sahabat karibku yang sama-sama kuliah di jakarta, menghubungiku. Sahabatku ini terbilang apa adanya sudah jadi dokterpun masih tampilan seperti temanku yang dulu. Biasa saja. Tidak ada yang perlu dilebih-lebihkan.
Jadi tiga hari yang lalu Dia mengajak untuk ketemuan sama kakak kelas kami dulu yang juga dokter. Kebetulan hari sabtu ini dia main ke Palembang. Akupun langsung mengiyakan.
Tibalah hari ini
Aku dan temanku sudah duluan datang. Tak lama setengah jam kemudian si kakak datang.
Singkat cerita si kakak mengisahkan pengalaman serunya PPT didaerahnya. Dari mulai mengejar seorang psikopat gila yang bawa clurit masuk hutan. Sampai korban tebasan parang yang habis jari dan 10 liter darah. Sampai akhirnya si kakak ini tertarik untuk lanjut nanti spesialis psikiatri.
Dipenghujung cerita. Si kakak bilang bahwa beliau mau fokus dulu menikah sebelum lanjut spesialis. Kami berdua kaget. Si kakak ternyata sekalian mau mengundang.
Maklum, potongan bocah seperti aku dan sahabatku ini adalah ingusan yang sedang kepo taaruf jodoh keren. Tanpa di pandu kami kompak mengais informasi tatacara taaruf si kakak sampai bertemu jodohnya orang Bandung.
Loh kak... gimana pas akhirnya dia tahu kalau kakak itu dokter?
Aiiiihhh... subhanallah
Aku dan temanku mengangguk.
Ntaaps lah kak...
Sepakat !!!
Jadi tiga hari yang lalu Dia mengajak untuk ketemuan sama kakak kelas kami dulu yang juga dokter. Kebetulan hari sabtu ini dia main ke Palembang. Akupun langsung mengiyakan.
Tibalah hari ini
Aku dan temanku sudah duluan datang. Tak lama setengah jam kemudian si kakak datang.
Singkat cerita si kakak mengisahkan pengalaman serunya PPT didaerahnya. Dari mulai mengejar seorang psikopat gila yang bawa clurit masuk hutan. Sampai korban tebasan parang yang habis jari dan 10 liter darah. Sampai akhirnya si kakak ini tertarik untuk lanjut nanti spesialis psikiatri.
Dipenghujung cerita. Si kakak bilang bahwa beliau mau fokus dulu menikah sebelum lanjut spesialis. Kami berdua kaget. Si kakak ternyata sekalian mau mengundang.
Maklum, potongan bocah seperti aku dan sahabatku ini adalah ingusan yang sedang kepo taaruf jodoh keren. Tanpa di pandu kami kompak mengais informasi tatacara taaruf si kakak sampai bertemu jodohnya orang Bandung.
Dik kakak ga pernah menampilkan diri bahwa kakak seorang dokter. Karena.... bahayanya kalau mereka tahu, maka kekurangan kakak tidak akan terlihat lagi.
Khawatir ditengah - tengah bahtera mereka terlanjur menelan bulat-bulat kekurangan kakak, akhirnya tidak bisa mengimbanginya.
Jadi jangan pernah saat taaruf mengedepankan posisi tertinggi kalian.
Biarlah dia harus tahu kekurangan kalian terlebih dahulu. Biarkan, biarkan dia meneliti sendiri seberapa tingginya derajat sosial kalian dan seberapa kekurangan kalian. Dan biarkan dia menimbang lanjut atau tidak.
Loh kak... gimana pas akhirnya dia tahu kalau kakak itu dokter?
Awalnya dia mau mundur. Karena merasa rendah dan juga banyak bisikan2 dari teman2nya kalau dokter itu begini begitu. Ya kakak sih silahkan saja. Jangan memaksa. Dia lah yang harus menutuskan.
Tetapi akhirnya dia istikharah dan hasilnya adalah mantap untuk lanjutkan.
Aiiiihhh... subhanallah
Aku dan temanku mengangguk.
Dik, jangan kalian melihat status dokter itu mulus2 saja. Kakak sudah berapa kali taaruf. Bahkan ada yang bolak balik jakarta untuk mengajak bertemu. Tetapi akhirnya gagal karena Bapak tidak setuju. Kakak selalu mengikuti kata Bapak. Apa kata Bapak itulah kata kakak.
Dik ridho dan rencana-rencana dari orangtua tidak pernah menyesatkan. Percaya, Dan sabar pada ujian ujian pilihan.
Eh iya kalian, merantaulah jauh-jauh. Carilah pengalaman sebanyak-banyaknya ya
Ntaaps lah kak...
Sepakat !!!
Comments
Post a Comment
Silahkan isi komentarnya ^^!