Bismillah...
Akhir-akhir ini banyaknya whatsapp masuk request tentang peminatan epidemiologi, kalini penulis mencoba menceritakan sedikit kesan pesan selama kuliah di epidemiologi.
Kesehatan masyarakat terbagi menjadi beberapa peminatan salah satunya epidemiologi.
Kaca pembesar yang artinya adalah researching adalah maskotnya anak epidemiologi
Epidemiologi kita singkat jadi epid aja ya. Sedangkan Epidemiolog adalah panggilan untuk orangnya. Epidemiolog adalah profesi dari ilmuwannya bidang kesehatan.
Adalagi istilah Mother of public health... nih juga slogannya epid.
Because...
Kenyataanya saat ujian profesi kesehatan masyarakat atau usmkmi diakhir setelah wisuda soal-soalnya banyak mengenai epidemiologi. . Epid banyak belajar tentang kesehatan masyarakat. Atau kesehatan masyarakat banyak belajar epid ya? Hmmm.. Pokoknya gitulah ya saling belajar
Gimana sih sistem perkuliahan anak epid?
Otreeey biar sistematis kita mulai dari tahun awal peminatan ya.
*Tahun pertama kelas peminatan*
Diawal kita belajar mengenai epid dengan temannya peminatan. Seperti epidemiologi gizi, epidemiologi k3, epidemiologi kesling, epidemiologi kebijakan, epidemiologi sosial perilaku. Nah lohh..
Epid gizi belajarnya secara umum untuk mengetahui gimana sih sebaran masalah gizi di indonesia. Terus bagaimana sih cara melakukan penelitian tentang gizi. Nanti kita belajar menghitung asupan gizi seseorang, kita bisa tahu orang ini itu kurang gizi marasmus gizi buruk atau obesitas.
Nah, Begitu juga epid epid yang lain.
Kalau k3 kita belajar bagaimana angka kejadian kecelakaan kerja, bagaimana cara meneliti seseorang mengalami penyakit akibat kerja.
Epid sosial perilaku belajar meneliti bagaimana suatu kebudayaan masyarakat mengakibatkan penyakit.
Epid kebijakan kita belajar evaluasi kebijakan pemerintah apakah sudah sesuai dengan evidence based atau sesuai dengan fakta dan data.
Adalagi nih epidemiologi penyakit menular dan penyakit tidak menular. Semua dilahap.
Semester ini bejibun tugas - tugas penelitian skala kecil. Setiap epid'epid diatas mempunyai tugas uas berupa hasil penelitian. Nanti diakhir semester kita presentasi hasil penelitian kita
Semester selanjutnya belajar mengenai substansi epidemiologi
Misal matakuliah Gis. Geografis information system.
Matakuliah ini menurut penulis matakuliah paling menyenangkan. Kita belajar melakukan pemetaan penyakit dengan sebuah teknologi GIS. Belajarnya praktikum di lab komputer. Kita belajar membuat peta dengan bantuan alat gps. Diakhir semester kita melakukan penelitian ke masyarakat dengan melakukan tracking dan plotting penyakit, misalnya penyakit typoid. Dari hasil penelitian kita akan tahu daerah atau kelurahan mana yang banyak typoid. apakah penyakit itu ternyata dekat dengan sungai yang kotor atau dekat dengan timbunan sampah. Pokoknya seruuu...
Substansi lainnya yang menambah wawasan kita berasa sedikit seperti anak kedokteran. kita belajar tentang imunologi dan vaksinasi yaitu tentang bagaimana proses pemberian kekebalan tubuh bereaksi untuk melindungi tubuh terhadap penyakit.
Matakuliah Biokimia yaitu tentang bagaimana reaksi unsur2 kimia dalam tubuh kita kaitanya dalam penyakit. Seperti belajar bagaimana proses radikal bebas membuat seseorang terkena kanker. Lalu zat dalam makanan mana yang dapat menangkal radikal bebas. Duh.. kalau matakuliah ini kudu minum kopi sebaskom. Matakuliah agak berat dan butuh konsentrasi tinggi untuk menghayal. Huehehe
Matakuliah seru dan membawa kita ke lintas negara. Matakuliah Zoonosis yaitu belajar tentang penyakit bersumber binatang seperti antraks, pes atau kutu tikus, lepstospirosis atau kencing tikus dan penyakit penyakit unik dunia yang belum kita dengar sebelumnya. Seperti swine flu, sars, dan teman temannya
*Tahun kedua*
Setelah cukup bekal keilmuan dan teori dikelas kita dibekali dengan ilmu lapangan.
Kuliah lapangannya kita banyak main ke balai - balai penelitian penyakit seperti balai penelitian vektor di salatiga. Badan pengembangan vaksin indonesia atau biofarma. Bisa juga kunjungan ke kementrian kesehatan untuk melihat penelitian vektor.
Semester ini kita mendalami ilmu metodologi penelitian. Dari mulai desain penelitian sederhana sampai experiment klinis.
Semakin akrab dengan hitung menghitung. Dari menghitung sampling, error penelitian, statistik analisis data, sampai menilai kualitas jurnal internasional yang sudah dipublis.
Kita mulai mencoba mempublikasi hasil riset-riset mini yang sudah dilakukan ditahun pertama peminatan. Dari skala nasional sampai internasional. Beranikan diri insyaAllah bisa go internasional dari buah karya kerja keras kita selama di epid. Ga usah khawatir dengan bahasa inggris yang masih seret. Kudu dikejar publikasi internasional mumpung masih status mahasiwa, karena banyak lowongan penyandang dana. Nih ada firman Allah yang bikin semangat Balik Lagi. "Manusia hanya mendapatkan apa yang diusahakannya saja" an najm 39
Setelah mateng dengan bekal teori dan lapangan, kita diuji coba dengan magang dan seminar profesi.
Kalau magang kita kebanyakan melakukan analisis kebijakan tempat kita magang apakah sudah sesuai dengan data dan fakta.
Kalau seminar profesi kita melakukan penelitian dalam skala besar dengan teman sekelas. Hasil penelitian lalu dipublikasikan ke masyarakat yang perlu tahu hasil penelitian kita. Mengundang mereka dengan cara mengadakan seminar terbuka untuk umun lalu mendatangkan pakar atau ahli dalam substansi penelitian kita. seperti dari orang kementrian kesehatan dan ilmuwan senior. Masyarakat akan dapat langsung bertanya dan berdiskusi dalam forum ini.
Tahap akhir adalah skripsi.
Kece banget kan...!!! Rasanya ga ada waktu buat galau-galau gak berguna selama menjadi mahasiswa epid. Otaknya estafet buat proyek penelitian yang bejibun.
Lulusnya berapa tahun ya...?
Sama seperti yang lain, epid bisa lulus paling cepat 4 tahun. Jaranglah anak epid lulus diatas 5 tahun. Karena mereka sudah sangat menguasai riset yang rumit apalagi tentunya metode penelitian jenis skripsi. Huehehhe
Kerjanya jadi apa..??
Kalau ini jangan ditanya.
Googling aja lowongan kerja pns di lingkungan kemenkes sampai puskesmas. Sekarang lagi banyak dicari lulusan epidemiolog.
Selain itu pusat-pusat penelitian negeri maupun swasta menunggu kalian.
Belum lagi departemen penelitian di fakultas - fakultas kedokteran banyak banget nyari anak-anak lulusan epidemiologi. Jangan takut ga kerja.
Cukup tergambar ya....?
Kalau temen temen masih bingung bingung Silahkan bertanya lewat komentar atau langsung whatapp aje. InsyaAllah selalu direspon walau agak lambat ya ^^!
Semoga dapat membantu untuk kalian yang sedang galau pemilihan peminatan di public health.
Akhir-akhir ini banyaknya whatsapp masuk request tentang peminatan epidemiologi, kalini penulis mencoba menceritakan sedikit kesan pesan selama kuliah di epidemiologi.
Kesehatan masyarakat terbagi menjadi beberapa peminatan salah satunya epidemiologi.
Kaca pembesar yang artinya adalah researching adalah maskotnya anak epidemiologi
Epidemiologi kita singkat jadi epid aja ya. Sedangkan Epidemiolog adalah panggilan untuk orangnya. Epidemiolog adalah profesi dari ilmuwannya bidang kesehatan.
Adalagi istilah Mother of public health... nih juga slogannya epid.
Because...
Kenyataanya saat ujian profesi kesehatan masyarakat atau usmkmi diakhir setelah wisuda soal-soalnya banyak mengenai epidemiologi. . Epid banyak belajar tentang kesehatan masyarakat. Atau kesehatan masyarakat banyak belajar epid ya? Hmmm.. Pokoknya gitulah ya saling belajar
*Tahun pertama kelas peminatan*
Diawal kita belajar mengenai epid dengan temannya peminatan. Seperti epidemiologi gizi, epidemiologi k3, epidemiologi kesling, epidemiologi kebijakan, epidemiologi sosial perilaku. Nah lohh..
Epid gizi belajarnya secara umum untuk mengetahui gimana sih sebaran masalah gizi di indonesia. Terus bagaimana sih cara melakukan penelitian tentang gizi. Nanti kita belajar menghitung asupan gizi seseorang, kita bisa tahu orang ini itu kurang gizi marasmus gizi buruk atau obesitas.
Nah, Begitu juga epid epid yang lain.
Kalau k3 kita belajar bagaimana angka kejadian kecelakaan kerja, bagaimana cara meneliti seseorang mengalami penyakit akibat kerja.
Epid sosial perilaku belajar meneliti bagaimana suatu kebudayaan masyarakat mengakibatkan penyakit.
Epid kebijakan kita belajar evaluasi kebijakan pemerintah apakah sudah sesuai dengan evidence based atau sesuai dengan fakta dan data.
Adalagi nih epidemiologi penyakit menular dan penyakit tidak menular. Semua dilahap.
Semester ini bejibun tugas - tugas penelitian skala kecil. Setiap epid'epid diatas mempunyai tugas uas berupa hasil penelitian. Nanti diakhir semester kita presentasi hasil penelitian kita
Semester selanjutnya belajar mengenai substansi epidemiologi
Misal matakuliah Gis. Geografis information system.
Matakuliah ini menurut penulis matakuliah paling menyenangkan. Kita belajar melakukan pemetaan penyakit dengan sebuah teknologi GIS. Belajarnya praktikum di lab komputer. Kita belajar membuat peta dengan bantuan alat gps. Diakhir semester kita melakukan penelitian ke masyarakat dengan melakukan tracking dan plotting penyakit, misalnya penyakit typoid. Dari hasil penelitian kita akan tahu daerah atau kelurahan mana yang banyak typoid. apakah penyakit itu ternyata dekat dengan sungai yang kotor atau dekat dengan timbunan sampah. Pokoknya seruuu...
Substansi lainnya yang menambah wawasan kita berasa sedikit seperti anak kedokteran. kita belajar tentang imunologi dan vaksinasi yaitu tentang bagaimana proses pemberian kekebalan tubuh bereaksi untuk melindungi tubuh terhadap penyakit.
Matakuliah Biokimia yaitu tentang bagaimana reaksi unsur2 kimia dalam tubuh kita kaitanya dalam penyakit. Seperti belajar bagaimana proses radikal bebas membuat seseorang terkena kanker. Lalu zat dalam makanan mana yang dapat menangkal radikal bebas. Duh.. kalau matakuliah ini kudu minum kopi sebaskom. Matakuliah agak berat dan butuh konsentrasi tinggi untuk menghayal. Huehehe
Matakuliah seru dan membawa kita ke lintas negara. Matakuliah Zoonosis yaitu belajar tentang penyakit bersumber binatang seperti antraks, pes atau kutu tikus, lepstospirosis atau kencing tikus dan penyakit penyakit unik dunia yang belum kita dengar sebelumnya. Seperti swine flu, sars, dan teman temannya
*Tahun kedua*
Setelah cukup bekal keilmuan dan teori dikelas kita dibekali dengan ilmu lapangan.
Kuliah lapangannya kita banyak main ke balai - balai penelitian penyakit seperti balai penelitian vektor di salatiga. Badan pengembangan vaksin indonesia atau biofarma. Bisa juga kunjungan ke kementrian kesehatan untuk melihat penelitian vektor.
Semester ini kita mendalami ilmu metodologi penelitian. Dari mulai desain penelitian sederhana sampai experiment klinis.
Semakin akrab dengan hitung menghitung. Dari menghitung sampling, error penelitian, statistik analisis data, sampai menilai kualitas jurnal internasional yang sudah dipublis.
Kita mulai mencoba mempublikasi hasil riset-riset mini yang sudah dilakukan ditahun pertama peminatan. Dari skala nasional sampai internasional. Beranikan diri insyaAllah bisa go internasional dari buah karya kerja keras kita selama di epid. Ga usah khawatir dengan bahasa inggris yang masih seret. Kudu dikejar publikasi internasional mumpung masih status mahasiwa, karena banyak lowongan penyandang dana. Nih ada firman Allah yang bikin semangat Balik Lagi. "Manusia hanya mendapatkan apa yang diusahakannya saja" an najm 39
Setelah mateng dengan bekal teori dan lapangan, kita diuji coba dengan magang dan seminar profesi.
Kalau magang kita kebanyakan melakukan analisis kebijakan tempat kita magang apakah sudah sesuai dengan data dan fakta.
Kalau seminar profesi kita melakukan penelitian dalam skala besar dengan teman sekelas. Hasil penelitian lalu dipublikasikan ke masyarakat yang perlu tahu hasil penelitian kita. Mengundang mereka dengan cara mengadakan seminar terbuka untuk umun lalu mendatangkan pakar atau ahli dalam substansi penelitian kita. seperti dari orang kementrian kesehatan dan ilmuwan senior. Masyarakat akan dapat langsung bertanya dan berdiskusi dalam forum ini.
Tahap akhir adalah skripsi.
Lulusnya berapa tahun ya...?
Sama seperti yang lain, epid bisa lulus paling cepat 4 tahun. Jaranglah anak epid lulus diatas 5 tahun. Karena mereka sudah sangat menguasai riset yang rumit apalagi tentunya metode penelitian jenis skripsi. Huehehhe
Kerjanya jadi apa..??
Kalau ini jangan ditanya.
Googling aja lowongan kerja pns di lingkungan kemenkes sampai puskesmas. Sekarang lagi banyak dicari lulusan epidemiolog.
Selain itu pusat-pusat penelitian negeri maupun swasta menunggu kalian.
Belum lagi departemen penelitian di fakultas - fakultas kedokteran banyak banget nyari anak-anak lulusan epidemiologi. Jangan takut ga kerja.
Cukup tergambar ya....?
Kalau temen temen masih bingung bingung Silahkan bertanya lewat komentar atau langsung whatapp aje. InsyaAllah selalu direspon walau agak lambat ya ^^!
Semoga dapat membantu untuk kalian yang sedang galau pemilihan peminatan di public health.
Comments
Post a Comment
Silahkan isi komentarnya ^^!