Islam berasal dari kata salam. Artinya "Keselamatan" yaitu selamat secara aqidah, jiwa, harta, keluarga, tempat tinggal, lingkungan dsb.
Syarat menjadi seorang muslim disebutkan dengan jelas dalam rukun islam. Apabila salah satu dari rukun islam tidak dilaksanakan maka status kemuslimannya patut dipertanyakan.
Lalu apa kaitanya orang islam dengan wajib Kaya, dan Pandai. Mari kita renungkan..
1. Syahadat
Dalam rukun islam yang pertama disebutkan yaitu kita mengucapkan kalimat syahadat. Mengucapkan kalimat syahadat secara lahir saja belum cukup. Seseorang harus mengerti artinya dan memahami makna syahadat tersebut. Nah untuk Mengerti dan memahami butuh modal kepandaian. Pandai dapat diperoleh dari membaca dan belajar.
2. Shalat
Islam mewajibkan umatnya untuk mendirikan Shalat. Dalam shalat sangat erat dengan perhitungan. Mulai dari sebelum shalat diwajibkan berwudhu. Berwudhu juga ada tuntunan berapa kali membasahi masing-masing anggota tubuh. Dalam sehari mereka diwajibkan shalat 5 waktu. Masing-masing waktu memiliki jumlah rakaat sendiri. Total rakaat shalat dalam sehari adalah 17 rakaat. Belum lagi ibadah shalat Sunnah. Kemudian jumlah takbir, i'tidal, rukuk, sujud penuh dengan perhitungan. Kalimat dzikir yang harus dibaca sekian kali setiap habis shalat. Kemudian mereka juga harus bisa membaca waktu untuk menentukan masuknya waktu shalat. Belum lagi jika mereka disuatu tempat yang tidak ada jam, maka mereka harus pandai menghitung bayangan matahari, memperkirakan berapa derajat arah kiblat.
3. Mengeluarkan zakat
Zakat diwajibkan bagi mereka dengan penghasilan tertentu. Mereka harus mengeluarkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bagaimana bisa diterima amal zakat seorang muslimnya jika perhitungan zakatnya tidak tepat.
Orang yang mengeluarkan zakat adalah orang yang muslim yang kondisi 0. Maksud dari kondisi 0 yang berarti seseorang tersebut tidak kaya dan tidak pula miskin. Mereka telah memiliki harta yang cukup hitungan dan ketentuannya untuk membayar zakat. Seumpamanya, jika seseorang itu memiliki peghasilan yang bila dihitung sampai dengan setahun mencapai sejumlah 14 suku emas (lebih kurang dalam rupiah 42 juta) maka sudah wajib dia harus mengeluarkan zakatnya 2,5% dari pendapatanya.
Nah silahkan anda berhitung-hitung berapa gaji anda dalam setahun. Jika tidak mencapai angka tersebut berarti anda masuk dalam kondisi minus (-) secara muslim. Bisa diartikan anda malah berhak mendapat shadaqah. Jikapun anda mengeluarkan sebagian harta anda, maka itu hitungannya adalah pahala shadaqah, bukanlah zakat.
4. Berpuasa
Berpuasa sangat erat dengan perhitungan awal bulan dan akhir bulan Ramadhan. Kita harus pandai dalam menentukan kapan masuknya bulan Ramadhan. Walaupun kita memiliki pemimpin yang terdiri dari orang-orang pandai dalam menentukan awal masuknya Ramadhan, tetapi tidak serta merta menyerahkan semua kepada mereka. Kita juga wajib memahami perhitungan tersebut. Seperti yang kita ketahui bersama, ada banyak versi ulama dalam menentukan awal ramadhan, tentu kita harus memiliki dasar dalam menyakini salah satu pendapat tersebut. Kelak semua keputusan kita harus dipertanggung jawabkan
5. Naik Haji
Tentu kita sudah mengetahui, naik haji wajib hukumnya bila Mampu. Nabi Muhammad Bersabda : "Siapa yang memiliki bekal dan kendaraan yang dapat membawa ke Baitul Haram, tetapi ia tidak melakukan haji, maka ia akan mati seperti (matinya orang) Yahudi atau Nasrani" (HR. Tirmizi dan Baihaqi).
Naik haji dengan bekal mampu secara ekonomi dan fisik saja tidak cukup. Kita harus tau tatacara berhaji serta Punya pengetahuan tentang haji.
------
1. Syahadat
Dalam rukun islam yang pertama disebutkan yaitu kita mengucapkan kalimat syahadat. Mengucapkan kalimat syahadat secara lahir saja belum cukup. Seseorang harus mengerti artinya dan memahami makna syahadat tersebut. Nah untuk Mengerti dan memahami butuh modal kepandaian. Pandai dapat diperoleh dari membaca dan belajar.
2. Shalat
Islam mewajibkan umatnya untuk mendirikan Shalat. Dalam shalat sangat erat dengan perhitungan. Mulai dari sebelum shalat diwajibkan berwudhu. Berwudhu juga ada tuntunan berapa kali membasahi masing-masing anggota tubuh. Dalam sehari mereka diwajibkan shalat 5 waktu. Masing-masing waktu memiliki jumlah rakaat sendiri. Total rakaat shalat dalam sehari adalah 17 rakaat. Belum lagi ibadah shalat Sunnah. Kemudian jumlah takbir, i'tidal, rukuk, sujud penuh dengan perhitungan. Kalimat dzikir yang harus dibaca sekian kali setiap habis shalat. Kemudian mereka juga harus bisa membaca waktu untuk menentukan masuknya waktu shalat. Belum lagi jika mereka disuatu tempat yang tidak ada jam, maka mereka harus pandai menghitung bayangan matahari, memperkirakan berapa derajat arah kiblat.
3. Mengeluarkan zakat
Zakat diwajibkan bagi mereka dengan penghasilan tertentu. Mereka harus mengeluarkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bagaimana bisa diterima amal zakat seorang muslimnya jika perhitungan zakatnya tidak tepat.
Orang yang mengeluarkan zakat adalah orang yang muslim yang kondisi 0. Maksud dari kondisi 0 yang berarti seseorang tersebut tidak kaya dan tidak pula miskin. Mereka telah memiliki harta yang cukup hitungan dan ketentuannya untuk membayar zakat. Seumpamanya, jika seseorang itu memiliki peghasilan yang bila dihitung sampai dengan setahun mencapai sejumlah 14 suku emas (lebih kurang dalam rupiah 42 juta) maka sudah wajib dia harus mengeluarkan zakatnya 2,5% dari pendapatanya.
Nah silahkan anda berhitung-hitung berapa gaji anda dalam setahun. Jika tidak mencapai angka tersebut berarti anda masuk dalam kondisi minus (-) secara muslim. Bisa diartikan anda malah berhak mendapat shadaqah. Jikapun anda mengeluarkan sebagian harta anda, maka itu hitungannya adalah pahala shadaqah, bukanlah zakat.
4. Berpuasa
Berpuasa sangat erat dengan perhitungan awal bulan dan akhir bulan Ramadhan. Kita harus pandai dalam menentukan kapan masuknya bulan Ramadhan. Walaupun kita memiliki pemimpin yang terdiri dari orang-orang pandai dalam menentukan awal masuknya Ramadhan, tetapi tidak serta merta menyerahkan semua kepada mereka. Kita juga wajib memahami perhitungan tersebut. Seperti yang kita ketahui bersama, ada banyak versi ulama dalam menentukan awal ramadhan, tentu kita harus memiliki dasar dalam menyakini salah satu pendapat tersebut. Kelak semua keputusan kita harus dipertanggung jawabkan
5. Naik Haji
Tentu kita sudah mengetahui, naik haji wajib hukumnya bila Mampu. Nabi Muhammad Bersabda : "Siapa yang memiliki bekal dan kendaraan yang dapat membawa ke Baitul Haram, tetapi ia tidak melakukan haji, maka ia akan mati seperti (matinya orang) Yahudi atau Nasrani" (HR. Tirmizi dan Baihaqi).
Naik haji dengan bekal mampu secara ekonomi dan fisik saja tidak cukup. Kita harus tau tatacara berhaji serta Punya pengetahuan tentang haji.
------
Nah... itulah beberapa pandangan yang menyebabkan kenapa kita seorang muslim wajib untuk kaya dan pandai. Mari berikhtiar! agar dapat memenuhi rukun islam, sehingga status keislaman kita lebih valid dan bukan sekedar di KTP.
Semoga bermanfaat.
Semoga bermanfaat.
#Terinspirasi dari seorang guru konseling SMK N 7 Palembang
Dra. Siti Hasanah Srim M.Pdi
Comments
Post a Comment
Silahkan isi komentarnya ^^!