Skip to main content

CERDIK untuk cegah diabetes



Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa salah satu upaya untuk mencegah penyakit diabetes adalah menjalankan gaya hidup sehat, yang setidaknya termaktub dalam aksi CERDIK.

"Pencegahan diabetes dari Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan yakni Cek kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktivitas, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres (CERDIK)," kata Hanna Herawati dari Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan, di Jakarta, Senin.

Menurut dia, akan lebih baik jika CERDIK ini mulai dilakukan orang-orang sehat agar tak sampai terserang diabetes. Diet seimbang di antaranya mengonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, gandum, lemak tak jenuh, produk susu dan daging tanpa lemak.

Kemudian, tidak memakan satu jenis makanan secara berlebihan dan tidak melewatkan jam makan. Lalu untuk aktivitas fisik, disarankan berupa aerobik seperti jalan, lari bersepeda, berenang. Di samping itu, melakukan latihan angkat beban untuk melatih otot, peregangan untuk melatih fleksibilitas.

Hanna mengatakan, data Riskesdas hingga 2007 memperlihatkan risiko diabetes muncul di antaranya akibat gaya hidup yang meliputi kebiasaan merokok, kurang melakukan aktivitas fisik, kurang konsumsi sayur dan buah, mengonsumsi alkohol, obesitas dan konsumsi makanan cepat saji.

Data WHO beberapa waktu lalu memperlihatkan, Indonesia berada pada peringkat kelima untuk jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia, yakni mencapai 9,1 juta orang.

Comments

Popular posts from this blog

Nine Month s

Medan sebuah kota yang tak pernah terbesit sebelumnya Sebuah kota maju kota metropolitan seperti Jakarta namun seperti ditinggalkan Bertemu dengan delapan mahasiswa  yang menjadi sahabat bagiku Membangun FKM bersama-sama Lalu datanglah Bahagia dan rintangan datang bergantian Hati dan pikiran semuanya termuara pada mereka Sampai segala puncak cobaan yang tak terbendung Perlakukan manusia zalim yg tak bisa tercena olah akal sehat Fitnah lalu lalang menghantam tak kunjung usai  Terkadang berbuat baik, tak mesti disambut gayung Malah lebih banyak ditiupkan ombak yg menerjang sampan kecil hingga terbalik Menoleh kembali perjuangan Rasulullah, Kehinaan ini tak seberapa dibandingkan dgn kisah sirah nabawiyah. Mencoba membingkai skenario Tuhan Hendak derajat mana yang akan dinaikkan Apakah harus melawan atau diamkan Bulir airmata menitik deras namun hanya sajadah dan AlQuran saksi kesendirian Hanya bertumpu pada keyakinan, akhir kisah ini, Allah pasti akan memb...

Adab Berdoanya Nabi Ibrahim (Qs Asy- Syuara)

Nabi Ibrahim 'Alaihisalam memulai do'anya dengan memuji Allah SWT Qs Asy- Syuara 78-82: " Allah lah yang menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku (78) dan yang memberi makan dan minum kepada-ku, (79) dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku (80) dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali) (82) " Adapun do'a nabi Ibrahim kepada Allah tercatat dalam Al-Qur'an Surat Asy-syuara ayat 83 hingga 91 "Ya Tuhanku, berikanlah aku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang soleh,  dan jadikanlah aku buah tutur kata yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi syurga yang penuh kenikmatan, dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang sesat, dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,...

Kualitas Pendidikan Di Indonesia

Ada 3 artikel bagus yg ditulis oleh Elizabeth Pisani tentang kualitas pendidikan di Indonesia. Pisani adalah jurnalis Reuters yg banyak menulis tentang Indonesia. Salah satu bukunya, 'Indonesia Etc', adalah buku bagus yg mendapat banyak pengakuan internasional Dalam tulisannya, Pisani menyoroti prestasi anak2 Indonesia dalam tes PISA. PISA adalah tes yg diadakan OECD untuk menguji kemampuan anak2 usia 15 tahun di puluhan negara dalam bidang sains (science), matematika (math) dan membaca (reading). Tes ini diadakan 3 tahun sekali. Di 2 tes terakhir pada tahun 2012 dan 2015, Indonesia mendapat peringkat 60-an dari 70 negara di ketiga bidang yg diujikan. Jauh di bawah negara2 tetangga di ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, apalagi Singapura. Contohnya: hasil tes 2015 menunjukkan, 55% anak Indonesia punya kemampuan sangat buruk di tes membaca. Semua soal tes PISA sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia loh padahal.. 😅 Reading comprehension mereka ternyata sangat rendah....