Skip to main content

Anemia sel sabit

Hasil gambar untuk sel sabit

Anemia sel sabit adalah penyakit yang diturunkan secara genetik dari orangtua bersifat resesif
Sejenis anemia kongenital dimana sel darah merah berbentuk menyerupai sabit, karena adanya hemoglobin abnormal
Individu yang menderita anemia sel sabit disimbolkan dengan  ss. Sedangkan individu normal  memiliki genotipe  SS dan karier anemia sel sabit disimbolkan dengan Ss. 

Sebaran :
Awalnya anemia sel sabit banyak ditemukan pada daerah endemis malaria sebagai upaya tubuh mengatasi malaria, tapi akibatnya perpindahan manusia dan perkawinan silang, maka kasus ini semakin banyak ditemukan di luar area endemis malaria
Di dunia kelainan ini mencapai angka 7% dari populasi dunia. 
Angka tersebut hingga mempengaruhi 300.000- 400.000 bayi yang baru lahir tiap tahunnya menjadi penderita hemoglobinopati.
Sebagian besar dari jumlah tersebut, sekitar 250.000 bayi, merupakan penderita penyakit sel sabit. 
Hampir secara eksklusif menyerang orang kulit hitam. 
Prevalensi tertinggi terdapat di daerah tropis Afrika, tepatnya di daerah Benin,  Uganda, Senegal, Afrika Tengah, dan pantai barat Afrika
Sekitar 10% orang kulit hitam di AS hanya memiliki 1 gen untuk penyakit ini (mereka memiliki rantai sel sabit) dan tidak menderita penyakit sel sabit. 
Sekitar 0,3% memiliki 2 gen dan menderita penyakit sel sabit.

Gambaran klinik :
Kronis
••1) Terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan;
•• 2) Osteonecrosis;
••3) Retardasi mental;
••4) Berkurangnya integrasi visual-motor;
••5) Berkurangnya daya ingat;
••6) Berkurangnya perhatian dan konsentrasi (attention and concentration);
•• 7) Cardiomegaly;
••8) Obstructive lung disease;
••9) Gangguan fungsi hati;
••10) Hematuria;
••11) Gagal ginjal;
••12) Kebutaan; dan
••13) Leg ulcer
Akut
••1. Penyumbatan pembuluh darah (vasoocclusive)
••2. Hand-foot syndrome
••pembengkakan pada punggung tangan dan kaki,
••nonerythematous, dan terasa sangat sakit yang disertai dengan demam dan
••peningkatan jumlah leukosit.
••3.Priapismus
••dehidrasi dan hipoventasi yang kemudian menyebabkan terjadinya stagnansi aliran darah pada daerah penis
••4. Krisis aplastik
••terjadi penurunan pembentukan sel darah merah yang disertai dengan demam.
••disebabkan karena adanya infeksi virus, yaitu human parvovirus B19.
••5. Penggumpalan darah pada limpa
••ditandai dengan turunnya konsentrasi Hb paling tidak menjadi 2 g/dl dan terjadinya spleenomegaly.
••6. Krisis hemolisis
••disebabkan karena terlalu pendeknya usia sel darah merah sehingga semakin cepat terjadinya hemolisis

Metode diagnosis : 
Metode Elektroforesis bisa menemukan adanya hemoglobin abnormal dan menunjukkan apakah seseorang menderita penyakit sel sabit atau hanya memiliki rantai sel sabitrantai sel sabit adalah rencana berkeluarga, yaitu untuk menentukan adanya resiko memiliki anak yang menderita penyakit sel sabit.

Pengobatan : 
Tidak bisa disembukan secara permanen
Mencegah komplikasi :
••penggunaan antibiotik untuk mencegah infeksi berbahaya akibat bakteri (seperti sepsis/infeksi yang terjadi di darah, meningitis, dan pneumonia) yang dapat menyebabkan kematian pada penderita, terutama bayi.
Mengurangi rasa sakit dan mengobati sementara
••transfusi darah, transplantasi sumsum tulang, pemberian obat anti-sickling, dan pemberian obat untuk memicu sintesis HbF
••Hidroksiurea meningkatkan pembentukan sejenis hemoglobin (terutama ditemukan pada janin) yang akan menurunkan jumlah sel darah merah yang berubah bentuknya menjadi sabit

Terapi gen
Pengobatan yang masih dalam tahap pengembangan adalah dengan menggunakan stem cell
teknik penanaman gen normal ke dalam sel-sel prekursor (sel yang menghasilkan sel darah)



Comments

Popular posts from this blog

Nine Month s

Medan sebuah kota yang tak pernah terbesit sebelumnya Sebuah kota maju kota metropolitan seperti Jakarta namun seperti ditinggalkan Bertemu dengan delapan mahasiswa  yang menjadi sahabat bagiku Membangun FKM bersama-sama Lalu datanglah Bahagia dan rintangan datang bergantian Hati dan pikiran semuanya termuara pada mereka Sampai segala puncak cobaan yang tak terbendung Perlakukan manusia zalim yg tak bisa tercena olah akal sehat Fitnah lalu lalang menghantam tak kunjung usai  Terkadang berbuat baik, tak mesti disambut gayung Malah lebih banyak ditiupkan ombak yg menerjang sampan kecil hingga terbalik Menoleh kembali perjuangan Rasulullah, Kehinaan ini tak seberapa dibandingkan dgn kisah sirah nabawiyah. Mencoba membingkai skenario Tuhan Hendak derajat mana yang akan dinaikkan Apakah harus melawan atau diamkan Bulir airmata menitik deras namun hanya sajadah dan AlQuran saksi kesendirian Hanya bertumpu pada keyakinan, akhir kisah ini, Allah pasti akan memb...

Adab Berdoanya Nabi Ibrahim (Qs Asy- Syuara)

Nabi Ibrahim 'Alaihisalam memulai do'anya dengan memuji Allah SWT Qs Asy- Syuara 78-82: " Allah lah yang menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku (78) dan yang memberi makan dan minum kepada-ku, (79) dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku (80) dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali) (82) " Adapun do'a nabi Ibrahim kepada Allah tercatat dalam Al-Qur'an Surat Asy-syuara ayat 83 hingga 91 "Ya Tuhanku, berikanlah aku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang soleh,  dan jadikanlah aku buah tutur kata yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi syurga yang penuh kenikmatan, dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang sesat, dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,...

Kualitas Pendidikan Di Indonesia

Ada 3 artikel bagus yg ditulis oleh Elizabeth Pisani tentang kualitas pendidikan di Indonesia. Pisani adalah jurnalis Reuters yg banyak menulis tentang Indonesia. Salah satu bukunya, 'Indonesia Etc', adalah buku bagus yg mendapat banyak pengakuan internasional Dalam tulisannya, Pisani menyoroti prestasi anak2 Indonesia dalam tes PISA. PISA adalah tes yg diadakan OECD untuk menguji kemampuan anak2 usia 15 tahun di puluhan negara dalam bidang sains (science), matematika (math) dan membaca (reading). Tes ini diadakan 3 tahun sekali. Di 2 tes terakhir pada tahun 2012 dan 2015, Indonesia mendapat peringkat 60-an dari 70 negara di ketiga bidang yg diujikan. Jauh di bawah negara2 tetangga di ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, apalagi Singapura. Contohnya: hasil tes 2015 menunjukkan, 55% anak Indonesia punya kemampuan sangat buruk di tes membaca. Semua soal tes PISA sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia loh padahal.. 😅 Reading comprehension mereka ternyata sangat rendah....