Skip to main content

Penyakit Berbahaya pada Ibu Hamil

Perhatian : Mohon cantumkan sumber/referensi penulis jika mengutip


Hasil gambar untuk transplasentaMasa kehamilan ibu adalah masa keemasan dalam menentukan generasi suatu bangsa. Terbukti dari beberapa hasil penelitian, bahwa balita yang dilahirkan pendek akan berpengaruh pada intelektual/kecerdasannya diusia dewasa. 

Namun yang lebih diwaspadai pada masa kehamilan ibu yaitu penyakit yang biasa dan tidak berbahaya pada orang dewasa normal, akan menjadi berbahaya apabila mengenai ibu hamil. Hal tersebut dikarenakan penyakit-penyakit tersebut akan menginfeksi sang bayi, dan sangat berpengaruh terhadap perkembangan bayi. Berikut beberapa penyakit yang berbahaya apabila terkena pada ibu hamil :

Toxoplasmosis
Toxoplasmosis disebabkan oleh parasit yang dapat ditularkan melalui feses kucing. Baca daur hidup toxoplasma .

Toxoplasma juga dapat tertular dari transfusi darah atau transplantasi organ. selain itu juga dapat menular melalui transplasenta dari ibu ke janin. Seorang ibu yang terinfeksi toxo akan mengalami keguguran, anak lahir mati, anak yang lahir akan mengalami kelainan toksoplasmosis (misalnya, pembesaran abnormal atau kecilnya kepala). Bayi yang terinfeksi sebelum kelahiran sering tidak menunjukkan gejala pada saat lahir, tetapi dapat berkembang di kemudian hari dengan potensi penglihatan kurang, cacat mental, dan kejang.

Herpes Simplex 
Herpes selama kehamilan dapat menular ke bayi yang belum lahir (infeksi neonatal))sehingga bayi terkena hepes neonatal. Bahkan infeksi herpes dapat menyebabkan keguguran. 3 jenis gejala klinis infeksi neonatal : 1) infeksi yang menyebar dan umumnya menyerang hati, 2) encephalitis (radang selaput otak) dan 3) infeksi terbatas pada mata dan mulut. Infeksi satu dan kedua sering menyebabkan kematian.

Penyakit herpes adalah penyakit menular seks yang disebabkan oleh virus. Kebanyakan penyakit ini disebabkan oleh orang-orang yang tidak setia pada pasangan seks, serta kondisi genital yang tidak bersih. Orang yang terkena herpes sering tidak menunjukan gejala. Oleh karena itu untuk seorang ibu yang sedang mengandung ada baiknya untuk rutin memeriksakan diri ke dokter. 

Campak Jerman/ Rubella 
Campak merupakan penyakit infeksi Demam, bercak merah (ruam pungtata/bukit, ruam makulopakuler/pulau) , lekopeni, konjungtivitas (radang/mata merah), limfadenopati, trombositopeni, oksipital (nyeri belakang mata), bengkak dileher dan belakang telinga . Gejala khas berupa bercak kemerahan di kulit timbul pada hari ketiga sampai ketujuh, dimulai di daerah muka, kemudian menyeluruh, berlangsung selama 4–7 hari, kadang-kadang berakhir dengan pengelupasan kulit berwarna kecoklatan

Rubella congenital disebabkan oleh penularan melalui transplasenta selama ibu mengandung. Hal ini dapat menganggu pertumbuhan janin dan dapat mengakibatkan kecacatan bahkan kematian janin. Resiko kecacatan tertinggi pada kehamilan 12 minggu pertama. Bayi biasanya terkena cacat bawaan umum termasuk katarak, penyakit jantung bawaan, gangguan pendengaran dan keterlambatan perkembangan.  

HIV-AIDS 
Penularan HIV dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, atau menyusui dikenal sebagai transmisi perinatal yang paling umum dari infeksi HIV pada anak-anak.

HIV adalah penyakit yang menyerang kekebalan tubuh. HIV dapat menghancurkan begitu banyak dari sel-sel yang tubuh tidak dapat melawan infeksi dan penyakit. Hal ini menyebabkan tubuh tidak mampu melawan dari berbagai penyakit infeksi yang biasa terkena pada manusia normal. Tubuh manusia tidak dapat menyingkirkan HIV. Artinya jika seseorang memiliki HIV, maka seumur hidup akan terinfeksi.

Hepatitis B
Virus hepatitis B (HBV) infeksi pada wanita hamil menimbulkan risiko serius bagi bayinya saat lahir. Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi HBV akan mengembangkan infeksi HBV kronis, sekitar seperempat dari mereka akhirnya akan mati karena penyakit hati kronis.

Referensi :
http://www.cdc.gov/parasites/toxoplasmosis/gen_info/index.html
Chin, James. Manual Pemberantasan Penyakit Menular. 2012. Jakarta. CV Infomedika

Comments

Popular posts from this blog

Nine Month s

Medan sebuah kota yang tak pernah terbesit sebelumnya Sebuah kota maju kota metropolitan seperti Jakarta namun seperti ditinggalkan Bertemu dengan delapan mahasiswa  yang menjadi sahabat bagiku Membangun FKM bersama-sama Lalu datanglah Bahagia dan rintangan datang bergantian Hati dan pikiran semuanya termuara pada mereka Sampai segala puncak cobaan yang tak terbendung Perlakukan manusia zalim yg tak bisa tercena olah akal sehat Fitnah lalu lalang menghantam tak kunjung usai  Terkadang berbuat baik, tak mesti disambut gayung Malah lebih banyak ditiupkan ombak yg menerjang sampan kecil hingga terbalik Menoleh kembali perjuangan Rasulullah, Kehinaan ini tak seberapa dibandingkan dgn kisah sirah nabawiyah. Mencoba membingkai skenario Tuhan Hendak derajat mana yang akan dinaikkan Apakah harus melawan atau diamkan Bulir airmata menitik deras namun hanya sajadah dan AlQuran saksi kesendirian Hanya bertumpu pada keyakinan, akhir kisah ini, Allah pasti akan memb...

Kualitas Pendidikan Di Indonesia

Ada 3 artikel bagus yg ditulis oleh Elizabeth Pisani tentang kualitas pendidikan di Indonesia. Pisani adalah jurnalis Reuters yg banyak menulis tentang Indonesia. Salah satu bukunya, 'Indonesia Etc', adalah buku bagus yg mendapat banyak pengakuan internasional Dalam tulisannya, Pisani menyoroti prestasi anak2 Indonesia dalam tes PISA. PISA adalah tes yg diadakan OECD untuk menguji kemampuan anak2 usia 15 tahun di puluhan negara dalam bidang sains (science), matematika (math) dan membaca (reading). Tes ini diadakan 3 tahun sekali. Di 2 tes terakhir pada tahun 2012 dan 2015, Indonesia mendapat peringkat 60-an dari 70 negara di ketiga bidang yg diujikan. Jauh di bawah negara2 tetangga di ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, apalagi Singapura. Contohnya: hasil tes 2015 menunjukkan, 55% anak Indonesia punya kemampuan sangat buruk di tes membaca. Semua soal tes PISA sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia loh padahal.. 😅 Reading comprehension mereka ternyata sangat rendah....

Research Article vs. Review Article

RESEARCH ARTICLE A research article describes a study that was performed by the article’s author(s). It explains the methodology of the study, such as how data was collected and analyzed, and clarifies what the results mean. Each step of the study is reported in detail so that other researchers can repeat the experiment. The research article will be based on the analysis and interpretation of this data.  To determine if a paper is a research article, examine its wording. Research articles describe actions taken by the researcher(s) during the experimental process. Look for statements like “we tested,” “I measured,” or “we investigated.” Research articles also describe the outcomes of studies. Check for phrases like “the study found” or “the results indicate.” Next, look closely at the formatting of the article. Research papers are divided into sections that occur in a particular order: abstract, introduction, methods, results, discussion, and references. REVIEW ARTIC...