Skip to main content

Makna Kehidupan Manusia di Dunia

Beberapa hari terakhir aku merenungi arti hidup yang sedang ku jalani sekarang.
Ya Allah, kenapa aku engkau ciptakan??
Kenapa aku tidak diciptakan menjadi pohon, atau hewan yang tidak akan ada beban untuk melakukan dosa dan tidak ada hukuman neraka surga.
Aku berfikir, ya Allah,dunia itu seolah-olah hanya permainan saja, misalkan bangun tidur, mandi, makan, pergi kuliah, selesai kuliah pulang makan, lalu tidur lagi..... dan buka mata sudah kembali pagi lagi. SD menanti SMP, sampai SMP menanti SMA, SMA menanti kuliah, Kuliah menanti wisuda, tamat, menikah, punya anak, bekerja, tua, meninggal.
begitu sajakah rute kehidupan ini
Seperti permainan yang sudah jelas konsep dan arah akhirnya bagaimana. ujungnya yaitu MATI

Seoalah-olah sekarang ini kita berada dilorong waktu yang tersesat beberapa jam, lalu menemukan jalan pulang. Dalam perjalanan tersebut perpisahan jasad dan roh sangat sakit sekali... lalu ada dua dunia yang akan kita nikmati. sekarang dan akhirat.

Lalu... untuk apa Allah menciptakan manusia dibumi?? hanya untuk permainan semata???... hanya untuk menjalani rute kehidupan dunia yang membosankan inikah.
"Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (al-Hadiid: 20)

Akhirnya aku mengajak diskusi orangtuaku dari jauh, untuk menjawab kegalauan ku ini.
subhanallah, hati ku tenang mendengarkan jawaban yang fantastik dari umi....
"Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?" (al-Mu'minuun: 115)

"Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main." (al-Anbiyaa`: 16)

Terus, manusia harus melakukan apa dibumi? toh ujung2nya mereka harus kembali ke akhirat??

oh ternyata... manusia itu diciptakan untuk Menyembah Kepada Allah (Beriman)
Keberadaan manusia di muka bumi ini bukanlah ada dengan sendirinya. Manusia diciptakan oleh Allah, dengan dibekali potensi dan infrastruktur yang sangat unik. Sebagai agama yang haq, Islam menegaskan bahwa posisi manusia di dunia ini adalah sebagai ‘abdullah (hamba Allah). Posisi ini menunjukan bahwa salah satu tujuan hidup manusia di dunia adalah untuk mengabdi atau beribadah kepada Allah.Dalam hal ini, Allah Swt. menjelaskan dalam firman-Nya,
bahwa tujuan hidup manusia adalah semata-mata untuk mengabdi (beribadah) kepada-Nya (QS. Adz-Dzariyat ayat 56 dan QS. Al-Bayyinah ayat 5).
Kemudian............ manusia hidup dengan tujuan Memanfaatkan Alam Semesta (Beramal).
Manusia adalah puncak ciptaan dan makhluk Allah yang tertinggi (QS. at-Tien ayat 4). Manusia juga dijadikan sebagai khalifah atau wakil Tuhan dimuka bumi (QS. al-Isra’ ayat 70)
Ia telah menciptakan segala sesuatu untuk kepentingan manusia. bumi dan alamnya diciptakan untuk supaya manusia memanfaatkanya dan mengaturnya sebaik mungkin, bukan untuk dirusak dan dieksploitasi
Subhanallah....
Lalu tujuan manusia hidup dibumi ini Membentuk Sejarah Dan Peradaban (Berilmu)
manusia menurut al-Qur’an di muka bumi ini adalah melakukan penyelidikan terhadap alam, agar dapat dimengerti hukum-hukum Tuhan yang berlaku di dalamnya. Dunia adalah wadah bagi sejarah, dimana manusia menjadi pemilik atau rajanya. Hidup tanpa sejarah adalah kehidupan yang dialami oleh manusia setelah kematian. heiii teman..... yang menciptakan sejarahmu adalah tingkah lakumu sendiri dimuka bumi ini. manusia harus selalu iqra’ atau membaca alam semesta. Dengan kata lain, manusia harus menjadikan alam semesta sebagai media mengembangkan ilmu dan pengetahuannya.

kesimpulannya tujuan manusia hidup dibumi ini adalah :

Pertama, menyembah kepada Allah Swt. (beriman). Kedua, memakmurkan alam semesta untuk kemaslahatan (beramal) dan Ketiga, membentuk sejarah dan peradabannya yang bermartabat (berilmu).

oh, jadi tidaklah sia-sia hidup didunia ini. Aku jadi tidak berfikir lagi untuk apa aku belajar, jika ujung2nya akhirat yang aku kejar. Miskin pun tak apa asalkan ibadahku tetap kuat untuk Allah. 
Tetapi... belajar itu tujuan manusia hidup didunia agar bisa memakmurkan alam dan mencetak sejarah yang baik. Jadi jika kita tidak belajar, tujuan kita sebagai manusia tidak tercapai. Kalian mau disamakan dengan hewan yang tujuannya hanya makan tidur dan kebutuhan biologis lainnya.

Kalau kita semua berfikir seperti ini, tidak ada lagi manusia yang duniawi, kehartaan, membunuh, mencuri dan membuat onar.

Apalagi fenomena remaja sekarang yang memuja cinta kepada pacarnya. huahhh.. hidup yang percuma.

InsyaAllah, aku tidak resah lagi pada dunia percintaan yang semu ini, tak merasa rendahlah jika dibilangin tak laku, jomblowati sejati, eh.... apalagi yang bilang aku ini terlalu kaku menikmati dunia.

Aku hanya ingin mencetak sejarah dibumi, dan mendapat ridha Allah yang sebesar2nya. wah.... jika aku mati, didunia aku tak percuma, dan diakhirat ditempatkan pada derajat yang baik bersama khalifah bumi yang lain. iya kan ya Allah??? 
Amiiiiinnnn...

Comments

Popular posts from this blog

Nine Month s

Medan sebuah kota yang tak pernah terbesit sebelumnya Sebuah kota maju kota metropolitan seperti Jakarta namun seperti ditinggalkan Bertemu dengan delapan mahasiswa  yang menjadi sahabat bagiku Membangun FKM bersama-sama Lalu datanglah Bahagia dan rintangan datang bergantian Hati dan pikiran semuanya termuara pada mereka Sampai segala puncak cobaan yang tak terbendung Perlakukan manusia zalim yg tak bisa tercena olah akal sehat Fitnah lalu lalang menghantam tak kunjung usai  Terkadang berbuat baik, tak mesti disambut gayung Malah lebih banyak ditiupkan ombak yg menerjang sampan kecil hingga terbalik Menoleh kembali perjuangan Rasulullah, Kehinaan ini tak seberapa dibandingkan dgn kisah sirah nabawiyah. Mencoba membingkai skenario Tuhan Hendak derajat mana yang akan dinaikkan Apakah harus melawan atau diamkan Bulir airmata menitik deras namun hanya sajadah dan AlQuran saksi kesendirian Hanya bertumpu pada keyakinan, akhir kisah ini, Allah pasti akan memb...

Adab Berdoanya Nabi Ibrahim (Qs Asy- Syuara)

Nabi Ibrahim 'Alaihisalam memulai do'anya dengan memuji Allah SWT Qs Asy- Syuara 78-82: " Allah lah yang menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku (78) dan yang memberi makan dan minum kepada-ku, (79) dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku (80) dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali) (82) " Adapun do'a nabi Ibrahim kepada Allah tercatat dalam Al-Qur'an Surat Asy-syuara ayat 83 hingga 91 "Ya Tuhanku, berikanlah aku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang soleh,  dan jadikanlah aku buah tutur kata yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi syurga yang penuh kenikmatan, dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang sesat, dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,...

Kualitas Pendidikan Di Indonesia

Ada 3 artikel bagus yg ditulis oleh Elizabeth Pisani tentang kualitas pendidikan di Indonesia. Pisani adalah jurnalis Reuters yg banyak menulis tentang Indonesia. Salah satu bukunya, 'Indonesia Etc', adalah buku bagus yg mendapat banyak pengakuan internasional Dalam tulisannya, Pisani menyoroti prestasi anak2 Indonesia dalam tes PISA. PISA adalah tes yg diadakan OECD untuk menguji kemampuan anak2 usia 15 tahun di puluhan negara dalam bidang sains (science), matematika (math) dan membaca (reading). Tes ini diadakan 3 tahun sekali. Di 2 tes terakhir pada tahun 2012 dan 2015, Indonesia mendapat peringkat 60-an dari 70 negara di ketiga bidang yg diujikan. Jauh di bawah negara2 tetangga di ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, apalagi Singapura. Contohnya: hasil tes 2015 menunjukkan, 55% anak Indonesia punya kemampuan sangat buruk di tes membaca. Semua soal tes PISA sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia loh padahal.. 😅 Reading comprehension mereka ternyata sangat rendah....