Skip to main content

Selempang Comlaude #2

Assalamu'alaikum pak, saya mahasiswa Magister IKM

Oh iya ya masuk. 

Ini pak, saya mau minta tandatangan bapak untuk berkas pengajuan wisuda.

Oh iya ya kamu sudah selesai ya. Anu... berapa orang sudah selesai di S2 kita.

Emmm itu pak saya sendiri pak. Yang lain sedang menyusun proposal pak

Oh iya, ya. ini masa studi kamu ya, 

Iya pak Alhamdulillah pak, Ini pak.

Dekan mmenandatangani setiap berkas wisuda
 aku pun mengeluarkan SK pedoman akademik

Pak, ada yang ingin saya diskusikan dengan bapak

Iya bole, apa itu..?

Begini pak, saya lulus Alhamdulillah dgn IPK sekian dan tamat dalam waktu sekian. Untuk memenuhi syarat comlaude insyaAllah sudah memenuhi pak. Tetapi ada satu masalah pak

Wah alhamdulillah ya.. Masalah apa itu?

Salah satu syarat di pascasarjana untuk camlaude adalah tidak boleh mengulang pak. Kebetulan saya kemarin mengulang salah satu matkul dari B ke A pak. Jujur saja pak, ini bukan dilebih-lebihkan pak, tujuan saya bukan karena nilai saja pak, tetapi nilai ini penunjang karir pak. 
Berhubung juga ada perbedaan peraturan, teman-teman saya di magister biomedik tidak dipermasalahkan mengenai matakuliah mengulang pak. Mengapa ada perbedaan antar fakultas. Lalu peraturan rektor sendiri mengenai predikat yudisium magister sama seperti magister biomedik.

Ada perbedaaan begitu ya.  zata kalau ada peraturan dari rektor maka itu yang kita ikuti. Sini mana SK peraturan rektor itu, saya tulis disini ya nama kamu. Zata ismah ya, kamu camlaude. nanti saya yang bawakan ke rektorat masalah ini.

Alhamdulillah terimakasih banyak ya pak. Berarti saya sudah bisa daftar wisuda ya pak.

Iya ya sudah kamu bisa daftar. Segera bawa transkrip nilai kamu.

Iya baik pak, Terimakasih banyak pak. Assalamualaikum

Walaikumsalam

Aku melangkahkan kaki keluar ruangan dekanat. Seraya terus mengucapkan kalimat dzikir. 
Hingga sampai di Bus Transmusi menuju Palembang, tak terasa air mataku menetes Subhanallah. Seandainya kemarin aku pasrah... 
Memang 70% orang-orang luar biasa yang dianugerahkan disekitar kitalah yang membuat kita sukses. Aku berterimakasih memiliki orangtua yang sering membakar semangat juangku, serta rekan kerja yang berkualitas. 
Alhamdulillah

###
Aku menuju ruang sidang temanku sekalian untuk bertemu dengan staf akademik mengenai hasil keputusan dekan. Tetapi Staff akademik melihatku diruangan kemudian beliau menghampiriku.

bagaimana zata? apa keputusan dekan?

dekan mengikuti keputusan rektor mba.

oh begitu.
Dengan wajah yang tidak suka, kemudian dia berjalan menuju ketua prodi. aku melihat mereka berbisik-bisik, dan sekilas ketua prodi melihatku sedikit sinis. Lalu staff itu kembali ketempat dudukku.

zata kata ibu ya sudah dikasih aja.

Alhamdulillah terimakasih mba atas kerjasamanya. Jadi zata boleh ya daftar besok. 

Aku segera mengemas tasku dan menuju rumah. Walaupun aku sedikit kecewa dengan respon ketua prodi. Aku juga bingung dengan beliau. Padahal beliau tahu persis bagaimana track record prestasiku selama kuliah. 
Padahal mahasiswa yang bersedia maju setiap perkuliahanya satu-satunya hanya aku. Seandainya aku tidak mau maju, maka setiap perkuliahannya tidak akan ada mahasiswa yang presentasi karena tidak ada yang mengerjakan tugas. Dia juga tahu bahwa, kemarin aku satu-satunya mahasiswa yang berkecimpung setiap konferensi internasional. Aku satu-satunya perwakilan mahasiswa yang menyumbang sertifikat prestasi untuk menambah angka kredit akreditas prodi. Beliau juga pernah meminta tolong kepadaku mengenai penelitiannya. Tetapi seolah beliau melupakan ingatannya, seolah-olah melabel bahwa aku hanya mahasiswa biasa saja yang mengemis predikat kelulusan.

Biarlah.. Allah yang membalas dengan berlipat ganda.

###
H-2 Penutupan Wisuda
Aku menuju ruang prodi untuk mengambil transkrip nilai serta tanda tangan ketua prodi. Aku menelpon staff akademik namun nomor beliau selalu sibuk.
Akupun menunggu diluar ruangan hingga beliau datang. Aku merasa hawa tidak mengenakkan selama menunggu beliau. 
Semoga tidak terjadi apa-apa.

Tidak lama beliau datang dengan wajah berbinar dan sedikit masam melihat ku.

Zata nanti dulu kamu daftar wisuda. mba ga jadi print transkrip nilai kamu. Kata temen mba yang TU pasca dibawah ga ada cerita yang ngulang matakuliah dapat camlaude. Ini gak bisa dibiarin nanti jadi temuan. Sebentar dulu mba telpon ketua prodi dulu.

Seperti tersambar petir muatan 1000 kali bom. Aku menghela nafas dan beristighfar. Ternyata hujan deras turun lagi. Musim Semi belum mau datang rupanya. 

Ya Allah engkau pemiliki skenario ini. Astaghfirullah. 

Jadi bagaimana mba? Zata tidak bisa daftar?

Iya. Nanti dulu zata daftar. Yasudah mba turun ke bawah dulu ada temen kamu ujian datang aja nonton.

Akupun turun kebawah, menghadiri sidang proposal temanku. Pilihanku untuk mengikuti saran beliau ternyata kurang tepat. Aku menyaksikan pemandangan yang menyakitkan. Staff akademik menelpon ketua dan seketaris prodi tidak henti. Terdengar sayup-sayup mengenai camlaude. Dengan diakhiri statment diujung telpon iya nanti jadi temuan bu... Jangan begitu kita bu.

Selesai sidang temanku, staff akademik mendekatiku,

Zata, ketua prodi sedang membicarakan masalah ini ke dekan. Kebetulan dekan sedang ada ujian mahasiswa, jadi mba tetep belum bisa mengeluarkan transkrip.

Aku hanya bisa menggelengkan kepala. 
Terus berusaha tenang sambil menyusun strategi.
Masalah yang cukup menguras otak untuk mengatur strategi. Aku pikir masalah ini akan simple, ternyata menjadi berbelit-belit.

Ga habis pikir, Ya Allah, kok staff akademik ini berani banget ya, padahal dekan sudah mengeluarkan keputusannya. Sedangkan Beliau dengan PD menentang hanya berdasarkan "kata" teman-teman sesama staf. 

Well, artinya aku gak boleh kalah. SK rektor yang masih bisa aku banding sampai rektor.
Kita lihat saja besok hari terakhir penutupan pendaftaran. Siapa yang akan menang ya. Jikapun dekan memihak kalian, maka aku tidak akan berhenti sampai mendapatkan keterangan resmi dari rektor. Sampai akhir perjuangan ini, pahitnya rektor pun setuju dengan kalian, maka aku sudah sangat ikhlas, tidak akan pernah aku sesalkan.

###
Hari H penutupan wisuda.

Aku mau tak mau harus mendapatkan tanda tangan ketua prodi. Aku sudah menguatkankan batin jika beliau mengeluarkan kata-kata yang kurang sepakat dengan pendapatku.

Jadi yang mana zata yang mau saya tanda tangan?

Ini bu. hari ini penutupan terakhir bu..

oh ya, ini masalah predikat kamu masih belum pasti ya. Nanti dipertengahan bisa jadi comlaudenya batal kalau tidak sesuai dengan peraturan

aku menghela nafas, tidak bisa berkata apa-apa lagi dengan mode berusaha sok cool.
iya bu. tidak masalah.

Aku menuju indralaya dengan membawa beberapa strategi terakhir untuk dilancarkan hari ini. 

Sampai di ruang dekan, aku langsung disapa dekan.

Halo zata, mari masuk keruangan saya.

oh iya baik pak. Anu... maaf pak apakah bapak sudah membicarakan masalah saya dengan ketua prodi pak. Soalnya beliau belum sepakat dengan keputusan kemarin.

Iya sudah zata.. sudah. Kemarin sore sudah saya tekankan kepada beliau.
Jadi begini zata, saya sudah menemui Rektorat biro akademik. Peraturan itu sudah jelas, kenapa sih harus diobok-obok lagi. kenapa dibuat pusing di panjang-panjangin dibuat ribut. Saya sudah tegas memutuskan zata camlaude. Siapa sih yang membuat gaduh ini sebenarnya

Aku terbelalak terkejut dengan apa yang beliau katakan. Ternyata beliau tetap dipihakku. Artinya aku tidak perlu sampai banding ke rektorat. Alhamdulillah ya ALLAH..

Anu pak.. itu sebenarnya bukan ketua prodi pak yang mempermasalahkan. Anu... staff akademik kami pak yang banyak menerima informasi dari teman-temannya pascasarjananya jadi beliau sedikit ketakutan pak

lah itu makanya. Kita kan bukan dibawah pasca kita kan sudah memisahkan di fakultas. Kami juga berterimakaih kepada Zata karena sudah kritis. Kalau tidak diadukan ini tidak menjadi masukan untuk kami hal-hal yang penting seperti ini. Ya sudah zata, mana transkrip kamu segeralah daftar wisuda harini terakhirkan.

Iya pak. Terimakasih banyak sebelumnya pak.

Pukul 11.00 WIB aku segera menuju kabag TU untuk memasukkan transkrip nilai.

Kamu zata bukan, yang bermasalah dengan transkrip nilai kemarin bukan?
Kabag TU menyapaku
iya bu, saya. Apakabar bu.

Sini, ibu mau bercerita. 
Kemarin kenapa sih sih TU kalian sama ketua prodi ngotot banget. Kamu tau ga, semua staff FKM kemarin ribut dan rame membahas masalah ini. Sampai-sampai kami menemui rektorat biro akademik mengadukan masalah ini. Memang ketua prodi kalian membandingkan dengan perarturan Pasca yang merujuk kepada SK menteri. Jadi ibu sampai ngeprint keputusan menteri. Ini lihat Ibu baca dengan teliti, tidak ada kata-kata mengulang mata kuliah adalah syarat gugur camlaude. Kok pasca berani begitu membuat keputusan yang mengada-ada.

Subhanallah, begitu ya bu. Saya terimakasih banget bu, mohon maaf ya bu sudah merepotkan staf FKM segala bu.

Iya tidak apa-apa zata. justru bagus, ini jadi masukan. Lah kan kasian mahasiswa yang dipasca itu dirugikan dengan syarat yang mengada-ada. Yasudahlah ya itu urusan mereka yang penting kita FKM sudah meneliti dan berpegangan dengan pedoman yang benar.

Iya bu, sama-sama bu. Alhamdulillah bu. Saya hanya ingin kejelasan saja bu. Kalau memang SK mentri benar adanya saya juga menerima bu. Tetapi kalau tidak ada, berarti langkah saya InsyaAllah tepat bu.

Iya. Pelajaran buat kita. Ngomong-ngomong harini terakhir daftar wisuda kan? ini sudah siang cepat masukkin berkas kamu ya.

Iya bu. Terimakasih banyak bu. saya pamit bu. Sekali lagi mohon maaf ya bu sudah merepotkan.

Hari menunjukkan pukul 14.00 WIB. Sisa 1 jam lagi pendaftaran wisuda akan ditutup. Berkas-berkas ku pun sudah lengkap. Aku segera menuju loket pendaftaran. 

Alhamdulillah... 

Urusan wisuda dan yudisium sudah selesai. Sambil menghenal napas panjang, Aku mengecek ponsel.
Chat Whatsapp masuk beruntun. Salah satunya dari ketua prodiku. 
Hah?  apalagi ini jangan-jangan..... Aku pikir sudah clear

Zata ini adalah keputusan Pascasarjana bahwa yang mengulang tidak bisa comlaude sesuai dengan SK mentri pendidikan. Dan Fakultas yang tidak dibawah pasca-pun tunduk dan mengikuti peraturan ini.

Ampun.. ya Rabb...
Ya Allah ternyata belum berakhir. Cobaan apa lagi ini. Aku sudah tidak memiliki strategi lagi. Usahaku sudah sampai puncaknya.  Ikhtiar done, akhirnya tinggal tawakal. 
Yaps, disaat inilah saatnya Allah yang mengatur. Jika kita tidak tawakal maka, tekanan atas usaha yang sudah kita lakukan terasa sia-sia. Bismillah.. 
Hanya bismillah saja.
ya Allah aku pasrah

###

YUDISIUM

5 orang di FKM yang akan di yudisium hari ini
Aku satu-satunya magister yang yudisium.
4 orang lainnya adalah mahasiswa S1

Tiba di acara pembacaan SK kelulusan.  Ketua prodi S1 terlebih dahulu membacakan IPK masing-masing mahasiswanya. Hingga tiba ketua prodiku membacakan SK ku,

Suasana tegang dan hening menyelimuti ruangan. Aku membuka SLR untuk merekam detik-detik menegangkan. Hasil dari perjuanganku akan dibacakan oleh seseorang yang selama ini sedikit tidak mendukung perjuanganku.
Apakah skenario Allah, berpihak padaku ataukah belum...
Apakah aku mencapai target di S2 atau harus aku sempurnakan di S3

Ketua prodiku berdiri dan menggapai microphone
Pembacaan SK kelulusan dimulai dari pengesahan gelar MAGISTER. Lalu tiba di kalimat yang menegangkan.

Dengan ini...
Memutuskan zata ismah lulus dengan IPK sekian dengan predikat kelulusan.............. Dengan Pujian...

Alhamdulillah Ya Allah...!!!!!!!!!!

Semua audien diruangan bertepuk tangan. Aku melihat dekan sambil menundukkan kepala sebagai tanda terimakasih. Beliaupun tersenyum sambil menganggukkan sedikit kepala. 

Diakhir acara aku menemui ketua prodi dan seketaris prodi. Aku menyalami beliau dan mengucapkan terimakasih.

###
WISUDA
Aku berdiri di barisan para mahasiswa penerima anugerah rektor sebagai lulusan dengan pujian. Nomor urut 90, nomor urut terakhir karena fakultas yang terakhir berdiri. Semua mahasiswa dengan pujian sudah dianugerahkan rektor. Tinggal aku sendiri. Semua mata tertuju kepadaku, sambil menunggu dekan ku berdiri disamping rektor.
Layar biodataku dibuka kemudian namaku dipanggil

Aku dan umiku menuju panggung untuk menerima anugerah rektor. 
tepat disebelah beliau, tidak disangka-sangka kepala dinas pendidikan sumsel. Beliau adalah pembinaku waktu di S1 sebagai mahasiswa santri jadi dokter sumatera selatan. Beliau melihatku dengan sedikit ragu apakah mengenal atau tidak.

Aku pun menyapa beliau 
bapak saya alumni santri jadi dokter uin jakarta. Terimakasih banyak bapak atas bimbingan bapak selama saya di S1 silam.

Oh iya... syukurlah Alhamdulillah sekarang sudah magister.
____________________________________________________

Alhamdulillah ya Allah penutup yang indah di akhir magister
Selempang Dengan Pujian ini, bukan sekedar didapatkan karena kemampuan akademik. Tetapi dari dukugan orang-orang disekitarku yang mendorongku untuk mendapatkannya dengan usaha yang lebih keras. Ada cerita Sedih dan Suka cita.

Well diakhir cerita aku selalu mengutip ayat yang berkenaan dengan hikmah yang aku dapatkan.
Kali ini ayat yang sering muncul di blog ini :

"Manusia hanya mendapatkan Apa yang diusahakannya saja"  An-Najm 39

The best ayat.

Comments

Popular posts from this blog

Nine Month s

Medan sebuah kota yang tak pernah terbesit sebelumnya Sebuah kota maju kota metropolitan seperti Jakarta namun seperti ditinggalkan Bertemu dengan delapan mahasiswa  yang menjadi sahabat bagiku Membangun FKM bersama-sama Lalu datanglah Bahagia dan rintangan datang bergantian Hati dan pikiran semuanya termuara pada mereka Sampai segala puncak cobaan yang tak terbendung Perlakukan manusia zalim yg tak bisa tercena olah akal sehat Fitnah lalu lalang menghantam tak kunjung usai  Terkadang berbuat baik, tak mesti disambut gayung Malah lebih banyak ditiupkan ombak yg menerjang sampan kecil hingga terbalik Menoleh kembali perjuangan Rasulullah, Kehinaan ini tak seberapa dibandingkan dgn kisah sirah nabawiyah. Mencoba membingkai skenario Tuhan Hendak derajat mana yang akan dinaikkan Apakah harus melawan atau diamkan Bulir airmata menitik deras namun hanya sajadah dan AlQuran saksi kesendirian Hanya bertumpu pada keyakinan, akhir kisah ini, Allah pasti akan memb...

Kualitas Pendidikan Di Indonesia

Ada 3 artikel bagus yg ditulis oleh Elizabeth Pisani tentang kualitas pendidikan di Indonesia. Pisani adalah jurnalis Reuters yg banyak menulis tentang Indonesia. Salah satu bukunya, 'Indonesia Etc', adalah buku bagus yg mendapat banyak pengakuan internasional Dalam tulisannya, Pisani menyoroti prestasi anak2 Indonesia dalam tes PISA. PISA adalah tes yg diadakan OECD untuk menguji kemampuan anak2 usia 15 tahun di puluhan negara dalam bidang sains (science), matematika (math) dan membaca (reading). Tes ini diadakan 3 tahun sekali. Di 2 tes terakhir pada tahun 2012 dan 2015, Indonesia mendapat peringkat 60-an dari 70 negara di ketiga bidang yg diujikan. Jauh di bawah negara2 tetangga di ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, apalagi Singapura. Contohnya: hasil tes 2015 menunjukkan, 55% anak Indonesia punya kemampuan sangat buruk di tes membaca. Semua soal tes PISA sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia loh padahal.. 😅 Reading comprehension mereka ternyata sangat rendah....

Research Article vs. Review Article

RESEARCH ARTICLE A research article describes a study that was performed by the article’s author(s). It explains the methodology of the study, such as how data was collected and analyzed, and clarifies what the results mean. Each step of the study is reported in detail so that other researchers can repeat the experiment. The research article will be based on the analysis and interpretation of this data.  To determine if a paper is a research article, examine its wording. Research articles describe actions taken by the researcher(s) during the experimental process. Look for statements like “we tested,” “I measured,” or “we investigated.” Research articles also describe the outcomes of studies. Check for phrases like “the study found” or “the results indicate.” Next, look closely at the formatting of the article. Research papers are divided into sections that occur in a particular order: abstract, introduction, methods, results, discussion, and references. REVIEW ARTIC...