolah di pesantren, jadi aku takut banget ketinggalan informasi tentang beasiswa ini, mohon bantuan dan infonya ya kak :) buat tahun2015 syukron kak :)

    ReplyDelete
  2. wah, semangat ya..!!! kudu pantengin aja terus web diknas nya. siap-2 biasanya pendaftaran hanya berkisar 1-2 minggu di bulan april-mei ^^!

    ReplyDelete
  3. iya kak selalu semangat ko :) duh diknas sumsel ya ka ? trus daftarnya boleh diwakilin ga sih ka ?
    trus klo skolahnya bukan dipalembang gmna tuh ka ?
    infonya ya ka :)

    ReplyDelete
  4. bole diwakilin, asalkan tes nya jgn diwakilin :D

    selagi sekolahnya di sumatera selatan bole daftar

    ReplyDelete
  5. haha iya sih
    sekolahnya bukan di sumsel ka-_- tapi emang anak sumsel asli gmna tuh?

    ReplyDelete
  6. oh.. dulu pernah sih, pas banget angkatan kaka. Ada temen yang SMA-nya dari bogor, cuma dia asli palembang. beruntungnya lulus, dokter lagi.

    ga tau deh sekarang, masih bisa apa engga. soalnya kebijakan berubah-ubah. ditelpon aja nanti panitianya

    ReplyDelete
  7. assalamulaikum kk
    sya nia dri muba anak MAN
    sya mw ikutn sjd tahun initp msih bingung kk mw plih parodi apa
    nh thun ini kuota dokter 7, sedngkan parodi lain cumn 1 sya bingung mw plh yg mna sya maunya kesmas tp krna kiota nya cumn 1 sya jd bingung sedngkn tmn2 sya bnyak yg plh dokter
    ksih sranya dong kk
    terima kasih

    ReplyDelete
  8. @nia walaikumslam.
    Hmm.. artinya maju salah, mundur salah ya ^^! Apapun yg kamu ambil semuanya sama resiko tinggi.
    Saran kaka, ambil saja sesuai dengan minat kamu saja. Mau kuota 1,10, 50,100. Kalau sudah rejeki, kata Allah ada nama kita, ya lulus.
    Pernah sih kejadian kuota berubah. Info nerima 6 org, eh pas pengumuman kelulusannya cm 4 org. Pernah juga kebalikannya.

    kuliah dijurusan yg tidak sesuai minat dan bakat itu rasanya agak berat dijalani ^^!

    ReplyDelete

Post a Comment

Silahkan isi komentarnya ^^!

Popular posts from this blog

Nine Month s

Medan sebuah kota yang tak pernah terbesit sebelumnya Sebuah kota maju kota metropolitan seperti Jakarta namun seperti ditinggalkan Bertemu dengan delapan mahasiswa  yang menjadi sahabat bagiku Membangun FKM bersama-sama Lalu datanglah Bahagia dan rintangan datang bergantian Hati dan pikiran semuanya termuara pada mereka Sampai segala puncak cobaan yang tak terbendung Perlakukan manusia zalim yg tak bisa tercena olah akal sehat Fitnah lalu lalang menghantam tak kunjung usai  Terkadang berbuat baik, tak mesti disambut gayung Malah lebih banyak ditiupkan ombak yg menerjang sampan kecil hingga terbalik Menoleh kembali perjuangan Rasulullah, Kehinaan ini tak seberapa dibandingkan dgn kisah sirah nabawiyah. Mencoba membingkai skenario Tuhan Hendak derajat mana yang akan dinaikkan Apakah harus melawan atau diamkan Bulir airmata menitik deras namun hanya sajadah dan AlQuran saksi kesendirian Hanya bertumpu pada keyakinan, akhir kisah ini, Allah pasti akan memb...

Adab Berdoanya Nabi Ibrahim (Qs Asy- Syuara)

Nabi Ibrahim 'Alaihisalam memulai do'anya dengan memuji Allah SWT Qs Asy- Syuara 78-82: " Allah lah yang menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku (78) dan yang memberi makan dan minum kepada-ku, (79) dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku (80) dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali) (82) " Adapun do'a nabi Ibrahim kepada Allah tercatat dalam Al-Qur'an Surat Asy-syuara ayat 83 hingga 91 "Ya Tuhanku, berikanlah aku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang soleh,  dan jadikanlah aku buah tutur kata yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi syurga yang penuh kenikmatan, dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang sesat, dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,...

Kualitas Pendidikan Di Indonesia

Ada 3 artikel bagus yg ditulis oleh Elizabeth Pisani tentang kualitas pendidikan di Indonesia. Pisani adalah jurnalis Reuters yg banyak menulis tentang Indonesia. Salah satu bukunya, 'Indonesia Etc', adalah buku bagus yg mendapat banyak pengakuan internasional Dalam tulisannya, Pisani menyoroti prestasi anak2 Indonesia dalam tes PISA. PISA adalah tes yg diadakan OECD untuk menguji kemampuan anak2 usia 15 tahun di puluhan negara dalam bidang sains (science), matematika (math) dan membaca (reading). Tes ini diadakan 3 tahun sekali. Di 2 tes terakhir pada tahun 2012 dan 2015, Indonesia mendapat peringkat 60-an dari 70 negara di ketiga bidang yg diujikan. Jauh di bawah negara2 tetangga di ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, apalagi Singapura. Contohnya: hasil tes 2015 menunjukkan, 55% anak Indonesia punya kemampuan sangat buruk di tes membaca. Semua soal tes PISA sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia loh padahal.. 😅 Reading comprehension mereka ternyata sangat rendah....