Skip to main content

Hindari "bayi raksasa", ibu hamil perlu cek gula darah




Salah satu upaya yang bisa dilakukan ibu semasa hamil agar tak melahirkan bayi berukuran sangat besar (bayi raksasa) ialah melakukan pemeriksaan kadar gula darah, terutama setelah masa kandungan 24 minggu. 



"Ibu hamil perlu di-skrining (kadar gula darah) setelah 24 minggu kehamilan, agar tak melahirkan bayi raksasa atau berbobot di atas 4 kg, atau hingga 10 kg. Kalau terjadi ini sangat berbahaya bagi anak dan ibunya," ujar pakar diabetes, Prof Dr Agung Pranoto, di Jakarta, Senin. 

Lebih lanjut, Agung mengatakan, bayi terlahir sangat besar terjadi karena kadar gula darah ibu yang tinggi saat hamil masuk ke janin melalui plasenta, sehingga janin juga memiliki kadar gula darah yang tinggi. Inilah yang mencetuskan bayi raksasa. 

"Gula darah waktu hamil yang tinggi masuk lewat plasenta, anaknya juga mengalami gula darah yang tinggi. Ini mencetuskan bayi rakasasa," kata dia. 

Bila begini, menurut Agung, akan berbahaya saat persalinan. "Bayi lahir macet sehingga harus operasi. Bila dilahirkan dengan normal, khawatir patah tulang, pendarahan, lalu bayinya keluar lama sehingga bisa kekurangan oksigen," tutur Agung.

Di samping itu, bila bayi ternyata lahir selamat, risiko ia terkena diabetes di masa dewasanya masih mengintai. Oleh karena itu, bila ibu memang setelah kehamilan 24 pekan terdeteksi diabetes maka perlu dilakukan pengobatan dini, di antaranya melalui pemberian insulin, karena aman. 

"Hamil itu bisa menyebabkan diabetes. Umumnya muncul setelah 24 minggu kehamilan, dialami ibu yang gemuk. Kalaupun bayi lahir selamat, anak berisiko terkena diabetes di usia muda. Oleh karenanya perlu dilakukan pengobatan setelah minggu ke 24 kehamilan," kata Agung. 

Kadar gula darah normal berada di bawah angka 140 mg/dl. Sementara bila mencapai 140-199 mg/dl maka termasuk dalam kategori pra-diabetes. Sedangkan bila mencapai di atas 200 mg/dl, maka dikategorikan diabetes.



https://www.facebook.com/KementerianKesehatanRI?fref=ts
http://www.antaranews.com/berita/514112/hindari-bayi-raksasa-ibu-hamil-perlu-cek-gula-darah

Comments

Popular posts from this blog

Nine Month s

Medan sebuah kota yang tak pernah terbesit sebelumnya Sebuah kota maju kota metropolitan seperti Jakarta namun seperti ditinggalkan Bertemu dengan delapan mahasiswa  yang menjadi sahabat bagiku Membangun FKM bersama-sama Lalu datanglah Bahagia dan rintangan datang bergantian Hati dan pikiran semuanya termuara pada mereka Sampai segala puncak cobaan yang tak terbendung Perlakukan manusia zalim yg tak bisa tercena olah akal sehat Fitnah lalu lalang menghantam tak kunjung usai  Terkadang berbuat baik, tak mesti disambut gayung Malah lebih banyak ditiupkan ombak yg menerjang sampan kecil hingga terbalik Menoleh kembali perjuangan Rasulullah, Kehinaan ini tak seberapa dibandingkan dgn kisah sirah nabawiyah. Mencoba membingkai skenario Tuhan Hendak derajat mana yang akan dinaikkan Apakah harus melawan atau diamkan Bulir airmata menitik deras namun hanya sajadah dan AlQuran saksi kesendirian Hanya bertumpu pada keyakinan, akhir kisah ini, Allah pasti akan memb...

Kualitas Pendidikan Di Indonesia

Ada 3 artikel bagus yg ditulis oleh Elizabeth Pisani tentang kualitas pendidikan di Indonesia. Pisani adalah jurnalis Reuters yg banyak menulis tentang Indonesia. Salah satu bukunya, 'Indonesia Etc', adalah buku bagus yg mendapat banyak pengakuan internasional Dalam tulisannya, Pisani menyoroti prestasi anak2 Indonesia dalam tes PISA. PISA adalah tes yg diadakan OECD untuk menguji kemampuan anak2 usia 15 tahun di puluhan negara dalam bidang sains (science), matematika (math) dan membaca (reading). Tes ini diadakan 3 tahun sekali. Di 2 tes terakhir pada tahun 2012 dan 2015, Indonesia mendapat peringkat 60-an dari 70 negara di ketiga bidang yg diujikan. Jauh di bawah negara2 tetangga di ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, apalagi Singapura. Contohnya: hasil tes 2015 menunjukkan, 55% anak Indonesia punya kemampuan sangat buruk di tes membaca. Semua soal tes PISA sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia loh padahal.. 😅 Reading comprehension mereka ternyata sangat rendah....

Research Article vs. Review Article

RESEARCH ARTICLE A research article describes a study that was performed by the article’s author(s). It explains the methodology of the study, such as how data was collected and analyzed, and clarifies what the results mean. Each step of the study is reported in detail so that other researchers can repeat the experiment. The research article will be based on the analysis and interpretation of this data.  To determine if a paper is a research article, examine its wording. Research articles describe actions taken by the researcher(s) during the experimental process. Look for statements like “we tested,” “I measured,” or “we investigated.” Research articles also describe the outcomes of studies. Check for phrases like “the study found” or “the results indicate.” Next, look closely at the formatting of the article. Research papers are divided into sections that occur in a particular order: abstract, introduction, methods, results, discussion, and references. REVIEW ARTIC...