Skip to main content

Final Kehidupan: Siapa sih Orang Sukses itu?




Wah.... teman yang dahulu peringkat biasa saja dikelas, kuliah di kampus biasa aja, sekarang sudah kerja diperusahaan ini.. dan itu.
Wah... teman kampus yang ipk nya biasa aja, tamatnya juga agak telat, malah duluan kerja. keren..!!!
Wah... teman yang biasa aja, eh.. malah nikah duluan. anaknya udah satu, lucu lagi. Wah ...

wah.. wah...dan wah...

Begitulah hidup yang berbolak-balik
Tidak ada yang bisa menjamin kesuksesan orang dimasa depan
Tidak ada yang berhak menghukum final atas kehidupan orang lain

Apakah fakir tujuh turunan,  tidak akan kaya raya?
Keadaan akan berbalik jikalau anak-anaknya sekolah lalu sukses
Apakah orang yang zalim dan maksiat akan selalu menjadi "sampah masyarakat"?
padahal sudah banyak dai kondang di negeri ini yang juga punya masa kelam sebelum hijrahnya.
Padahal... tidak ada final dalam hidup ini, semuanya adalah proses sampai ditutup buku catatan amal. Yaitu kematian.
Wajar, sesuatu yang fisik lebih silau untuk terlihat dan dikepoin.

Mereka yang buruk dengan nilai minus, akan dapat mengulang kembali hidup. Membayar hal minus dari 0 menjadi plus. Itulah proses kehidupan mereka yang tidak terlihat oleh oranglain.
Padahal proses adalah poin terpenting dalam hasil. Namun paling jarang untuk direnungkan.
Cukup pegang sunatullah.. bahwa "manusia mendapatkan apa yang diusahakannya saja" an-Najm 39

Hayu..!
Jangan iri pada ujian oranglain, jangan ngeluh pada ujian sendiri.
Jangan lupa, semua yang terjadi pada kehidupan kita sekarang, adalah instrumen berisi soal-soal akhirat yang Harus kita jawab, untuk akhirnya dikoreksi dan dihisab.

Apapun yang kita cita-citakan didunia adalah untuk akhirat

Kesuksesan didunia bukan lagi harta, jabatan, anak dan istri, karena semua itu adalah semu.
Justru kita harus berlomba-lomba menjadi orang yang tinggi derajatnya, dengan indikator yang diberi tahu Allah SWT lewat Al-Qur'an yaitu :
"Allah akan meninggikan orang-orang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat" (Mujadalah :11)

Tuh kan ga ada dibilang manusia terbaik dan sukses adalah berharta dan punya jabatan.

Akhirnyaaa...
Sampai kita akan sepakat pada patokan terbaik sukses dunia adalah bagaimana akhir hidupnya. Sebagaimana disebutkan dalam hadist : 
"Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya" [HR Bukhari]

Iya !!! harusnya cita-cita tertinggi kita adalah Khusnul Khotimah. Harusnya kita iri pada mereka yang memiliki happy ending pulang ke rumah.
DAN khusnul khotimah hanya didapat dari proses yang baik. 

Comments

Popular posts from this blog

Nine Month s

Medan sebuah kota yang tak pernah terbesit sebelumnya Sebuah kota maju kota metropolitan seperti Jakarta namun seperti ditinggalkan Bertemu dengan delapan mahasiswa  yang menjadi sahabat bagiku Membangun FKM bersama-sama Lalu datanglah Bahagia dan rintangan datang bergantian Hati dan pikiran semuanya termuara pada mereka Sampai segala puncak cobaan yang tak terbendung Perlakukan manusia zalim yg tak bisa tercena olah akal sehat Fitnah lalu lalang menghantam tak kunjung usai  Terkadang berbuat baik, tak mesti disambut gayung Malah lebih banyak ditiupkan ombak yg menerjang sampan kecil hingga terbalik Menoleh kembali perjuangan Rasulullah, Kehinaan ini tak seberapa dibandingkan dgn kisah sirah nabawiyah. Mencoba membingkai skenario Tuhan Hendak derajat mana yang akan dinaikkan Apakah harus melawan atau diamkan Bulir airmata menitik deras namun hanya sajadah dan AlQuran saksi kesendirian Hanya bertumpu pada keyakinan, akhir kisah ini, Allah pasti akan memb...

Kualitas Pendidikan Di Indonesia

Ada 3 artikel bagus yg ditulis oleh Elizabeth Pisani tentang kualitas pendidikan di Indonesia. Pisani adalah jurnalis Reuters yg banyak menulis tentang Indonesia. Salah satu bukunya, 'Indonesia Etc', adalah buku bagus yg mendapat banyak pengakuan internasional Dalam tulisannya, Pisani menyoroti prestasi anak2 Indonesia dalam tes PISA. PISA adalah tes yg diadakan OECD untuk menguji kemampuan anak2 usia 15 tahun di puluhan negara dalam bidang sains (science), matematika (math) dan membaca (reading). Tes ini diadakan 3 tahun sekali. Di 2 tes terakhir pada tahun 2012 dan 2015, Indonesia mendapat peringkat 60-an dari 70 negara di ketiga bidang yg diujikan. Jauh di bawah negara2 tetangga di ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, apalagi Singapura. Contohnya: hasil tes 2015 menunjukkan, 55% anak Indonesia punya kemampuan sangat buruk di tes membaca. Semua soal tes PISA sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia loh padahal.. 😅 Reading comprehension mereka ternyata sangat rendah....

Research Article vs. Review Article

RESEARCH ARTICLE A research article describes a study that was performed by the article’s author(s). It explains the methodology of the study, such as how data was collected and analyzed, and clarifies what the results mean. Each step of the study is reported in detail so that other researchers can repeat the experiment. The research article will be based on the analysis and interpretation of this data.  To determine if a paper is a research article, examine its wording. Research articles describe actions taken by the researcher(s) during the experimental process. Look for statements like “we tested,” “I measured,” or “we investigated.” Research articles also describe the outcomes of studies. Check for phrases like “the study found” or “the results indicate.” Next, look closely at the formatting of the article. Research papers are divided into sections that occur in a particular order: abstract, introduction, methods, results, discussion, and references. REVIEW ARTIC...