Skip to main content

Penyakit infeksi dilingkungan kerja

Perhatian : Mohon cantumkan sumber/referensi penulis jika mengutip

Penyakit yang timbul karena hubungan kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja.[1] Sedangkan penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya kolonisasi yang dilakukan oleh organisme penginfeksi (patogen) terhadap organisme pejamu rentan, sehingga dapat membahayakan pejamu rentan tersebut. Reaksi pejamu rentan terhadap infeksi tersebut disebut dengan peradangan.[2] Sehingga penyakit infeksi karena kerja adalah penyakit yang disebabkan adanya kolonisasi yang dilakukan oleh organisme penginfeksi (patogen) terhadap pekerja rentan yang didapatkan dari kontaminasi dengan lingkungan kerja, sehingga dapat membahayakan pekerja rentan. Penyebab dari penyakit infeksi banyak sekali faktornya. Dilihat dari faktor utamanya, faktor biologis, yaitu karena keberadaan bakteri, virus, atau parasit dan jamur. 


Beberapa contoh penyakit yang disebabkan oleh bakteri di lingkungan pekerjaaan
  1. TBC
  2. Tetanus
  3. Pneumonia
  4. Gangguan gastroinstestinal
  5.  Pes
  6. Leptospirosis
  7. Kolera 
Contoh penyakit yang disebabkan oleh virus di lingkungan pekerjaan
  1.  HIV
  2.  Hepatitis
  3. Penyakit kulit
  4. Flu burung
  5. Demam berdarah
Contoh penyakit yang disebabkan oleh parasit di lingkungan pekerjaan
  1.  Cacingan tambang
  2.  Kudis
  3.  Toxoplasma
  4. Antraks
  5. Malaria 
  6. Filariasis
  7.   Kurap
  8. Kutu air
  9.  Penyakit kulit
Lingkungan pekerjaan Tempat/organisasi industri yang biasanya beresiko memiliki penyakit infeksi adalah
  1. Rumah sakit misalnya perawat, dokter, petugas pembersihan alat medis yang berhubungan dengan kasus hepatitis dan HIV,
  2. dilingkungan kehutanan atau pertanian dan kebun binatang rentan terhadap penyakit infeksi karena vektor nyamuk misalnya malaria,
  3.  dilingkungan berdebu industri seperti pertambangan atau pabrik rentan terhadap penyakit bronkitis, ISPA, TB paru, dan pneumonia
  4. ndustri yang berhubungan dengan makanan atau cairan rentan terhadap kutu air, jamur, kurap dan penyakit kulit lainnya bahkan pes dan leptospirosis
  5. daerah peternakan rentan terhadap rabies, antraks, toksoplasma, taneasis, infeksi salmonela, flu burung
  6. pengelolaan sampah atau kebersihan dan pekerja kantoran rentan terhadap demam berdarah
  7.  laboratorium yang berhubungan dengan mikroorganisme
  8. pekerja dilapangan yang kemungkinan kontak dengan tinja
  9.  perkantoran yang memiliki keran atau AC rentan terhadap legionairre 3




[1] Keppres no 23 tahun 1993. Tentang penyakit timbul karena kerja.
[2] Wijaya R. Jurnal Informatika, 2011 - majour.maranatha.edu

Comments

Popular posts from this blog

Nine Month s

Medan sebuah kota yang tak pernah terbesit sebelumnya Sebuah kota maju kota metropolitan seperti Jakarta namun seperti ditinggalkan Bertemu dengan delapan mahasiswa  yang menjadi sahabat bagiku Membangun FKM bersama-sama Lalu datanglah Bahagia dan rintangan datang bergantian Hati dan pikiran semuanya termuara pada mereka Sampai segala puncak cobaan yang tak terbendung Perlakukan manusia zalim yg tak bisa tercena olah akal sehat Fitnah lalu lalang menghantam tak kunjung usai  Terkadang berbuat baik, tak mesti disambut gayung Malah lebih banyak ditiupkan ombak yg menerjang sampan kecil hingga terbalik Menoleh kembali perjuangan Rasulullah, Kehinaan ini tak seberapa dibandingkan dgn kisah sirah nabawiyah. Mencoba membingkai skenario Tuhan Hendak derajat mana yang akan dinaikkan Apakah harus melawan atau diamkan Bulir airmata menitik deras namun hanya sajadah dan AlQuran saksi kesendirian Hanya bertumpu pada keyakinan, akhir kisah ini, Allah pasti akan memb...

Kualitas Pendidikan Di Indonesia

Ada 3 artikel bagus yg ditulis oleh Elizabeth Pisani tentang kualitas pendidikan di Indonesia. Pisani adalah jurnalis Reuters yg banyak menulis tentang Indonesia. Salah satu bukunya, 'Indonesia Etc', adalah buku bagus yg mendapat banyak pengakuan internasional Dalam tulisannya, Pisani menyoroti prestasi anak2 Indonesia dalam tes PISA. PISA adalah tes yg diadakan OECD untuk menguji kemampuan anak2 usia 15 tahun di puluhan negara dalam bidang sains (science), matematika (math) dan membaca (reading). Tes ini diadakan 3 tahun sekali. Di 2 tes terakhir pada tahun 2012 dan 2015, Indonesia mendapat peringkat 60-an dari 70 negara di ketiga bidang yg diujikan. Jauh di bawah negara2 tetangga di ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, apalagi Singapura. Contohnya: hasil tes 2015 menunjukkan, 55% anak Indonesia punya kemampuan sangat buruk di tes membaca. Semua soal tes PISA sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia loh padahal.. 😅 Reading comprehension mereka ternyata sangat rendah....

Research Article vs. Review Article

RESEARCH ARTICLE A research article describes a study that was performed by the article’s author(s). It explains the methodology of the study, such as how data was collected and analyzed, and clarifies what the results mean. Each step of the study is reported in detail so that other researchers can repeat the experiment. The research article will be based on the analysis and interpretation of this data.  To determine if a paper is a research article, examine its wording. Research articles describe actions taken by the researcher(s) during the experimental process. Look for statements like “we tested,” “I measured,” or “we investigated.” Research articles also describe the outcomes of studies. Check for phrases like “the study found” or “the results indicate.” Next, look closely at the formatting of the article. Research papers are divided into sections that occur in a particular order: abstract, introduction, methods, results, discussion, and references. REVIEW ARTIC...