Anak rentan terhadap penyekit-penyakit menular berikut :
- Polio, kelumpuhan
- Campak, pneumonia, radang otak
- Rubela, kelainan jantung bawaan
- Cacar air, pneumonia
Adapun beberapa target program imunisasi indonesia :
- Tuberculosis,
- Polio,
- Difteri,
- Pertusis,
- Tetanus,
- Campak,
- Hepatitis b
Beberapa jenis imunisasi dan penyakit yang dapat dicegah:
- Bcg : Tuberkulosis
- Hepatitis b: Kanker hati
- Polio: Polio (lumpuh)
- D: Difteri
- P: Pertusis (batuk rejan)
- T: Tetanus
- Campak: Campak, pneumonia
- Hemofilus infuenza tipe b: Pneumonia, meningitis
- Mumps: Gondongan
- Rubela : Rubela
- Pneumokokus: Pneumonia, meningitis
- Cacar air (varisela): Cacar air (varisela)
- Tifus:Tifus
- Human papiloma : virus Kanker serviks (leher rahim)
- Hepatitis a: Hepatitis a
Beberapa Kriteria Jenis Vaksin dan Penyakitnya :
Tuberkulosis
Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan mycobacterium tuberculosa. Gejala Badan lemah, Berat badan menurun, Demam, Berkeringat malam hari, Batuk terus menerus, nyeri dada, Kadang – kadang batuk darah. adapun vaksinnya adalah sebgaai berikut :
- Vaksin BCG Strain Paris
Vaksin bentuk beku kering yang mengandung mycobacterium bovis hidup yang sudah dilemahkan dari strain Paris no. 1173.P2. - Indikasi : Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap tuberkulosa
Difteri
Disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphtheriae. Gejala Radang tenggorokan, Hilang nafsu makan, Demam ringan, Dalam 2-3 hari timbul selaput putih kebiru - biruan pada tenggorokan dan tonsil, 50% meninggal karena gagal jantung
Pertusis
Disebabkan bakteri corynebacterium diphtheriae. Gejala, Pilek, Mata merah, Bersin, Demam dan kadang menggigil, Batuk yang ringan yang lama-kelamaan menjadi batuk lama ( 100 hari )
Tetanus
Disebabkan oleh clostridium tetani. Gejala Kaku otot pd rahang, disertai kaku pada leher, Kesulitan menelan, Kaku otot perut, Berkeringat dan demam, Pada bayi terdapat jenjang gejala tiba – tiba berhenti menetek (sucking) antara 3 s/d 28 hari setelah lahir, Gejala berikutnya adalah kejang hebat dan tubuh menjadi kaku
Vaksin DPT-HB
Vaksin mengandung DPT berupa Toxoid Difteri dan Toxoid Tetanus yang dimurnikan dan pertusis yang inaktifasi serta vaksin Hepatitis B yg merupakan sub unit vaksin virus yg mengandung HBsAg murni dan bersifat non infectious
Indikasi : Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap penyakit difteri, tetanus, pertusis dan hepatitis B
Vaksin TT
o Vaksin yg mengandung Toxoid Tetanus yg telah dimurnikan dan terabsorbsi kedalam 3 mg/ml aluminium fosfat. Thimerosal 0,1 mg/ml digunakan sebagai pengawet.
o Indikasi : Untuk pemberian Kekebalan aktif terhadap tetanus
Vaksin DT
o Vaksin yang mengandung toxoid difteri dan tetanus yg telah dimurnikan
o Indikasi : Untuk pemberian kekebalan simultan terhadap difteri dan tetanus
Polio
Polio dengan gejala Lumpuh layu akut pada anak berumur < 15 tahun, Demam dan nyeri otot, Kematian bisa terjadi karena kelumpuhan otot pernapasan, Penyebaran melalui tinja yang terkontaminasi. adapun Strategi imunisasi polio (eradikasii) yaitu Imunisasi yang meliputi peningkatan imunisasi rutin polio, dan imunisasi tambahan, Mempertahankan afp rate ≥ 2/100.000 pada anak < 15 tahun, Pengambilan specimen yang adekuat dan tepat waktu pada semua kasus afp, dan Peningkatan kemampuan laboratorium di badan litbangkes untuk sequensing virus polio
Vaksin Polio (OPV)
Vaksin Polio Trivalent (tOPV) yg terdiri dari suspensi virus poliomyelitis tipe 1,2 dan 3 (strain sabin) yg sudah dilemahkan.
Indikasi : Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap poliomyelitis
Campak
Disebabkan oleh virus myxovirus viridae measles. gejala Demam, Bercak kemerahan, Batuk, pilek,Conjunctivitis (mata merah) Selanjutnya timbul ruam pada muka dan leher, kemudian menyebar ketubuh dan tangan serta kaki. Strategi imunisasi campak (eliminasi) yaitu dengan Peningkatan cakupan imunisasi rutin , Pemberian imunisasi tambahan : Kampanye campak 9 – 59 bulan, Penguatan surveilans campak, Memperbaiki management
Vaksin Campak
Vaksin virus hidup yang dilemahkan, setiap dosis mengandung tidak kurang dari 1000 infectife unit virus strain CAM 70 dan tdk lebih dari 100 mcg residu kanamycin dan 30 mcg residu erythromycin.
Indikasi : Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap penyakit campak
Hepatitis b
Disebabkan oleh virus hepatitis b, Gejala : Demam, lemah, nafsu makan menurun, Warna urine seperti teh pekat, kotoran menjadi pucat (dempul ), Warna kuning bisa terlihat pula pada mata ataupun kulit.
Vaksin Hepatitis b
Vaksin Virus recombinan yg telah diinaktivasikan dan bersifat non – infectious berasal dari HBsAg yang dihasilkan dalam sel ragi
Indikasi : Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap infeksi yang disebabkan oleh virus hepatitis B.
terimakasih informasinya
ReplyDeletesemoga bermanfaat...
Delete