Salah satu syarat berdirinya rumah sakit adalah
adanya sumber daya manusia yang mengisi organisasi rumah sakit. Sumber daya
manusia rumah sakit berdasarkan UU No 44 Tahun 2009 adalah tenaga medis dan
penunjang medis, tenaga keperawatan, tenaga kefarmasian, tenaga manajemen Rumah
Sakit, dan tenaga nonkesehatan. Setiap sumber daya rumah sakit yang tergolong
sebuah profesi pasti memiliki sebuah kode etik yang harus dianut oleh anggota
profesi.
Permasalahan penolakan bayi dirumah sakit bukan hanya
masalah etika oknum rumah sakit saja tetapi juga etika dari petugas pelayanan
kesehatan terkait dengan kewajiban profesi kepada masyarakat/kliennya.
Kewajiban ini dapat berupa bersikap tulus, ikhlas, jujur, dan menggunakan semua
ilmu dan kompetensinya untuk kepentingan klien atau masyarakat. Petugas
kesehatan diminta memberikan informasi yang benar dan jujur terhadap apa yang
sedang terjadi di Rumah Sakit (truth).
Jika petugas kesehatan mengatakan hal yang jujur dan
benar kepada orang tua/keluarga pasien maka dimungkinkan keluarga pasien dapat
mempercayai itu dan rumah sakit tidak mendapatkan blacklist terhadap apa yang terjadi (benefit). Tetapi menjadi sebuah kontradiksi bagi petugas kesehatan
bahwa petugas kesehatan menyatakan hal yang jujur kepada keluarga pasien
terkait informasi yang dibutuhkan tetapi sistem di organisasi yang membentuk
sebuah informasi yang keliru/salah dan petugas kesehatan menjadi turun pangkat
atau kehilangan pekerjaan(risk).
Petugas kesehatan diwajibkan menjadi pribadi yang
profesional tetapi juga dituntut sebagai manusia yang berakhlak mulia. Islam
mengajarkan pada manusia untuk menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan
profesional (Muslim,2010). Kriteria pribadi yang berakhlak mulia dan profesional
adalah
1. Tawadhu
“.... Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa” (QS An-Najm:34).
2. Jujur
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar” (QS At-Taubah:119).
3.
Penyayang
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu....” (QS: Ali Imran:159)
4.
Adil
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan...” (QS:An-Nahl:90)
5.
Kerja
sama dan suka bergaul
“... dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran...”(QS Al Maidah:2)
6.
Santun
“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara Dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. 35. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai Keuntungan yang besar” (QS Fushilat:34-35).
7.
Memperdalam
kedokteran bidang agama
8.
Memiliki
rasa malu
9.
Mengutamakan
kepentingan pasien
10. Berlaku adil antara profesi, keluarga
dan agama
Comments
Post a Comment
Silahkan isi komentarnya ^^!