Skip to main content

Jadi Mahasiswa Kesehatan masyarakat


Mayoritas siswa-siswa di kelas XII dari zaman baheula sampe sekarang cita-citanya cuma pengen jadi anak kedokteran. Ehh…timbulah kegalauan habis mengukur diri, pas ikut-ikutan TO di bimbel-bimbel ternyata kemampuannya tidak lulus di kedokteran. Banting stir dah….!!! ngambil pilihan jurusan kesehatan masyarakat. Terserah mah itu jurusan bahas apaan, yang penting gengsinya kesehatan.
Hayolah ngaku…!!!

Menjadi anak Kesehatan masyarakat, Public Health
Bahkan setelah menjadi mahasiswa pun kebanyakan mereka masih bingung dengan ke-absurb-an jurusan yang mereka pilih. Mulai deh disemester 3 timbul pikiran “kayaknya gue salah jurusan” Akhirnya ngikutin kuliah setengah-setengah, ogah-ogah, mati idup semangat kuliah tergantung lagi single atau double, eaaa......Sampelah masa skripsi masih kagak selera dijurusan, apalagi lirik judul yang gak lengket dihati. Melarikan diri, dan berakhir dengan Drop Out…

Oke gak ada yang salah dengan gengsi, yang penting lu kagak salah pilih. Jurusan yang disosor memang sesuai dengan bakat sama minat.

Ni gambaran buat kalian yang pengen tahu dunia perkuliahan kesehatan masyarakat :

1. Ilmu yang dibahas
Anak kesmas itu otaknya paket komplit. Sosial, dan Sains menyatu dan harus dilahap dalam 7 semester. Dari segi rumpun sosial kita belajar ilmu budaya, antropologi, sejarah, psikologi, kebijakan, hukum, bahasa inggris (Hampir semua slide dan bahan tugas yang kita search ternyata dalam bahasa inggris. So... kalian jangan takut sama bahasa inggris. Kalau kalian canggung, tenang aja.. lama-lama jadi terbiasa. Yang sudah terbiasa nambah jago. Asalkan "gak lari dari kenyataan"). 

Sedangkan gizi, farmasi obat-obatan, ilmu penyakit, dari segi rumpun kesehatan. Kemudian kita juga jadi anak sains, belajar kimia yang aplikasinya misalnya buat menganalisa pencemaran, fisika yang nanti misalnya buat menganalisa tingkat kesesuaian beban kerja pekerja pada suatu pabrik, biologi juga ini kudu dipahami buat nanti misalnya belajar makhluk-makhluk penyebar penyakit. Matematika buat ngitung-ngitung penelitian dari sampel sampai pehitungan statistiknya.

Kok se komplit itu? 
Lah iyaaaa... Anak kesmas kan Agent perubahan kesehatan. Karena mereka adalah pemegang puncak nasib kesehatan disuatu negara!!!
Ditangan anak kesmas, penyebaran penyakit dapat dikendalikan atau justru semakin meluas. Mereka harus membuat program dan kebijakan, bisa bernegosiasi antar lintas sektor, lalu kemasyarakat. 

Kesmas itu enaknya dominan sama sosial dan sains.  Lembaga-lembaga sosial sangat banyak mencari anak kesmas. Beruntungnya kebanyakan syarat buat dapat beasiswa adalah mereka yang mempunyai pengalaman sosial. Sehingga banyakan anak kesmas mendapatkan kesempatan beasiswa keluar negeri.

2. Model belajar
Rata-rata jurusan kesehatan masyarakat masih memakai sistem SKS, beda dengan kedokteran yang memakai blok. Sistem SKS ini model kuliah yang lumrah disemua jurusan. Biasanya dalam sehari bisa 2-4 matakuliah dengan nilai sks yang berbeda. 1 sks biasanya 45 menit. Nah hitung aja 1 hari berapa sks kalian belajar , itulah lamanya waktu belajar kalian perhari. Biasanya kita kuliah dari jam 8 pagi sampai jam setengah 6 sore. Semua matakuliah ujiannya bareng di 2 minggu khusus diakhir semester. Nilai kalian tergantung pada skor dan bobot SKS. Semakin besar SKS dan banyak A maka IP semakin bagus.  

Tergantung juga sama dosennya ya…. Ada dosen yang satu semester cuma 2 kali dateng dari kewajiban 11 kali pertemuan. Akhirnya pas diujung-ujung semester kita kuliah sampe malem  untuk mengejar ketertinggalan… adaa…!!! bahkan kuliah via skype, dan webcame karena dosen kita banyakan lagi short course keluar negeri

Ada juga kampus yang kesmasnya memakai sistem blok. Misalnya dalam 2 minggu ini diisi dengan matakuliah gizi dasar. Maka 2 minggu itu kita full hanya belajar gizi dasar, hingga diakhir minggunya kita langsung UAS. Kemudian 2 minggu setelahnya move on ke matakuliah lain. Masih ga ngerti ya? Nanti kalian ngerti sendiri. hehe

Disemester 5 kita bakal dibagi menjadi beberapa peminatan. Biasanya dibagi menjadi : peminatan gizi, epidemiologi (epid), biostastistik (biostat), kesehatan keselamatan kerja (K3), kesehatan lingkungan (KL), promosi kesehatan (promkes) Manajemen Pelayanan Kesehatan (MPK) dan kesehatan reproduksi (kespro). Lebih detailnya nanti kalian paham sendiri kalau sudah resmi jadi mahasiswa kesmas.

3. Tugas -  tugas
Dimana-mana kalau namanya kuliah, tugas pasti bejibun. Kalau di kesmas sendiri terkenal dengan SKM (SARJANA KEBANYAKAN MAKALAH). Kita digodok habis untuk pandai membuat makalah, karena berkaitan dengan tugas kita nanti menjadi seorang kesmas yang bisa membuat tulisan. Setiap matakuliah rata-rata tugasnya disuruh buat paper, dan minggu depannya presentasi. Sampai akhirnya disemester 5, kita mulai membuat makalah dari hasil riset mini. Hasil riset ini bakal diperdebat dan saling babat habis sama kelompok lain. Disini kita belajar menjadi orang yang kritis namun mendasar pada referensi yang bisa dipertanggung jawabkan.

Kuliahnya sampe magrib, terus besoknya presentasi hasil riset itu sudah biasa. Semakin naik semester, tidur diatas jam 3 subuh itu sudah mainstream. Jadi kalau masih dibawah jam 12 malem, anggapannya masih sore. 

Kadang kita bareng teman sekelompok tidurnya shift-shiftan dan ngerjain tugasnya secara estafet. Biasanya orang yang males, dia ngerjainnya duluan sampe isya, terus dia tidur atau apalah ga mau tahu lagi urusan tugas. Disambut sama orang yang lumayan rajin dan tanggung jawab, orang tipe ini biasanya ngerjain sampe jam 12 malam. Dilanjutkan dengan orang yang paling rajin dan superpower melengkapi semua tugas teman-teman yang amburadul tadi sampailah jam 3 subuh. Tidurnya biasanya satu jam sebelum subuh. 
Dimana-mana memang lumrah dalam satu kelompok mesti ada yang males banget dan yang rajin banget. Kalau beruntung bisa dapet yang rajin semua, kalau sial dapet yang males semua.

4. Praktikum
Kita mulai praktikum dari semester 1. Di semester 2 mulai menjamur matakuliah berpraktikum. Pre dan Post praktikum pasti ada kuis, jadi kudu belajar dulu sebelum praktikum. 
Disemester awal, gambaran praktikumnya seperti ngambil urin, feses dan darah sendiri. Kita juga ngamatin feses dan darah orang lain yang mengandung cacing dan parasit. Tahan-tahan dah di labor ya… jangan lupa bawa masker. Ada juga kita bikin kompos pakai peyeum yang kalau gagal bukan jadi pupuk, tapi malah belatungan. Kita juga bikin trap atau perangkap lalet, pas hasilnya dibawa ke kelas laletnya ada yang lolos, jadinya sekelas belajar nangkep lalet.

Pada semeter 5 keatas intensitas praktikum sesuai dengan peminatan masing-masing. Gambaran kasar nya begini: Peminatan KL, K3 biasanya ke laboratorium limbah-limbah dan kunjungan industri. Gizi praktikum masak-memasak, mereka punya dapur sendiri loh.. MPK praktikumnya di rumahsakit atau pemerintahan. Promkes punya studio, biasanya mereka ini syuting dan bikin poster-poster. Epidemiologi praktikumnya ke masyarakat langsung, balai penelitian dan dinas-dinas kesehatan.

5. PBL (Pengalaman Belajar Lapangan
Kalau anak pendidikan ada PPL, dan jurusan lain ada KKN. Kalau kesmas adanya Cuma PBL. PBL dilaksanakan pada semester 5 sampai 6. PBL-nya kesmas ini superrrrr sekali, karena kegiatannya berlangsung selama 2 semester atau 1 tahun broooo…. 

Di PBL 1 kerjaaan kita menganalisis masalah kesehatan dan potensi daerah. Ngubek-ngubek puskesmas, lurah, camat, membaur ke masyarakat, ikutan posyandu, posbindu bahkan bisa jadi pelayan tiket di puskesmas. hihihih. 
Nah pas di PBL 2, baru bikin program intervensi buat masalah kesehatn yang kita temukan di daerah PBL.

Dalam PBL ini kita harus menyatu, ga ada lagi egoisme peminatan. Kita saling menyatukan ilmu dan berfikir bersama-sama untuk memecahkan masalah di daerah PBL. Biasanya anak dari peminatan epid lebih menonjol dimatakuliah ini, karena emang kerjaan mereka menilai dan memberikan solusi masalah berbasis bukti keilmuan (evidence based).

6. SMS (Seminar profesi, Magang, Skripsi)
Memasuki semester 7, adalah semester yang paling hektik!. hebring dan kece badaiii... Jika dulu dikelas kita bisa ngerjain tugas bareng, makan bareng, ga masuk santai aja, tapi disemester ini pribadi kalian akan diuji. 

Seminar profesi dimulai diawal semester 7. Setiap peminatan wajib ngadain seminar profesi, yaitu seminar hasil penelitian kelas yang akan dipublikasi secara besar-besaran. Kita wajib ngundang pembicara keren atau ahli-ahli yang sudah kredibel. Kita juga harus mengundang masyarakat umum atau sasaran yang tepat untuk mengetahui hasil publikasi penelitian kelas. 
Proses kepanitiaan berlangsung selama satu semester atau 4 bulan. Dari proses menyelenggarakan seminar ini, kalian akan tahu kepribadian detail dari teman-teman sekelas. Sifat asli mereka ga akan bisa disembunyikan. hehehe

Magang dilakukan pada saat liburan semester 7 ke semeter 8. Magang dilaksanakan selama 48 hari. Disini keilmuan kalian bakal diterapkan diinstansi tempat magang. Biasanya tempat magang di Kementrian, Dinkes, LSM, Perusahaan, dan Rumah Sakit. Nah dari magang banyak mahasiswa yang ditarik untuk bekerja disana jika sudah tamat... asik kan!! makanya bekerjalah semaksimalnya.

Memasuki semeter 8 awal, kita sudah harus menyiapkan proposal skripsi. Ga perlu panjang-panjang untuk cerita skripsi. Dimana-mana skripsi emang individual dan butuh mental yang baja. Kalau kalian ga kuat, mau dijurusan apa aja kalian bakal lari dari kenyataan.  

Karena banyaknya kuliah lapangan yang bertubi-tubi, mulai dari PBL sampai Skripsi, rata-rata anak kesmas tamatnya 4 tahun lewat 3-5 bulan. Ada juga sih yang bisa 4 tahun. Tapi langkah banget yang bisa 3,5 tahun.

7. Karir Kesehatan Masyarakat
Anak kesmas karirnya akan berakhir sesuai dengan peminatan. Tapi gak menutup kemungkinan, peminatan lain bisa bekerja dibagian peminatan lain. Ini hanya umumnya saja.

Kalau passionnya pengen jadi ilmuwan kesehatan ambillah epid, gizi, dan kespro. Bekerja di perusahaan ambillah K3, dan KL. Kalau mau di rumah sakit ambillah gizi dan MPK. Kalau mau dipemerintahan ambillah epid, promkes, dan kespro, 3 jurusan ini banyak dibutuhkan dilingkungan kementrian kesehatan dibandingkan peminatan lain (walaupun peminatan lain juga tidak menutup kemungkinan)... 

Tapi namanya kesehatan masyarakat kita harus paham semua ilmu ini, nantinya orang ga nanya kamu peminatan apa. Soalnya gelar sarjana kita SKM (Sarjana Kesehatan Masyarakat) tanpa embel-embel peminatan. Mungkin beberapa tahun kedepan, kalau ilmu kita makin maju, peminatan akan memisahkan diri dan baru bisa gelarnya berdiri sendiri.

Berikut bisa diliat list karirnya kesmas sesuai dengan peminatan :
  • K3 = Safety HSE perusahaan, Kementrian kesehatan, Dosen
  • KL = Safety HSE perusahaan, Kementrian kesehatan, Dinas Kesehatan, Laboran, LSM, Dosen
  • Epid = Kementrian kesehatan, Dinas Kesehatan, Laboran, Peneliti, LSM, NGO, Dosen
  • Gizi = Rumah sakit, Kementrian kesehatan, Dinas Kesehatan, LSM, Dosen
  • MPK = Rumah sakit, Kementrian kesehatan, Dinas Kesehatan, Dosen
  • Promkes = Kementrian kesehatan, Dinas Kesehatan, LSM, Dosen
  • Kespro = Rumah sakit, Kementrian kesehatan, Dinas Kesehatan, LSM, Dosen


8. Temperatur Lingkungan Kesehatan Masyarakat

Selama menjadi mahasiswa bahkan setelah tamat, kalian akan merasakan menjadi satu keluarga dengan PH warrior yang lain. Keilmuan dan orientasi sainstist nya begitu kental. Conference, dan pertemuan ilmiah tingkat nasional sampai internasional berjibun. Batas geografis tidak menjadi penghalang, Semua PH didunia bersatu dibawah naungan WHO. Kalian tidak akan hilang ketika selesai kuliah, kalau rajin menyambung link sesama PH. 
Anak PH paling banyak dicari sama temen-temen mahasiswa dari jurusan kesehatan lain (ex: perawat, dokter, farmasi). Mereka andalan kalau masalah riset meriset. Kalau sudah masuk disemester 8, musim skripsi, berasa deh jadi pembimbing skripsi dadakan dari teman-teman jurusan kesehatan lain.
Pokoknya asiklah di Public Health!


Oke, sudah paham dunia kesehatan masyarakat....???
Gak bisa lagi kita samain dengan dokter. Karena dikesmas kita belajarnya ilmu dan seni mencegah penyakit, kalau dokter ilmu mengobati penyakit.

Semoga cukup informatif ya, dan semoga pilihan kalian bisa dipertimbangkan dengan matang. Selamat menempuh menjadi anak kesehatan masyarakat....
Salam Miracle, Salam Public Health !!!!

bagi yang mau tahu peminatan EPIDEMIOLOGI setelah studi KESEHATAN MASYARAKAT ni lanjut baca ini  jadi mahasiswa epidemiolog

Comments

  1. Ada itung itungan fisika kimia ga ka? Sekarang lagi smter berapa ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah ga ada lagi dik.Adanya ngitung2 matematik di matkul biostatistik
      Kaka udah alumni :)

      Delete
    2. Ka. Boleh minta emailnya? Aku mau tanyatanya lebih, biar lebih enak nanyanya. Makasihh

      Delete
  2. Kak boleh minta id linenya? aku minat banget masuk UIN nih, doain ya kak semoga diterima :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk sementara tanya kesini aja ya.
      kaka lagi pusing ria dgn tesis, menghemat baterai nih :)

      Delete
  3. Kak kk s1 kesmas dimana ka? Kalo sekarang kaka lagi kerja atau lanjut s2? Klo lanjut s2 , s2 dmn Kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo @kamila, s1 uin jakarta, kerja dan lanjut s2 unsri

      Delete
    2. kak ikut tanya hehe, kakak peminatan apa S1nya? terus sekarang bekerja dimna? salam kenal kak saya mahasiswi fkm undip smt 2:)

      Delete
    3. halo @risqi salam kenal juga, kaka alumni peminatan epid. Sekarang asisten riset di FK unsri

      Delete
  4. Kak.. mau tanya donka, kalo s1 ekstensinya di uin brp lama dan akreditasi ban ptnya apa? Trm ksi

    ReplyDelete
  5. Kak.. mau tanya donka, kalo s1 ekstensinya di uin brp lama dan akreditasi ban ptnya apa? Trm ksi

    ReplyDelete
    Replies
    1. akreditasnya B.
      hm.. ektensi maksudnya apa ya? klo mksdny kelas ekstensi ga ada di fkm uin mah.

      Delete
  6. Kak mau tanya itu yg biostatistik kok gak dibahas kak? Makasih :)
    Seneng baca blognya. Bermanfaat sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh iya, kebetulan di kaka di fkm uin blm ada peminatan biostat. jadi belum punya bnyak bahan untuk dceritain :)

      Delete
  7. kak peminatan apa ? aku statistik kesehatan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hampir mirip lah kita. kakak S1 epidemiologi, S2 epid-biostat dik :)

      Delete

Post a Comment

Silahkan isi komentarnya ^^!

Popular posts from this blog

Nine Month s

Medan sebuah kota yang tak pernah terbesit sebelumnya Sebuah kota maju kota metropolitan seperti Jakarta namun seperti ditinggalkan Bertemu dengan delapan mahasiswa  yang menjadi sahabat bagiku Membangun FKM bersama-sama Lalu datanglah Bahagia dan rintangan datang bergantian Hati dan pikiran semuanya termuara pada mereka Sampai segala puncak cobaan yang tak terbendung Perlakukan manusia zalim yg tak bisa tercena olah akal sehat Fitnah lalu lalang menghantam tak kunjung usai  Terkadang berbuat baik, tak mesti disambut gayung Malah lebih banyak ditiupkan ombak yg menerjang sampan kecil hingga terbalik Menoleh kembali perjuangan Rasulullah, Kehinaan ini tak seberapa dibandingkan dgn kisah sirah nabawiyah. Mencoba membingkai skenario Tuhan Hendak derajat mana yang akan dinaikkan Apakah harus melawan atau diamkan Bulir airmata menitik deras namun hanya sajadah dan AlQuran saksi kesendirian Hanya bertumpu pada keyakinan, akhir kisah ini, Allah pasti akan memb...

Kualitas Pendidikan Di Indonesia

Ada 3 artikel bagus yg ditulis oleh Elizabeth Pisani tentang kualitas pendidikan di Indonesia. Pisani adalah jurnalis Reuters yg banyak menulis tentang Indonesia. Salah satu bukunya, 'Indonesia Etc', adalah buku bagus yg mendapat banyak pengakuan internasional Dalam tulisannya, Pisani menyoroti prestasi anak2 Indonesia dalam tes PISA. PISA adalah tes yg diadakan OECD untuk menguji kemampuan anak2 usia 15 tahun di puluhan negara dalam bidang sains (science), matematika (math) dan membaca (reading). Tes ini diadakan 3 tahun sekali. Di 2 tes terakhir pada tahun 2012 dan 2015, Indonesia mendapat peringkat 60-an dari 70 negara di ketiga bidang yg diujikan. Jauh di bawah negara2 tetangga di ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, apalagi Singapura. Contohnya: hasil tes 2015 menunjukkan, 55% anak Indonesia punya kemampuan sangat buruk di tes membaca. Semua soal tes PISA sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia loh padahal.. 😅 Reading comprehension mereka ternyata sangat rendah....

Research Article vs. Review Article

RESEARCH ARTICLE A research article describes a study that was performed by the article’s author(s). It explains the methodology of the study, such as how data was collected and analyzed, and clarifies what the results mean. Each step of the study is reported in detail so that other researchers can repeat the experiment. The research article will be based on the analysis and interpretation of this data.  To determine if a paper is a research article, examine its wording. Research articles describe actions taken by the researcher(s) during the experimental process. Look for statements like “we tested,” “I measured,” or “we investigated.” Research articles also describe the outcomes of studies. Check for phrases like “the study found” or “the results indicate.” Next, look closely at the formatting of the article. Research papers are divided into sections that occur in a particular order: abstract, introduction, methods, results, discussion, and references. REVIEW ARTIC...