Skip to main content

NOAEL, LOAEL, NOEL dan LOEL

Perhatian : Mohon cantumkan sumber/referensi penulis jika mengutip

NOAEL (no observed adversed effect level)
 adalah konsentrasi/dosis terbesar suatu zat kimia yang dapat menimbulkan efek buruk yang tidak teramati dalam sebuah populasi uji. Merupakan landasan pengkajian risiko dan untuk menetapkan dosis paparan pada manusia yang masih dapat ditoleransi oleh kesehatan. NOAEL dinyatakan dalam mg per kg berat badan per hari, dan merupakan tolak ukur pengkajian risiko terhadap zat kimia ambnag serta merupakan turunan dari tingkatan pemaparan pada manusia yang dapat ditoleransi oleh keshatan. (Widyastuti) . NOAEL adalah dosis tertinggi suatu zat pada studi toksisitas kronik atau subkronik yang secara statistik atau biologis tidak menunjukkan efek merugikan pada hewan uji atau pada manusia.

LOAEL (lowest observed adversed effect level)
LOAEL berarti dosis terendah yang (masih) menimbulkan efek, Secara numerik NOAEL selalu lebih rendah daripada LOAEL (Rahman). LOAEL merupakan dosis/konsentrasi terendah suatu zat kimia yang ditemukan melalui percobaan atau observasi dan dapat menyebabkan efek buruk dalam kondisi pemaparan yang kuat, nilai acuan untuk melihat apakah suatu senyawa bersifat karsinogenik adalah menetapkan nilai konsentrasi terendah yang efeknya masih dapat diamati (LOAEL) pada manusia, hewan dan tumbuhan. Sedangkan untuk kasus efek iritasi dan efek sensorik pada manusia, yang diukur adalah tingkatan efek terendah yang tidak teramati (NOEL) (Widyastuti).

NOEL (no observed effect level)  dan LOEL (Lowest Observed Effect Level)
NOEL adalah dosis tertinggi dalam study toksisitas yang tidak mengakibatkan efek yang merugikan kesehatan. tingkat paparan yang tidak menyebabkan kerusakan yang dapat diamati. NOEL dan LOEL tidak menjelaskan efek beracun atau berbahaya. Akan tetapi digunakan untuk menggambarkan dampak atau efek yang menguntungkan. Dalam beberapa kasus, digunakan untuk mengukur efek biologis dari suatu bahan kimia (Thomas Yuill, 2008). NOEL tidak dapat langsung ditentukan dari sebuah studi (misalnya, efek dari dosis terendah), pendekatan NOEL-LOEL tidak memadai untuk menentukan ambang batas untuk penilaian risiko. ( HAS, Medical Toxicology, 2004)

REFERENSI
HAS, Medical Toxicology. (2004). Guidance for BMD Approach - Quantal Data. California: Department of Pesticide Regulation.
Rahman, A. Model Kajian Prediktif Dampak Lingkungan dan Aplikasinya untuk Manajemen Risiko Kesehatan. Depok: Pusat Kajian Kesehatan Lingkungan dan Industri FKM-UI.
Thomas Yuill, M. M. (2008). Dose-response relationship.

Widyastuti, P. Bahaya bahan kimia. EGC.

Comments

Popular posts from this blog

Nine Month s

Medan sebuah kota yang tak pernah terbesit sebelumnya Sebuah kota maju kota metropolitan seperti Jakarta namun seperti ditinggalkan Bertemu dengan delapan mahasiswa  yang menjadi sahabat bagiku Membangun FKM bersama-sama Lalu datanglah Bahagia dan rintangan datang bergantian Hati dan pikiran semuanya termuara pada mereka Sampai segala puncak cobaan yang tak terbendung Perlakukan manusia zalim yg tak bisa tercena olah akal sehat Fitnah lalu lalang menghantam tak kunjung usai  Terkadang berbuat baik, tak mesti disambut gayung Malah lebih banyak ditiupkan ombak yg menerjang sampan kecil hingga terbalik Menoleh kembali perjuangan Rasulullah, Kehinaan ini tak seberapa dibandingkan dgn kisah sirah nabawiyah. Mencoba membingkai skenario Tuhan Hendak derajat mana yang akan dinaikkan Apakah harus melawan atau diamkan Bulir airmata menitik deras namun hanya sajadah dan AlQuran saksi kesendirian Hanya bertumpu pada keyakinan, akhir kisah ini, Allah pasti akan memb...

Kualitas Pendidikan Di Indonesia

Ada 3 artikel bagus yg ditulis oleh Elizabeth Pisani tentang kualitas pendidikan di Indonesia. Pisani adalah jurnalis Reuters yg banyak menulis tentang Indonesia. Salah satu bukunya, 'Indonesia Etc', adalah buku bagus yg mendapat banyak pengakuan internasional Dalam tulisannya, Pisani menyoroti prestasi anak2 Indonesia dalam tes PISA. PISA adalah tes yg diadakan OECD untuk menguji kemampuan anak2 usia 15 tahun di puluhan negara dalam bidang sains (science), matematika (math) dan membaca (reading). Tes ini diadakan 3 tahun sekali. Di 2 tes terakhir pada tahun 2012 dan 2015, Indonesia mendapat peringkat 60-an dari 70 negara di ketiga bidang yg diujikan. Jauh di bawah negara2 tetangga di ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, apalagi Singapura. Contohnya: hasil tes 2015 menunjukkan, 55% anak Indonesia punya kemampuan sangat buruk di tes membaca. Semua soal tes PISA sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia loh padahal.. 😅 Reading comprehension mereka ternyata sangat rendah....

Research Article vs. Review Article

RESEARCH ARTICLE A research article describes a study that was performed by the article’s author(s). It explains the methodology of the study, such as how data was collected and analyzed, and clarifies what the results mean. Each step of the study is reported in detail so that other researchers can repeat the experiment. The research article will be based on the analysis and interpretation of this data.  To determine if a paper is a research article, examine its wording. Research articles describe actions taken by the researcher(s) during the experimental process. Look for statements like “we tested,” “I measured,” or “we investigated.” Research articles also describe the outcomes of studies. Check for phrases like “the study found” or “the results indicate.” Next, look closely at the formatting of the article. Research papers are divided into sections that occur in a particular order: abstract, introduction, methods, results, discussion, and references. REVIEW ARTIC...