Skip to main content

Remake : Sumur Air Zam-zam yang Tak Pernah Kering

remake : http://www.tarbiyah.net/2015/06/misteri-di-balik-air-zam-zam-yang-tidak.html

Salah satu keajaiban yang bisa disaksikan selama berabad-abad adalah sumur air zam zam. Sumber mata air itu terus mengalir meskipun puluhan juta liter diambil setiap musim haji dan jutaan liter lainnya di bulan-bulan biasa.

Seperti diketahui, jumlah jamaah haji rata-rata dalam 10 tahun terakhir mencapai 2,5 juta orang per tahun. Jika masing-masing membawa air zam zam 5 liter ke negaranya, maka ada 12,5 juta liter air zam zam yang diangkut ke berbagai negara. Sedangkan selama di Makkah, 2,5 juta jamaah haji bisa menghabiskan 50 juta liter.

Pada bulan-bulan selain Dzulhijjah, air zam zam tetap diambil. Untuk jamaah umrah hingga untuk suplai ke berbagai masjid di Arab Saudi. Anehnya, meskipun setiap saat dikuran, air zam zam tetap mengalir dan tak pernah kering.

Apa rahasianya? Pada tahun 1971, seorang doktor dari Mesir membuat pernyataan kepada Pers Eropa bahwa air zam zam tidak sehat untuk diminum. Ia berdalih, kota Mekah berada di bawah garis permukaan laut. Kesimpulannya, air zam zam itu berasal dari air sisa buangan penduduk kota Mekah yang meresap, kemudian mengendap terbawa bersama-sama air hujan dan keluar dari sumur zam zam.

Ketika berita yang berpotensi merugikan dunia Islam ini didengar oleh Raja Faisal, ia amat marah kemudian memerintahkan Menteri Pertanian dan Sumber Air untuk menyelidikinya. Maka dikirimlah sampel air zam zam ke laboratorium-laboratorium di Eropa.

Seperti dikutip Dakwatuna, hasil penelitian itu menunjukkan menunjukkan bahwa air zam zam mengandung zat fluorida yang memiliki daya efektif membunuh kuman, layaknya seperti sudah mengandung obat. Dibandingkan dengan air sumur lain di kota Mekah, kandungan kalsium dan garam magnesium pada air zam zam lebih banyak daripada sumur lainnya. Tak heran jika jamaah haji yang kelelahan lalu minum air zam zam, mereka merasakan kesegaran kembali.

Hasil penelitian tersebut secara otomatis membantah pernyataan doktor Mesir itu. Ia tidak bisa lagi menuduh macam-macam atas air zam zam setelah penelitian tersebut dipublikasikan.

Yang mengherankan dan masih menjadi misteri, sumur air zam zam adalah sumur yang sangat kecil untuk ukuran jutaan liter tiap bulan dan tidak pernah kering sejak 14 abad silam.

Thariq Hussain, seorang insinyur kimia yang bekerja di Instalasi Pemurnian Air Laut untuk diminum, di Kota Jedah, mendapat tugas menyelidiki sumur air zam zam. Ternyata “kolam” sumur yang tak pernah kering itu hanya berukuran 18 x 14 feet saja (Kira-kira 5 x 4 meter).

Berapa kedalamannya? Thariq menyuruh asistennya yang memiliki tinggi badan 5 feet 8 inci untuk memeriksa. Ternyata air sumur itu hanya mencapai sedikit di atas bahu asisten tersebut. Thariq dan asistennya juga mencari jika ada cerukan atau saluran pipa di bawah sana. Ternyata tidak ada apapun!

Thariqlah yang kemudian mengambil sampel air zam zam tersebut dan dibawa ke Eropa untuk diuji. Hasilnya seperti di atas. Air zam zam terbukti bersih dan menyehatkan. Uji laboratorium telah membuktikan. Yang masih menjadi misteri hingga kini, bagaimana sumur sekecil itu bisa mengeluarkan jutaan liter air selama berabad-abad dan tak pernah kering di saat sumur-sumur lain di kota Makkah –termasuk saat Thariq memeriksanya- sedang mengalami kekeringan.

Mulai tahun 1994, sumur air zam zam dikelola lebih modern dengan menambahkan saluran agar air zam zam bisa ditampung lebih banyak untuk melayani jamaah haji, umrah dan penduduk tanah suci. Pompa pun telah ditambahkan. Air zam zam lebih banyak digunakan, namun sumur ajaib itu tak pernah kering. Insya Allah tetap mengalir hingga khir zaman. [Ibnu K/Tarbiyah]

Comments

Popular posts from this blog

Nine Month s

Medan sebuah kota yang tak pernah terbesit sebelumnya Sebuah kota maju kota metropolitan seperti Jakarta namun seperti ditinggalkan Bertemu dengan delapan mahasiswa  yang menjadi sahabat bagiku Membangun FKM bersama-sama Lalu datanglah Bahagia dan rintangan datang bergantian Hati dan pikiran semuanya termuara pada mereka Sampai segala puncak cobaan yang tak terbendung Perlakukan manusia zalim yg tak bisa tercena olah akal sehat Fitnah lalu lalang menghantam tak kunjung usai  Terkadang berbuat baik, tak mesti disambut gayung Malah lebih banyak ditiupkan ombak yg menerjang sampan kecil hingga terbalik Menoleh kembali perjuangan Rasulullah, Kehinaan ini tak seberapa dibandingkan dgn kisah sirah nabawiyah. Mencoba membingkai skenario Tuhan Hendak derajat mana yang akan dinaikkan Apakah harus melawan atau diamkan Bulir airmata menitik deras namun hanya sajadah dan AlQuran saksi kesendirian Hanya bertumpu pada keyakinan, akhir kisah ini, Allah pasti akan memb...

Kualitas Pendidikan Di Indonesia

Ada 3 artikel bagus yg ditulis oleh Elizabeth Pisani tentang kualitas pendidikan di Indonesia. Pisani adalah jurnalis Reuters yg banyak menulis tentang Indonesia. Salah satu bukunya, 'Indonesia Etc', adalah buku bagus yg mendapat banyak pengakuan internasional Dalam tulisannya, Pisani menyoroti prestasi anak2 Indonesia dalam tes PISA. PISA adalah tes yg diadakan OECD untuk menguji kemampuan anak2 usia 15 tahun di puluhan negara dalam bidang sains (science), matematika (math) dan membaca (reading). Tes ini diadakan 3 tahun sekali. Di 2 tes terakhir pada tahun 2012 dan 2015, Indonesia mendapat peringkat 60-an dari 70 negara di ketiga bidang yg diujikan. Jauh di bawah negara2 tetangga di ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, apalagi Singapura. Contohnya: hasil tes 2015 menunjukkan, 55% anak Indonesia punya kemampuan sangat buruk di tes membaca. Semua soal tes PISA sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia loh padahal.. 😅 Reading comprehension mereka ternyata sangat rendah....

Research Article vs. Review Article

RESEARCH ARTICLE A research article describes a study that was performed by the article’s author(s). It explains the methodology of the study, such as how data was collected and analyzed, and clarifies what the results mean. Each step of the study is reported in detail so that other researchers can repeat the experiment. The research article will be based on the analysis and interpretation of this data.  To determine if a paper is a research article, examine its wording. Research articles describe actions taken by the researcher(s) during the experimental process. Look for statements like “we tested,” “I measured,” or “we investigated.” Research articles also describe the outcomes of studies. Check for phrases like “the study found” or “the results indicate.” Next, look closely at the formatting of the article. Research papers are divided into sections that occur in a particular order: abstract, introduction, methods, results, discussion, and references. REVIEW ARTIC...