Ada 10 faktor yang dapat digunakan untuk menguji kausalitas penyakit oleh Austin Bradford Hill (1965) :
1.
Konsistensi
Faktor atau variabel yang muncul lagi dalam keadaan yang berbeda
dan memiliki hubungan berulang dengan penyakit.
Pengamatan yang diakukan berulang-ulang walaupun pada tempat, waktu
dan populasi dan rancangan penelitian yang berbeda memberikan bukti yang sama
pada hubungan assosiasi
2.
Kekuatan
Jika hubungan menunjukkan bahwa faktor tertentu menyebabkan
beberapa penyakit lebih mungkin terjadi akibat keberadaan satu faktor
dibandingkan keberadaan faktor lain dan penyakit itu terjadi dalam tahap ang
lebih parah atau dalam jumlah yang lebih besar. Makin kuat
hubungan pajanan dengan penyakit secara statistik, makin kuat pula keyakinan
hubungan tersebut bersifat kausal.
3.
Spesifisitas
Merupakan kriteria yg mengacu pd konsep penyebab tunggal (hubungan
satu sebab – satu akibat). Sebuah faktor spesifik hanya berhubungan dengan
sebuah penyakit atau sebuah penyakit berhubungan dengan hanya sebuah faktor
pajanan. Hubungan sebab akibat dari penyakit berhubungan satu atau dua penyakit
yang saling berkaitan. Hubungan sebab akibat itu memiliki kemampuan untuk
menghasilkan hubungan negatif sejati pada kelompok yang tidak terpapar.
4.
Hubungan
waktu
Hubungan sebab akibat suatu kejadian atau pajanan secara logis
terjadi sebelum penyakit atau kondisi berkembang. Faktor waktu dipertimbangkan
yaitu urutan waktu yg mensyaratkan bahwa penyebab harus mendahului akibat (sine
qua non). Kehadirannya harus diyakini mendahului kemunculan penyakit yang
diteliti, jika memang hubungan keduanya bersifat kausal
5.
Kongruensi/koherensi
Jika suatu hubungan sebab akibat dicurigai tersebut sesuai dengan pengetahuan yang ada dan apakah
observasi dan pengkajian yang logis secara ilmiah masuk akal. Makin koheren dengan pengetahuan tentang
riwayat alamiah penyakit, makin kuat keyakinan hubungan kausal antara pajanan
dan penyakit
6.
Sensitivitas
Analisis sebab akibat mengandung kebenaran. Apakah pengkajian
memiliki kemampuan untuk mengidentifikaasi dengan benar bahwa mereka yang sakit
karena penyakit yang dicurigai
7.
Biologis
Jika hubungan didasarkan pada virilitas patogen atau faktor risiko
dan pada kemampuannya untuk menyebabkan penyakit atau suatu kondisi (hubungan
respon dosis) serta tingkat pejamu, hubungannya kausal. Pola hubungan faktor
risiko dengan suatu penyakit sejalan dengan meningkatnya kuantitas atau
kualitas pajanan
8.
Plausabilitas
Hubungan harus dibuktikan sebagai hubungan kausal dan didasarkan
pada ilmu pengetahuan biologis, kedokteran, epidemiologi, dan pengetahuan
ilmiah. Analisis logis yang didasarkan pada pengetahuan yang baru jangan sampai
mencampuri atau membatasi kesimpulan kausal yang jelas dan masuk akal
9.
Eksperimen
Pengetahuan dan kesimpulan tentang hubungan sebab akibat yang
didasarkan pada penelitian dan eksperimen menambah bukti pendukung substansial
dan bobot sifat kausal dari hubungan tersebut
10.
Anologi
Jika hubungan yang sama ternyata bersifat kausal dan memperlihatkan
sebab akibat, transfer pengetahuan harus berguna dan secara analogi hubungan tersebut
dapat dievaluasi sebagai hubungan kausal
Comments
Post a Comment
Silahkan isi komentarnya ^^!