Ketika kita memilih tempat bekerja, kita dapat meninggalkan pekerjaan karena memilih panggilan hati. meski harus meninggalkan semua yang sudah diraih. karier, jabatan, kemewahan dan fasilitas. Akan tetapi sekali lagi itulah pilihan hidup.
Sesuatu yang bukan karena panggilan hati memang harus ditepis dan ditinggalkan walau harus ada yang dikorbankan.namun, terkadang berat untuk meninggalkan sesuatu yang sudah kita raih dengan susah payah. harta, jabatan, karier apalagi seseorang kekasih atau pasangan hidup.
Jawabanya adalah pada hati nurani kita. tanyakan pada hati kita dikala tenang dan rileks. saat itulah kita akan mendapatkan jawabannya. Mungkin jawabannya adalah saat kita bisa hidup atau bekerja dengan tenang, tanpa dilanda stres. Kita bisa mendapatkan manfaat tanpa harus berbuat curang. Kita tidak mengorbankan nilai yang tertancap dari diri kita.
Seorang wanita muslimah yang bekerja di sebuah perusahaan harus berfikir ulang. Apalagi jika harus mengorbankan busana takwa yang dikenakannya.demikian juga seorang pria, jika tidak mendapatkan hak melaksanakan kewajiban ibadahnya. Jadi pilihan hidup itu tergantng pada hati nurani untuk menjadi apa dan kemana kita
Enam cara yang biasa membuat kita bahagia :
- appreciate every moment life = menghargai setiap momen, yaitu bersyukur
- free your heart from hatred = ikhlas dan lapang dada
- life simply = hidup dan menyikapi hidup dengan sederhana
- give more expect less = banyak memberi, tetapi tidak banyak berarap
- laugh lots = banyak tertawa dan berdenda gurau
- love deeply = merasakan kasih sayang dan cinta kepada siapa saja, termasuk pada diri sendiri
Jadi kebahagiaan itu sebenarnya tak jauh dari diri kita sendiri, tinggal kita yang memilih, mau bahagia atu tidak.
Jodoh adalah rahasia Allah yang kita tak usah memikirkannya, tetapi harus mengusahakannya. Caranya, dengan sellau menjadi wanita terbaik yang selalu mengharap rida-Nya. InsyaAllah, pada waktu dan saat yang tepat, tanpa ditunggu, jodoh yang kita nantikan akan tiba.
Mencintai seseorang karena Allah adalah cinta sejati yang tak bersyarat dan tak menuntut apa-apa. Jika kita mencintai seseorang karena Allah dan keikhlasan hati, kita tak pernah menuntut apa-apa darinya, selain ingin membuatnya bahagia. Kelolalah dan kuasi hati kita sebaik-baiknya dengan hal berikut :
Pertama, jadikan niat mencintai seseorang itu sebagai perwujudan ibadah kepada sesama manusia
Kedua, ketika mencintai, pastikan cinta kepada Allah diatas segalanya. Ukurannya adalah bentuk perhatian kita ketika beribadah. Kita hanya khusyuk memikirkan dia (Allah) dibanding dia.
Ketiga, pengorbanan. cinta akan diuji dengan seberapa besar pengorbanan kita. jika cinta kepada Allah memang melebihi cinta kepada seseorang, apa pun yang terjadi pada seseorang itu, kita akan ikhlas menerimanya. Misalnya, pasangan kita diambil orang, atau mengalami kecelakaan hingga mengalami cacat, maka cinta kita tidak berkurang kita ikhlas menerimanya.
Ketika pasangan lebih mencintai orang lain, kita tetap ikhlas menerimanya karena kita memilih lebih mencintai Allah, Yang Maha Memiliki segalanya. Dia yang memiliki hati kita. Maka kekecewaan yang kita rasakan dapat dikalahkan dengan curahan hangat perasaan kita kepada-Nya. Dialah yang akan mengobati perasaan kecewa tersebut menjadi keikhlasan
(penulis : Mardiana,S.Pd)
(penulis : Mardiana,S.Pd)

Comments
Post a Comment
Silahkan isi komentarnya ^^!