Skip to main content

Back Pain Nyeri Tulang Belakang

Malcolm IV Jayson 
Emetrius Professor of Rheumatology and Professorial Fellow, University of Manchester, Manchester

Penderita Back Pain

Back Pain menyerang pekerja dari segala usia dimulai antara usia remaja akhir sampai usia 40-an, dengan prevalensi puncak di 45-60 tahun usia dan perbedaan sedikit antara kedua jenis kelamin. Prevalensi meningkat pada orang melakukan pekerjaan berat manual, perokok, dan orang-orang di posisi non-manajerial.
Banyak faktor yang berinteraksi dalam backpain. Obesitas dan pendek juga terkait dengan masalah punggung. kelainan postural seperti perbedaan panjang kaki. faktor tekanan psikologi seperti di pabrik pesawat Boeing, pekerja yang tidak menikmati pekerjaan mereka memiliki risiko sangat tinggi pada back pain.
Keadaan fisik tulang belakang menentukan seberapa baik fungsi tulang, dan cedera punggung akan mengubah strukturnya. keterkaitan antara struktur dan fungsi merupakan pusat masalah dari masalah tulang belakang yang berhubungan dengan pekerjaan


Penyebab nyeri punggung

Penyebab utama nyeri punggung adalah strain mekanik dan terkilir, lumbar spondylosis, hernia diskus intervertebralis, dan stenosis tulang belakang.
Diagnosis mekanik spesifik tidak memungkinkan dalam banyak kasus, justru umumnya disebut nyeri punggung non-spesifik. Penyebab non-mekanik back pain termasuk gangguan inflamasi seperti ankylosing spondylitis dan infeksi, neoplasma primer dan sekunder, dan gangguan metabolik tulang seperti osteoporosis.

Mencegah Cedera Punggung

Penanganan manual umumnya terkait dengan strain dan keseleo dari tulang belakang dan kecacatan. Rincian pedoman tentang peraturan untuk mengurangi risiko masalah diantaranya:
•     Menghindari operasi penanganan secara manual yang berbahaya sejauh mungkin (menggunakan alat bantu yang tepat)
•         Membuat penilaian yang tepat dari setiap penanganan manual berbahaya yang tidak dapat dihindari
•         Mengurangi risiko cedera dari operasi sebanyak-banyaknya.

Hasil gambar untuk teknik mengangkat barang

a. Batas Berat

Di Inggris tidak ada batas untuk beban yang dapat diangkat. Pendekatan menetapkan batas berat merupakan pendekatan keliru karena tergantung pada individu dan keadaan prosedur. Ketika beban dipindahkan jauh dari tubuh, tingkat stres pada punggung bawah meningkat. Seperti panduan umum, memegang beban pada lengan yang dipanjangkan akan 'memaksakan lima kali stres/tekanan daripada mengangkat beban yang sama namun dekat dengan tubuh. Selain itu, beban dari tubuh yang lebih jauh akan kurang bisa dikontrol, dan menambah masalah.
Pedoman untuk beban yang dapat diangkat terlalu kasar, mengingat berbagai perbedaan kemampuan fisik individu bahkan di antara orang bugar dan sehat. Tidak ada beban benar-benar aman. Pedoman ini dilakukan hanya untuk mengidentifikasi ketika mengangkat manual dan operasi menurunkan dan tidak membutuhkan penilaian risiko yang rinci. 

b. Teknik Mengangkat

Teknik untuk mengangkat adalah hal yang penting.Pprinsip ergonomis sederhana akan melindungi tulang belakang terhadap strain yang berlebihan. Sikap tubuh yang buruk meningkatkan risiko cedera. contoh membungkuk dan memutar ketika membawa barang berat, membawa beban dimode asimetris, memindahkan beban jarak yang berlebihan, dan berlebihan mendorong dan menarik. Kegiatan fisik berulang atau berkepanjangan dapat membawa risiko tambahan.
Banyak episode sakit punggung berkembang setelah gerakan tiba-tiba atau tak terduga seperti tersandung di tangga atau terkilir. penanganan manual perusahaan harus mempertimbangkan risiko cedera dengan meninjau tugas yang diperlukan, beban, lingkungan kerja, dan kemampuan individu. Mendesain ulang pekerjaan, memberikan bantuan mekanik, dan pekerja individu harus dilatih dalam penanganan manual.


Reference
Jayson M (2003). Back Pain in ABC of Occupational and Environment Medicine. (2 nd end). Snashall D and Patel D (eds) BMJ Books: London

Comments

Popular posts from this blog

Nine Month s

Medan sebuah kota yang tak pernah terbesit sebelumnya Sebuah kota maju kota metropolitan seperti Jakarta namun seperti ditinggalkan Bertemu dengan delapan mahasiswa  yang menjadi sahabat bagiku Membangun FKM bersama-sama Lalu datanglah Bahagia dan rintangan datang bergantian Hati dan pikiran semuanya termuara pada mereka Sampai segala puncak cobaan yang tak terbendung Perlakukan manusia zalim yg tak bisa tercena olah akal sehat Fitnah lalu lalang menghantam tak kunjung usai  Terkadang berbuat baik, tak mesti disambut gayung Malah lebih banyak ditiupkan ombak yg menerjang sampan kecil hingga terbalik Menoleh kembali perjuangan Rasulullah, Kehinaan ini tak seberapa dibandingkan dgn kisah sirah nabawiyah. Mencoba membingkai skenario Tuhan Hendak derajat mana yang akan dinaikkan Apakah harus melawan atau diamkan Bulir airmata menitik deras namun hanya sajadah dan AlQuran saksi kesendirian Hanya bertumpu pada keyakinan, akhir kisah ini, Allah pasti akan memb...

Kualitas Pendidikan Di Indonesia

Ada 3 artikel bagus yg ditulis oleh Elizabeth Pisani tentang kualitas pendidikan di Indonesia. Pisani adalah jurnalis Reuters yg banyak menulis tentang Indonesia. Salah satu bukunya, 'Indonesia Etc', adalah buku bagus yg mendapat banyak pengakuan internasional Dalam tulisannya, Pisani menyoroti prestasi anak2 Indonesia dalam tes PISA. PISA adalah tes yg diadakan OECD untuk menguji kemampuan anak2 usia 15 tahun di puluhan negara dalam bidang sains (science), matematika (math) dan membaca (reading). Tes ini diadakan 3 tahun sekali. Di 2 tes terakhir pada tahun 2012 dan 2015, Indonesia mendapat peringkat 60-an dari 70 negara di ketiga bidang yg diujikan. Jauh di bawah negara2 tetangga di ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, apalagi Singapura. Contohnya: hasil tes 2015 menunjukkan, 55% anak Indonesia punya kemampuan sangat buruk di tes membaca. Semua soal tes PISA sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia loh padahal.. 😅 Reading comprehension mereka ternyata sangat rendah....

Research Article vs. Review Article

RESEARCH ARTICLE A research article describes a study that was performed by the article’s author(s). It explains the methodology of the study, such as how data was collected and analyzed, and clarifies what the results mean. Each step of the study is reported in detail so that other researchers can repeat the experiment. The research article will be based on the analysis and interpretation of this data.  To determine if a paper is a research article, examine its wording. Research articles describe actions taken by the researcher(s) during the experimental process. Look for statements like “we tested,” “I measured,” or “we investigated.” Research articles also describe the outcomes of studies. Check for phrases like “the study found” or “the results indicate.” Next, look closely at the formatting of the article. Research papers are divided into sections that occur in a particular order: abstract, introduction, methods, results, discussion, and references. REVIEW ARTIC...