
Bolak-balik aku membuka website konferensi internasional itu. Sambil menghela nafas panjang "pendaftaran 500USD belum lagi tiket pesawat 700USD belum PP, penginapan, pasport, visa, transport.."
Tab website aku minimize lalu kubuka tab email pemberitahuan yang membuat aku berbunga-bunga. Percobaan pertama jurnal kami tembus ke konferensi internasional di Srilanka. Walaupun hanya berperan sekedar pengedit bahasa dan mengurus pendaftaran. Berita gembira lainnya yang membuat aku semakin semangat adalah fotografiku masuk finalis. Namun, untuk mengetahui apakah aku menang atau tidak, diharuskan berangkat kesana.
"ah sudahlah, daripada menyusahkan umi abi. aku percaya rezeki pasti tidak kemana. walaupun umi abi menyanggupi utk membantu dana"
Semangatku tidak padam pada tahun itu saja.
Dua tahun kemudian, kali ini jurnal atas namaku sebagai penulis utama lolos di Kuala Lumpur, Malaysia. Aku dan ketiga teman kampusku yang lolos semangat untuk mencari sponsorship melalui pengantar dari prodi. Akupun rela tidak pulang ke Palembang untuk mengurusi segala keperluan keberangkatan. Namun...
"eh, kalian sudah dapat SKL (surat keterangan lulus) kan? berarti kalian sudah alumni dong. kalian ga boleh lagi minta ke UIN" ujar ketua prodi
Aku dan teman-temanku putus asa. Kami membubarkan diri seketika, setelah satu bulan berjuang.
Lagi-lagi aku tidak mudah melupakan rasa semangat ketika jurnalku diterima
Kali ini, jurnalku diterima di seminar nasional. Walaupun yang mengadakan dari kampus sendiri. Namun dari seminar ini, aku mendapatkan banyak teman baru.Mereka yang berdiri sama seperti ku bukan orang biasa. Kebanyakan para Dosen dan praktisi kesehatan. Ternyata pada forum tersebut usiakulah paling muda
Tidak sampai disitu saja, aku masih belum puas sebelum naik ke kancah Internasional
Setahun setelah tamat kuliah.
Suatu hari, dikelas magisterku, seorang profesor membangga-banggakan mahasiswa bimbingannya akan konferensi internasional di Bandung pada Oktober 2015. Seketika mataku terbelalak, seminar itu tahun ini di Indonesia?
Aku buru-buru membuka laptop dirumah dan mencari informasinya. Ternyata deadline pengiriman abstraknya sudah ditutup. Aku melihat harga konferensi sebesar 300USD. "waduh, ini masih mahal. dan tanggal nya juga sudah lewat. yasudahlah berarti masih belum rezeki"
Malam itu, aku sedikit sesak,karena melewatkan konferensi yang aku idam-idamkan selama 3 tahun. Karena tahun ini di Indonesia. Ternyata juga abi bilang untuk harga internasional itu termasuk murah. ya Allah..... Engkau Tahu aku sangat menginginkannya. Berilah aku kelapangan dada.
Jreng..!!!
jreng...!!!
Pembukaan Forum Ilmiah Tahunan Nasional dan terintegrasi dengan forum internasional tesebut dibuka 2 minggu kemudian. Seorang temanku mengirimkan berita lewat WA. Harga pendaftaran hanya 100USD....
Alhamdulillah, Allahuakbar. inilah yang namanya rezeki ga akan tertukar. Jurnalku lolos sebagai oral presentation. Sesampainya disana, tidak disangka-sangka fotoku kali ini masuk sebagai 1st winner dan 2nd winner. Dibalas Allah berkali-kali lipat.
Luar biasa... sabar dan shalat...
Comments
Post a Comment
Silahkan isi komentarnya ^^!