Skip to main content

MALARIA PADA IBU HAMIL

Perhatian : Mohon cantumkan sumber/referensi penulis jika mengutip

Hasil gambar untuk malaria ibu hamil
Malaria adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles dengan gambaran penyakit berupa demam yang sering periodik, anemia, pembesaran limpa dan berbagai kumpulan gejala oleh karena pengaruhnya pada beberapa organ misalnya otak, hati dan ginjal.[1]
Ada empat jenis malaria, Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax merupakan jenis yang paling sering dijumpai, namun yang paling mematikan adalah jenis Plasmodium falciparum.Namun pada tahun 2004 ditemukan malaria P. knowlesi: infeksi zoonosis, dengan kasus-kasus awal ditemukan di Kalimantan Utara, Thailand, Myanmar, dan Filipina. Malaria jenis baru ini diduga sama berbahayanya dengan infeksi P.falciparum. Adapun empat jenis malaria tersebut ialah :
§  Plasmodium vivax à m. vivax
§  Plasmodium falcifarum à m. falsifarum, m. pernisiosa, m. black water fever
§  Plasmodium malariae à malaria kuartana
§  Plasmodium ovale  à malaria ovale.
Empat jenis parasit malaria yang dapat menginfeksi manusia tersebut mempunyai gejala klinis yang ditimbulkan oleh keempat jenis parasit malaria tersebut sama.[2]
Ibu hamil yang terkena malaria apabila ditemukan parasit pada darah maternal dan darah placenta. Anak yang dilahirkan berpotensi terkena anemia, prematur, BBLR dan akibatnya akan meninggal sebelum lahir. Kalaupun lahir bisa prematur serta kalau sudah besar berpotensi mengalami  gangguan tumbuh kembang anak. Adapun pada ibu terjadi anemia berat, edema paru, malaria serebral, hipoglikemia, kematian.[3]
Para wanita hamil yang tinggal di daerah yang banyak terdapat malaria berada dalam risiko tinggi dan risiko tersebut bahkan semakin besar dalam dua bulan setelah mereka melahirkan. Menurut penelitian Rose McGready dari Shoklo Malaria Research Unit Thailand diperkirakan ada 125 juta kehamilan yang berisiko malaria setiap tahunnya. Hasil penelitian WHO pada tahun 2005 di Lampung menunjukkan angka kejadian malaria pada ibu hamil sebanyak 14%. Sementara itu data dari rumah sakit di Timika Papua tahun 2004-2006 menunjukkan bahwa pada kelompok ibu melahirkan, 16,8% di antaranya menderita malaria. Pentingnya deteksi dini dan  tes diagnostic cepat  malaria merupakan hal yang penting untuk mencegah kerugian yang lebih parah.[4]
Untuk mencegah dan menanggulangi malaria pada ibu hamil, diperlukan integrasi program ANC dalam upaya-upaya:
  1. Pencegahan dan pengobatan malaria yang memadai pada ibu hamil diawali dengan kegiatan pendataan ibu hamil dalam Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K).
  2. Penggunaan kelambu berinsektisida bagi ibu hamil/pasca melahirkan dan bayinya. Kelambu diberikan pada saat ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilannya pada triwulan pertama (K1 murni).
  3. Kemudahan akses pelayanan kesehatan yang cepat untuk diagnosis dan pengobatan malaria.
  4. Tanggap darurat terhadap kejadian luar biasa dan kegawatdaruratan akibat malaria.
  5. Peran serta aktif keluarga dan masyarakat dalam pencegahan malaria pada ibu hamil dan bayi[5]




[1] Patologi kebidanan, Malaria dalam kehamilan
[2] Manual p2pm, manual pemberantasan penyakit menular, h. 324
[5] Ayo Lindungi Ibu Hamil dari Malaria! Dalam Acuan Pelayanan Antenatal dalam Pencegahan dan Penanganan Malaria pada Ibu Hamil, Kementerian Kesehatan RI, 2010, http://www.gizikia.depkes.go.id/archives/2878

Comments

Popular posts from this blog

Nine Month s

Medan sebuah kota yang tak pernah terbesit sebelumnya Sebuah kota maju kota metropolitan seperti Jakarta namun seperti ditinggalkan Bertemu dengan delapan mahasiswa  yang menjadi sahabat bagiku Membangun FKM bersama-sama Lalu datanglah Bahagia dan rintangan datang bergantian Hati dan pikiran semuanya termuara pada mereka Sampai segala puncak cobaan yang tak terbendung Perlakukan manusia zalim yg tak bisa tercena olah akal sehat Fitnah lalu lalang menghantam tak kunjung usai  Terkadang berbuat baik, tak mesti disambut gayung Malah lebih banyak ditiupkan ombak yg menerjang sampan kecil hingga terbalik Menoleh kembali perjuangan Rasulullah, Kehinaan ini tak seberapa dibandingkan dgn kisah sirah nabawiyah. Mencoba membingkai skenario Tuhan Hendak derajat mana yang akan dinaikkan Apakah harus melawan atau diamkan Bulir airmata menitik deras namun hanya sajadah dan AlQuran saksi kesendirian Hanya bertumpu pada keyakinan, akhir kisah ini, Allah pasti akan memb...

Adab Berdoanya Nabi Ibrahim (Qs Asy- Syuara)

Nabi Ibrahim 'Alaihisalam memulai do'anya dengan memuji Allah SWT Qs Asy- Syuara 78-82: " Allah lah yang menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku (78) dan yang memberi makan dan minum kepada-ku, (79) dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku (80) dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali) (82) " Adapun do'a nabi Ibrahim kepada Allah tercatat dalam Al-Qur'an Surat Asy-syuara ayat 83 hingga 91 "Ya Tuhanku, berikanlah aku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang soleh,  dan jadikanlah aku buah tutur kata yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi syurga yang penuh kenikmatan, dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang sesat, dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,...

Kualitas Pendidikan Di Indonesia

Ada 3 artikel bagus yg ditulis oleh Elizabeth Pisani tentang kualitas pendidikan di Indonesia. Pisani adalah jurnalis Reuters yg banyak menulis tentang Indonesia. Salah satu bukunya, 'Indonesia Etc', adalah buku bagus yg mendapat banyak pengakuan internasional Dalam tulisannya, Pisani menyoroti prestasi anak2 Indonesia dalam tes PISA. PISA adalah tes yg diadakan OECD untuk menguji kemampuan anak2 usia 15 tahun di puluhan negara dalam bidang sains (science), matematika (math) dan membaca (reading). Tes ini diadakan 3 tahun sekali. Di 2 tes terakhir pada tahun 2012 dan 2015, Indonesia mendapat peringkat 60-an dari 70 negara di ketiga bidang yg diujikan. Jauh di bawah negara2 tetangga di ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, apalagi Singapura. Contohnya: hasil tes 2015 menunjukkan, 55% anak Indonesia punya kemampuan sangat buruk di tes membaca. Semua soal tes PISA sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia loh padahal.. 😅 Reading comprehension mereka ternyata sangat rendah....