Uci Uci...bangun...
Adikku ini kecelakaan sampai pingsan karena kepalanya terbentur aspal.
Setelah sempat berfikir yang tidak-tidak, aku bergegas mengambil hasil lab.
Alhamdulilah hasil Rontgen adikku negatif geger otak. Namun dokter meminta adikku tidak boleh beraktivitas otak dulu, seperti belajar.
Betapa Cemas bukan main karena seminggu lagi dia akan Ujian Nasional. Bahkan, lebih khawatirnya lagi 2 Minggu kedepan dia akan bertanding mewakili kota Palembang diajang Olimpiade Kimia untuk menentukan perwakilan Provinsi ke Nasional. Umi Abi banting tulang membelikan semua nutrisi untuk pemulihannya. Semua buku pelajaran kami jauhkan dari jangkauannya.
Keajaiban...
2 minggu tidak mengulang pelajaran,
Adikku peraih nilai UN dengan dua mata pelajaran tertinggi disekolah. Dan yang lebih mengharukan lagi dia berhasil juara pertama Olimpiade kimia tingkat provinsi, yang artinya dia maju ke tingkat Nasional.
Keharuan tidak habis sampai disitu. kompetisi nasional digelar setelah sebulan dikarantina, . Luar biasa, adikku yang sebelumnya memang biasa saja disekolah ini, bahkan tidak pernah rangking 10 besar, berhasil keluar sebagai juara...
menyabet mendali perunggu.....
Subhanallah...
Adikku mati-matian memenangkan olimpiade tersebut sebagai tiket untuk masuk PTN favorit jalur rapot dan prestasi. Tetapi, jatah gagal belum habis. Sukses banyak syaratnya. Cobaan datang lagi, adikku gagal diterima di PTN pilihannya.
Mungkin nilai rapotnya kecil dan rangking 10 besarpun tidak.
Keluargaku tidak putus asa dan menyuport adikku ini untuk mengejarnya lewat ujian tulis SBMPTN. Umi Abi berdoa siang malam. ayuk-ayuk nya suka nyengir ketika dia sedang belajar, sambil ngelus kepalanya dan menggodanya "heiilah dik habis roti, susu, sama keju kamu mkan sndiri, taunya nnti lulus "
Alhamdulillah...
Sekali lagi...
Doa umi Abi menembus langit.
dari 300.000 pelamar SBMPTN, uci salah satu orang yang berhasil mendapatkan jatah bangku PTN.
Uci diterima di PTN favorit di negara ini, dengan jurusan yang sangat disukainya. Mengalahkan ribuan pesaing.
Lirih air matanya, sambil mengenggam tanganku, saat pengumuman.
Menurutnya beberapa keberhasilan ini bukan karena dia cerdas, tetapi umi Abi adalah orang alim yang ridho atas usahanya. Itu saja.
Uci, adikku dengan sifatnya yang periang, memilih jalan berbakti pada umi Abi, Serta tambahan ibadah Shalat Dhuha, Tahajud, dan rajin tilawah utk membujuk Allah mengiyakan hajatnya...
Barakollah dik... dan adik-adik lain yang sukses. Semoga tidak kufur. Jangan lupa, ini sebagai jalan untuk mengkhalifah di bumi Allah. Bertambah keahlian, bertambah tanggungjawab serta beban.
Menurut james watt kalau belum sukses, artinya jatah susah kita belum habis.
Lalu.. Jangan diam aja liat jatah susah yang banyak... Cepat dihabiskan dengan bakti sama orangtua. Hayuu sana Telpon dan tanyain ibu ayah mau makan apa hari ini...?
Comments
Post a Comment
Silahkan isi komentarnya ^^!