#1
Kemarin, awal-awal bulan Mei, aku mengunjungi badan penelitian kesehatan di Salemba, Jakarta. Tujuan kesana untuk minta kerjasama balitbangkes untuk mengirimkan jurnal terbitannya ke departemen kami di FK.
Kemarin, awal-awal bulan Mei, aku mengunjungi badan penelitian kesehatan di Salemba, Jakarta. Tujuan kesana untuk minta kerjasama balitbangkes untuk mengirimkan jurnal terbitannya ke departemen kami di FK.
Setibanya disana aku disambut hangat, dan kemudian dibawa ke pimpinan balitbangkes. Ya Allah terharu bangeeett padahal ga bawa apa-apa cuma modal ngomong doang.
Habis pertemuan dan mencapai kesepakatan, aku pamit pulang. Kemudian si bapak bertanya, habis ini pulang kemana. Aku yang kebetulan tidak balik ke Palembang tetapi melanjutkan perjalanan mengantar adik ke Bogor. Dengan keramahan berlebih, beliau langsung memberi arahan rute-rute perjalanan dengan detail. Kemudian beliau mengantarkan ku sampai keluar pintu.
Duh. Aku bertasbih, bahwa semakin tinggi ilmu seseorang maka semakin beradab, semakin santun.
Duh. Aku bertasbih, bahwa semakin tinggi ilmu seseorang maka semakin beradab, semakin santun.
--------
#2
Hari itu aku sudah selesai perbaikan tesis dan berencana menemui penguji pertama. Kebetulan penguji pertama ini adalah wakil rektor 3. Semalam Aku sudah mengirimkan teks untuk menemui beliau tetapi tidak dibalas. Maklum bagaimana sibuknya beliau...
Berkali-kali membolak-balik balikkan hp, hingga Pukul 09.00 WIB handphone ku berdering.
Tidak disangka beliau menelpon....
Beliau meminta maaf bahwa hari itu beliau ke Jakarta dan tidak sempat ke kampus Palembang untuk beberapa hari.
Tanpa lama berfikir panjang, secepat kilat aku menawarkan diri untuk menemui beliau di Indralaya jika setibanya beliau. Akhirnya disepakati hari untuk menemui beliau di Indralaya.
Tidak disangka beliau menelpon....
Beliau meminta maaf bahwa hari itu beliau ke Jakarta dan tidak sempat ke kampus Palembang untuk beberapa hari.
Tanpa lama berfikir panjang, secepat kilat aku menawarkan diri untuk menemui beliau di Indralaya jika setibanya beliau. Akhirnya disepakati hari untuk menemui beliau di Indralaya.
Kampus utama Indralaya = dimana Rektorat (kantor beliau) yang letaknya sangat jauh dari kampusku. Butuh berdesak-desakan, berjempil-jempilan, berebutan Transmusi dengan mahasiswa S1. Waktu tunggu bus 0.5 jam - 2 jam, waktu tempuh 1 jam.
Pada hari H, menemui beliau, Aku mengirimkan teks untuk memohon izin masuk keruangan. Tidak lama hpku berdering balasan teks, yang isinya beliau sedang rapat. Salahnya memang pada diriku yang tidak memberikan kabar pukul berapa menemui beliau. Sesuai dengan prediksiku, Akupun menunggu.
1 jam menunggu.
Beliau membukakan pintu dan mempersilahkan aku untuk bimbingan.
Setelah selesai, aku pamit dan mengucapkan terimakasih. Tidak disangka beliau berujar, iya sama-sama zata, maaf ya tadi membuat menunggu lama.
Ya Allah hati ini melting... terharu dan tertegun.
Sulit menemukan para petinggi meminta maaf secara pribadi jika datang terlambat. Ah bukan!! bukan beliau telambat, tetapi memang salahku yang tidak memberitahu pukul berapa untuk menemuinya.
Sulit menemukan para petinggi meminta maaf secara pribadi jika datang terlambat. Ah bukan!! bukan beliau telambat, tetapi memang salahku yang tidak memberitahu pukul berapa untuk menemuinya.
Bukan itu saja, bukan kepadaku saja.
Waktu itu beliau terburu-buru untuk mengejar jadwal rapat. Salah satu temanku baru sadar bahwa ada satu materi yang tidak dia paham. Temanku mengejar beliau dan Aku mengiring dari belakang.
Dari kejauhan aku melihat beliau menghentikan langkahnya dan melayani pertanyaan dari temanku.
Hingga Selang setengah jam....
pertanyaan temanku masih belum habis dan beliaupun masih ramah tidak beranjak. Hal luarbiasa yang membuatku kagum, bahkan beliau bukannya bertanya apakah sudah selesai tetapi apakah masih ada lagi yang belum paham..
Hingga Selang setengah jam....
pertanyaan temanku masih belum habis dan beliaupun masih ramah tidak beranjak. Hal luarbiasa yang membuatku kagum, bahkan beliau bukannya bertanya apakah sudah selesai tetapi apakah masih ada lagi yang belum paham..
------
#3
Saat di S-1, Aku mengirimkan teks ucapan selamat idul fitri ke beberapa dosen - dosen. Termasuk dosen-dosen senior pensiunan kementrian kesehatan.
Saat di S-1, Aku mengirimkan teks ucapan selamat idul fitri ke beberapa dosen - dosen. Termasuk dosen-dosen senior pensiunan kementrian kesehatan.
Tidak lama handphone ku kebanjiran teks. Dosen-dosenku semuanya membalas mengucapkan minta maaf dan selamat idul fitri. Betapa kagumnya aku dengan kerendahan hati mereka.
Suatu hari aku membaca buku terjemah yang diterjemahkan oleh salah satu nama dosenku yang berasal dari Bali. Aku pun mencari info detail tentang beliau.
Ternyata eh ternyata....
hmm, beliau adalah mantan dirjen pengendalian penyakit menular, dan beliau sangat disegani di kementrian kesehatan pada masanya.
Tetapi ada hal lain yang lebih membuatku terkejut.
Ternyata eh ternyata....
hmm, beliau adalah mantan dirjen pengendalian penyakit menular, dan beliau sangat disegani di kementrian kesehatan pada masanya.
Tetapi ada hal lain yang lebih membuatku terkejut.
Jreng..jreng !!!
beliau non-muslim.
Subhanallah... dengan pemakluman, kemarin, beliau membalas ucapan selamat idul fitri yang aku kirimkan. Tanpa bumbu-bumbu rasa tersinggung, justru tenggang rasa, beliau pun meminta maaf jika ada khilaf....
Semoga beliau mendapatkan Hidayah dan kebaikannya mendapat pahala yang dilipatkangandakan.
-------
____
Dari sekian perjalanan hidup, aku merenung bahwa..
Banyak contoh orang-orang berilmu dan beriman yang mengajarkan kita tentang bersopan santun dan memiliki pribadi yang hangat. Mengayomi yang muda, dan berbijaksana kepada yang tua.
Lalu mengapa ada-ada saja orang-orang yang bekerja dibawah kepemimpinan mereka tidak mencontoh teladan.
Tetapi.. memang hanya orang beriman yang mampu menangkap sinyal kebesaran Allah, dan mudah luluh atas kejadian-kejadian kecil yg luarbiasa .
Orang yang tetap tidak berubah, tetap keras hatinya walaupun diterpa bukti-bukti kebesaran Allah serta berbagai pelajaran berharga perlu mengoreksi keimanannya.
Allah sendiri berfirman dalam ayat-Nya :
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk
isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai
hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan
mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat
(tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi)
tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu
sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Meraka itulah
orang-orang yang lalai
(QS. 7:179)
(QS. 7:179)
Comments
Post a Comment
Silahkan isi komentarnya ^^!