Vitamin A
Terdapat pada bahan yang berasal dari hewan sperti mentega, telur, hati dan daging. Karoten banyak terdapat pada sayur yang berwarna hijau atau kuning pada buah-buahan seperti wortel, pepaya, tomat.
Kebutuhan manusia terhadap vitamin A yan dianjurkan perhari untuk wanita 500 RE dan untuk pria 600 RE. (1 RE = 1 μg retinol, 6 μg β-karoten, 3,33 IU aktivitas vitamin dari retinol, atau 10 IU aktivitas vitamin dari β-karoten)
Vitamin A digunakan untuk pengobatan penyakit kulit seperti akne, psoriasis, dan iktiosis.
Defisiensi vitamin A dapat menyebabkan buta senja atau niktalopia. Sedangkan defisiensi vitamin A yang sangat berat dapat menyebabkan kebutaan.
Farmakodinamik
Vitamin A dosis kecil tidak menunjukkan efek farmakodinamik yang berarti sebaliknya pemberian pemberian dosis besar vitamin A menimbulkan keracunan.Vitamin A diperlukan untuk proses biokimiawi, diperlukan juga untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang dan meningkatkan integritas jaringan mukosa dan epitel.
Farmakokinetik
Vitamin A diabsorbsi sempurna melalui usus halus dan kadarnya dalam plasma mencapai puncak setelah 4 jam, tetapi absorbs dosis besar vitamin A kurang efisien karena sebagian akan keluar melalui tinja. Lama kerjanya tidak diketahui.Karena vitamin A disimpan di hati,maka vitamin A mungkin dapat tersedia bagi tubuh selama berhari-hari,berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Pemberian vitamin A bersama vitamin E nampaknya dapat meningkatkan efektivitas vitamin A dan mencegah atau mengurangi kemungkinan terjadinya hiprvitaminosis A
Vitamin D
Bayi memerlukan 400 unit/hari.
Berguna untuk mencegah dan mengobati rakitis yaitu peyakit yang banyak terdapat pada anak, terutama didaerah yang kurang mendapat sinar matahari.
defisiensi vitamin D Pada bayi dan anak, hal ini mengakibatkan gangguan pertumbuhan tulang (rakitis). Berkurangnya kaslifikasi menyebabkan deformitas tulang seperti kifosis, skoliosis, tulang tasbih pada dada, kraniotabes pada anak usia dibawah satu tahun dan genu varus atau genu valgus pada anak yang sudah dapat berjalan.
Paa orang dewasa, defisiensi vitamin D menyebabkan osteomalasia yang ditandai oleh berkurangnya densitas tulang, sedangkan dermitas tulang hanya terjadi pada kasus yang lanjut.
sedangkan hipertaminosis 50.000 unit vitamin D tiap hari terus menerus dapat mengakibatkan keracunan, tetapi keracunan pada anak-anak keracunan dapat timbul pada dosis yang relatif kecil.
Sedangkan pada ibu hamil dihubungkan dengan timbulnya stenosis aorta supravalvular congenital nonfamilial pada fetus yang dilahirkan. Gejala hipervitaminosis D berupa hiperkalsemia, kalsifikasi ektopik pada jaringan lunak (misalnya ginjal, pembuluh darah, jantung dan paru), anoreksia, mual, diare, sakit kepala, hipertensi dan hiperkolesterolemia.
Farmakodinamik
Vitamin D berefek meningkatkan absorbsi kalsium dan fosfat melalui usus halus, sehingga menjamin kebutuhan kalsium dan fosfat yang cukup untuk tulang. Vitamin D bekerja langsung dan tidak langsung pada sel yang berperan dalam remodeling tulang. Vitamin juga mengurangi ekskresi Ca2+ melalui ginjal.
Farmakokinetik
Absorbsi vitamin D melalui saluran cerna cukup baik. Vtamin D3 diabsorbsi lebih cepat dan lebih sempurna. Gangguan fungsi hati, kandung empedu an saluran cerna seperti steatore akan mengganggu absorbs vitamin D.
Vitamin E
Vitamin E bisa didapatkan pada telur, susu, daging, buah-buahan, kacang-kacangan dan sayur-sayuran misalnya selada dan bayam.
defisiensinya Gejala yang timbul antara laian anemia hemolitik, degenerasi retina, kelemahan otot, miopatia, ataksia, dan gangguan neurologis.
Hipervitaminosis Vitamin E. Pemakaian vitamin E dosis besar untuk waktu lama dapat menyebabkan kelemahan otot, gangguan reproduksi, dan gangguan saluran cerna
Farmakodinamik
Vitamin E berpran sebagai antioksidan dan dapat melindungi kerusakan membrane biologis akibat radikal bebas.
Farmakokinetik
Vitamin E diabsorpsi baik melalui saluran cerna. Kebanyakan vitamin E di ekskresi secara lambat kedalam empedu , sedangkan sisanya diekskresi melalui urin sebagai glukuronida dari asam tokoferonat atau metabolit lain
Vitamin K
Dikenal 2 jenis vitamin K alam, yaitu vitamin K1 (filokuinon=fitonadion) dan vitamin K2 (senyawa menakuinon), dan 1 jenis vitamin K sintetik.
Vitamin K1 yang digunakan untuk pengobatan, gterdapat pada kloroplas sayuran berwarna hijau dan buah-buahan.
Vitamin K2 disintesis oleh bakteri usus terutama oleh bakteri gram-positif. Vitamin K sintetik yaitu vitamin K3 (menadion) merupakan derivate naftokuinon, dengan aktivitas yang mendekati vitamin K alam
Defisiensi Vitamin K. Defisiensi vitamin K menyebabkan hipoprotrombinemia dan menurunnya kadar beberapa faktor pembekuan darah. Defisisensi vitamin K akibat asupan yang tidak mencukupi jarang terjadi, karena vitamin K banyak terdapat pada banyak jenis makanan dan juga disintesis oleh bakteri usus
Farmakodinamik
Pada orang dewasa vitamin K tidak mempunyai aktivitas farmakodinamik, tetapi pada pasien defisiensi vitamin K, vitamin ini berguna untuk meningkatkan biosintetis beberapa faktor pembekuan darah yaitu protrombin
Farmakokinetik
Absorpsi vitamin K melalui usus sangat tergantung dari kelarutannya. Absorpsi filokuinon dan menakuinon hanya berlangsung baik bila terdapat garam-garam empedu, sedangkan menadion dan derivatnya yang larut air dapat diabsopsi walaupun tidak ada empedu.Metabolisme vitamin K didalam tubuh tidak banyak diketahui. Pada empedu dan urin hampir tidak ditemukan bentuk bebas, sebagian besar dikonjugasi dengan asam glukuroanat. Pemakaian antibiotik sangat mengurangi jumlah vitamin K dalam tinja, terutama yang merupakan hasil sintesis bakteri usus.
Comments
Post a Comment
Silahkan isi komentarnya ^^!